Admin 08 Jun 2026 01:36

 

Artikel Ilmiah

Pengaruh Perbandingan Volume Susu Kedelai dan Susu Jagung pada Pembuatan Soy Corn Yogurt terhadap Tingkat Kesukaan Konsumen

Studi eksperimental terhadap parameter organoleptik (aroma, rasa, tekstur, dan warna) untuk menentukan formulasi yogurt fungsional terbaik.

Latar Belakang

Yogurt merupakan salah satu produk fermentasi susu yang sangat dikonsumsi masyarakat karena kandungan gizinya yang tinggi dan manfaat kesehatannya bagi pencernaan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan jumlah populasi yang memiliki intoleransi laktosa, berkembanglah tren inovasi yogurt berbasis nabati.

Susu kedelai dikenal sebagai sumber protein nabati berkualitas tinggi yang mengandung isoflavon, namun seringkali memiliki aroma "banyu" (kacang-kacangan) yang kurang disukai. Di sisi lain, susu jagung memiliki kandungan karbohidrat, serat, dan vitamin A yang tinggi, serta memberikan aroma dan rasa manis alami yang khas. Penggabungan kedua bahan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi rasa yang mampu menutupi kekurangan masing-masing bahan sekaligus meningkatkan nilai gizi.

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan volume susu kedelai dan susu jagung yang optimal dalam pembuatan "Soy Corn Yogurt" agar diperoleh produk dengan tingkat kesukaan konsumen tertinggi berdasarkan uji organoleptik.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Completely Randomized Design (RAL) satu faktor, yaitu perbandingan volume susu kedelai dan susu jagung. Terdapat 5 perlakuan yang diuji, di mana setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali untuk memastikan validitas data.

Bahan dan Alat

Bahan utama yang digunakan meliputi susu kedelai homemade (konsentrasi 20%), susu jagung (dari biji jagung manis yang diblender dan disaring), starter bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, serta gula pasir sebagai pemanis. Alat yang digunakan meliputi inkubator suhu, pH meter, dan peralatan standar laboratorium pangan.

Rancangan Perlakuan

Berikut adalah formulasi lima sampel Soy Corn Yogurt yang diuji:

Sampel P1 100:0

100% Susu Kedelai : 0% Susu Jagung

Perlakuan kontrol murni menggunakan susu kedelai tanpa campuran susu jagung.

Sampel P2 75:25

75% Susu Kedelai : 25% Susu Jagung

Dominasi rasa kedelai dengan sedikit sentuhan manis jagung.

Sampel P3 50:50

50% Susu Kedelai : 50% Susu Jagung

Perpaduan seimbang antara protein nabati dan karbohidrat jagung.

Sampel P4 25:75

25% Susu Kedelai : 75% Susu Jagung

Dominasi rasa jagung yang manis dan creamy.

Sampel P5 0:100

0% Susu Kedelai : 100% Susu Jagung

Perlakuan kontrol murni menggunakan susu jagung.

Proses Fermentasi

Campuran susu dipasteurisasi pada suhu 85C selama 15 menit, kemudian didinginkan hingga suhu 45C. Starter bakteri ditambahkan sebesar 5% dari total volume susu. Inkubasi dilanjutkan pada suhu 42C selama 8-10 jam hingga mencapai pH 4,5. Selanjutnya, yogurt didinginkan pada suhu rendah (refrigerasi) untuk menghentikan aktivitas bakteri sebelum diuji panelis.

Hasil dan Pembahasan

Uji kesukaan dilakukan oleh 25 panelis tidak terlatih (semi-trained panelists) menggunakan skala hedonik 1 (sangat tidak suka) hingga 5 (sangat suka). Parameter yang diuji meliputi aroma, rasa, tekstur, dan warna. Berikut adalah rata-rata skor yang diperoleh:

Perlakukan Rasio (S:J) Aroma Rasa Tekstur Warna
P1 100:0 3.2 (Biasa) 3.1 (Biasa) 3.4 (Agak Suka) 3.2 (Biasa)
P2 75:25 3.5 (Agak Suka) 3.6 (Agak Suka) 3.8 (Agak Suka) 3.7 (Agak Suka)
P3 50:50 4.2 (Suka) 4.5 (Suka) 4.1 (Suka) 4.3 (Suka)
P4 25:75 4.0 (Suka) 3.9 (Agak Suka) 3.5 (Agak Suka) 3.8 (Agak Suka)
P5 0:100 3.8 (Agak Suka) 3.4 (Biasa) 3.2 (Biasa) 4.0 (Suka)
Ilustrasi Yogurt Sehat

Analisis Parameter Organoleptik

Skor Kesukaan Tertinggi pada Sampel P3 (50:50)

Rasa 4.5 / 5.0
Warna 4.3 / 5.0
Aroma 4.2 / 5.0
Tekstur 4.1 / 5.0

Berdasarkan tabel di atas, Sampel P3 dengan perbandingan 50:50 memperoleh skor tertinggi.

  • Aroma: Sampel P1 (100% kedelai) mendapat skor rendah karena aroma "banyu" yang menyengat. Penambahan susu jagung pada P3 mampu menetralkan aromatidak sedap tersebut dengan aroma manis khas jagung yang segar.
  • Rasa: Rasa asam laktat hasil fermentasi berpadu sempurna dengan rasa manis alami jagung pada rasio 50:50. Panelis menyatakan rasa ini paling "pas" dibandingkan P4 dan P5 yang dianggap terlalu manis atau P1 yang cenderung hambar/pahit.
  • Tekstur: Susu jagung mengandung pati yang berperan dalam meningkatkan kekentalan. Namun, pada P5 (100% jagung), tekstur menjadi terlalu lengket dan getir. Rasio 50:50 memberikan tekstur creamy yang mirip yogurt susu sapi komersial.
  • Warna: Warga kuning keemasan pada Sampel P3 dianggap paling menarik secara visual karena mencerminkan produk alami yang sehat.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perbandingan volume susu kedelai dan susu jagung berpengaruh nyata (signifikan) terhadap tingkat kesukaan konsumen pada Soy Corn Yogurt.

Perlakuan terbaik adalah P3 dengan perbandingan 50:50. Produk ini mampu mengkombinasikan keunggulan nutrisi kedelai dan kualitas sensoris jagung, menghasilkan yogurt dengan aroma sedap, rasa asam-manis yang seimbang, tekstur creamy, dan warna yang menarik.

Produk Soy Corn Yogurt ini berpotensi besar dikembangkan sebagai alternatif minuman fungsional nabati yang lebih disukai masyarakat dibandingkan yogurt kedelai konvensional, serta memberikan nilai tambah bagi pengolahan jagung manis lokal.

```

File Referensi Untuk PENGARUH PERBANDINGAN VOLUME SUSU KEDELAI DAN SUSU JAGUNG PADA PEMBUATAN SOY CORN YOGURT TERHADAP TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN
Screenshoot
Nama File
121434036_full.pdf

Ukuran File
2.08 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk PENGARUH PERBANDINGAN VOLUME SUSU KEDELAI DAN SUSU JAGUNG PADA PEMBUATAN SOY CORN YOGURT TERHADAP TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

PENGARUH PERBANDINGAN VOLUME SUSU KEDELAI DAN SUSU JAGUNG PADA PEMBUATAN SOY CORN YOGURT T...


admin
Admin
2026-06-08 01:36:15

Pengaruh Penambahan Gula Terhadap Sifat Kimia Dan Tingkat Kesukaan Tape Beras Merah, Beras...


admin
Admin
2026-06-06 03:58:05

IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia Coli PADA SUSU KEDELAI USAHA RUMAH TANGGA YANG DIJUAL PED...


admin
Admin
2026-06-06 07:10:17

PENGARUH VOLUME DARAH PADA TABUNG VAKUM DENGAN ANTIKOAGULAN EDTA TERHADAP INDEKS ERITROSIT...


admin
Admin
2026-06-06 06:22:13

Pengaruh Perbedaan Varietas Dan Starter Pada Silase Tebon Jagung Terhadap Kecernaan Bahan...


admin
Admin
2026-06-07 11:26:15