Admin 13 Jun 2026 14:26

 

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. M.F DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR AMAN DAN NYAMAN DI RUANGAN KOMODO RSUD

Latar Belakang

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu ruang rawat inap yang ada di RSUD adalah Ruangan Komodo yang umumnya menangani pasien dengan berbagai kondisi medis. Keperawatan merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan yang holistik dan terpadu.

Kebutuhan dasar manusia adalah hal-hal yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan. Salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. Rasa aman adalah kondisi di mana seseorang merasa terlindungi dari ancaman atau bahaya, baik fisik maupun psikologis. Sementara rasa nyaman adalah keadaan di mana seseorang merasa puas dan bebas dari rasa sakit atau penderitaan.

Identitas Pasien

Data Informasi
Nama Tn. M.F
Usia 54 Tahun
Jenis Kelamin Laki-laki
Alamat Jl. Merpati No. 12, Kota Samarinda
Status Perkawinan Menikah
Pekerjaan Wiraswasta
Agama Islam
Tanggal Masuk RS 15 Mei 2023
No. RM 12-34-567
Diagnosa Medis Post Operasi Laparatomi Appendicitis Perforasi

Riwayat Kesehatan

Riwayat Penyakit Sekarang

Klien masuk RS dengan keluhan nyeri perut bagian bawah kanan sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk dengan intensitas nyeri yang meningkat dari waktu ke waktu. Klien mengatakan setiap bernafas terasa nyeri. Klien juga mengalami mual dan muntah sebanyak 3 kali. Pasien mengatakan badan terasa lemah dan belum bisa buang air besar sejak 2 hari yang lalu. Pasien kemudian menjalani pemeriksaan fisik dan penunjang serta dinyatakan harus menjalani operasi laparatomi karena diduga mengalami appendicitis perforasi.

Riwayat Penyakit Dahulu

Klien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit yang berat sebelumnya. Perlu ditanyakan apakah klien pernah mengalami keluhan nyeri perut sebelumnya. Klien mengatakan pernah mengalami nyeri perut namun tidak memeriksakan ke fasilitas kesehatan karena dianggap biasa. Klien juga mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit kencing manis, darah tinggi, penyakit jantung, atau penyakit lainnya.

Riwayat Penyakit Keluarga

Klien mengatakan keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit yang sama seperti klien. Klien mengatakan ayahnya mempunyai riwayat penyakit darah tinggi dan kencing manis yang sudah dapat terkontrol dengan baik. Ibu klien tidak mempunyai riwayat penyakit yang berat.

Riwayat Keperawatan

Klien masuk ruangan Komodo dengan kondisi post operasi laparatomi hari ke-1. Klien terpasang infus RL 20 tetes/menit di tangan kiri dengan terpasang infuse pump. Klien terpasang selang kateter (kantong urine) berisi urine keruh berwarna kuning. Klien terpasang selang NGT (Nasogastric Tube) dan terhubung dengan botol penghisap. Klien terpasang drain pada luka operasi yang berdarah sedikit. Ditempatkan TTV: TD 120/80 mmHg, N 88x/menit, R 20x/menit, S 36,5C, SpO2 98%.

Pengkajian

1. Pengkajian Fisik

Keadaan umum: Kesadaran compos mentis, posisi pasien supine, tampak nyeri di daerah luka operasi. TTV: TD 120/80 mmHg, N 88x/menit, R 20x/menit, S 36,5C, SpO2 98%

2. Pengkajian Sistem Pernapasan

Frekuensi napas 20x/menit, irama napas regular, kedua paru tampak simetris, penggunaan otot bantu napas normal, suara napas vesikuler kedua lapang paru, tidak ada sputum.

3. Pengkajian Sistem Kardiovaskuler

Nadi 88x/menit, reguler, kuat teraba, tekanan darah 120/80 mmHg, tidak ada edema ekstremitas, CRT < 2 detik.

4. Pengkajian Sistem Pencernaan

Pasien post operasi appendicitis perforasi, abdomen tidak teraba, ada luka operasi di daerah abdomen kanan bawah dengan dressing masih baik, selang NGT terpasang, abdomen distensi sedikit, bising usus (+) berkurang, BAB belum, belum ada flatus.

5. Pengkajian Sistem Eliminasi

BAB belum, belum ada flatus, selang kateter terpasang, urine berwarna kuning keruh, volume urine sekali 150cc.

6. Pengkajian Sistem Muskuloskeletal

Pasien tampak mengalami kelemahan otot ekstremitas atas dan bawah, skala mobilitas 3 (bila dibantu), pasien dapat melakukan gerakan aktif namun terbatas karena efek operasi.

7. Pengkajian Sistem Integumen

Kulit tampak pucat, turgor baik, tidak ada edema, ada luka operasi di abdomen kanan bawah dengan dressing tipis jahit, ada selang drain terpasang. Tidak ada tanda-tanda inflamasi.

8. Pengkajian Sistem Neurologi

Kesadaran compos mentis, pupil isokor, refleks cahaya positif (+/+), dapat merespons dengan baik terhadap rangsangan verbal dan taktil, tidur cukup.

9. Pengkajian Kebutuhan Dasar

Kebutuhan oksigenasi: terpenuhi (SpO2 98%)

Kebutuhan nutrisi: pasien terpasang NGT, belum dapat diperbolehkan makan (NPO)

Kebutuhan eliminasi: belum BAB, pasien terpasang selang kateter, urine 150cc

Kebutuhan aktifitas dan istirahat: pasien bed rest, aktifitas dibantu orang lain

Kebutuhan cinta dan kasih sayang: dukungan keluarga sangat baik, istri selalu menemani

Kebutuhan aman dan nyaman: pasien mengeluh nyeri pada luka operasi, pasien merasa cemas dengan keadaannya sekarang

Analisa Data

Subyektif (S) Obyektif (O) Analisa (A)
Klien mengatakan merasa nyeri pada luka operasi - Pasien tampak meringkuk dan menahan perut saat ada gerakan
- Skala nyeri 6 (sedang)
- TTV TD 120/80 mmHg, N 88x/menit
- Ekspresi wajah meringkut terlihat saat posisi dipindah
Gangguan rasa nyaman: nyeri akut berhubungan dengan insisi bedah dan trauma jaringan
Klien mengatakan khawatir dengan kondisi penyakitnya - Pasien mengalami ketidaktidaktahuan kondisi dan perawatan post operasi
- Pasien sering bertanya kepada keluarga dan perawat mengenai kondisinya
- Keluarga tampak menunjukkan dukungan emosional namun terbatas
Kecemasan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang prosedur bedah dan pemulihan
Klien mengatakan ingin segera sembuh - Pasien tampak membutuhkan bantuan dalam aktivitas
- Pasien tampak lemah dan kurang energi
- Pasien belum dapat mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari
Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik pasca operasi dan pembatasan gerak
Klien mengatakan belum bisa tertidur nyenyak - Pasien tampak sering terbangun malam hari
- Pasien mengatakan kondisi lingkungan mengganggu tidur (lampu, suara)
- Klien tampak mengalami ketidaknyamanan saat mengubah posisi
Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri fisik dan lingkungan perawatan

Diagnosa Keperawatan

  1. Gangguan rasa nyaman: nyeri akut berhubungan dengan insisi bedah dan trauma jaringan
  2. Kecemasan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang prosedur bedah dan pemulihan
  3. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik pasca operasi dan pembatasan gerak
  4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri fisik dan lingkungan perawatan

Perencanaan

1. Gangguan rasa nyaman: nyeri akut berhubungan dengan insisi bedah dan trauma jaringan

Tujuan:

  • Klien dapat mengontrol nyeri dengan skala nyeri < 3
  • Klien dapat beristirahat dengan baik
  • Tanda-tanda vital dalam batas normal

Intervensi:

  1. Tingkatkan kenyamanan pasien dengan mengubah posisi secara berkala setiap 2 jam sesuai toleransi
  2. Berikan analgesik sesuai program terapi (Dexametason, Ketorolac)
  3. Teknik relaksasi nafas dalam saat nyeri menetap
  4. Kolaborasi pemberian obat pereda nyeri sesuai program terapi
  5. Buat lingkungan tenang dan nyaman, atur pencahayaan yang sesuai
  6. Distraksi pasien dengan melakukan hal-hal yang disenangi pasien

2. Kecemasan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang prosedur bedah dan pemulihan

Tujuan:

  • Klien dapat mengungkapkan perasaan dan khawatirnya
  • Klien dapat mengurangi tingkat kecemasanya
  • Klien dapat memahami kondisi dan prosedur yang akan dilakukan

Intervensi:

  1. Evaluasi tingkat kecemasan klien dengan wawancara dan observasi
  2. Berikan dukungan emosional dan tunjukkan sikap empati
  3. Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
  4. Dorong klien untuk bertanya tentang penyakitnya
  5. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan dengan bahasa yang mudah dimengerti
  6. Dorong klinik berpartisipasi dalam tindakan keperawatan
  7. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan pada klien
  8. Berikan informasi tentang kemajuan kondisi klien secara jujur dan realistis

3. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik pasca operasi dan pembatasan gerak

Tujuan:

  • Klien dapat terpenuhi kebutuhan perawatan dirinya dengan bantuan
  • Klien dapat mempraktikkan teknik perawatan diri yang sesuai dengan kondisinya

Intervensi:

  1. Berikan bantuan pada klien dalam memenuhi kebutuhan perawatan dirinya
  2. Evaluasi kemampuan klien dalam melakukan kegiatan perawatan diri
  3. Berikan edukasi kepada klien tentang teknik memenuhi kebutuhan perawatan diri sesuai kondisi
  4. Berikan kesempatan pada klien melakukan kegiatan perawatan diri secara mandiri sesuai kemampuan
  5. Dorong klien untuk melakukan aktifitas yang sesuai dengan kemampuannya

4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri fisik dan lingkungan perawatan

Tujuan:

  • Klien dapat tidur dengan nyenyak
  • Klien dapat mengontrol nyeri sehingga tidak mengganggu tidur

Intervensi:

  1. Berikan kenyamanan pasien seperti mengubah posisi, pijat daerah yang tidak nyeri
  2. Berikan teknik relaksasi sebelum tidur
  3. Atur lingkungan yang kondusif untuk tidur (menurunkan suara, menyesuaikan pencahayaan)
  4. Lakukan tindakan keperawatan yang tidak perlu dilakukan pada waktu istirahat
  5. Lakukan kolaborasi pemberian obat penenang jika diperlukan

Implementasi

Hari Pertama Pasca Operasi

Perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Perawat membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan perawatan dirinya seperti mandi, makan, dan eliminasi. Perawat memberikan edukasi tentang pentingnya mobilitas dini setelah operasi. Perawat mengukur tanda-tanda vital setiap 4 jam. Perawat memantau cairan masuk dan keluar pasien. Perawat memberikan obat pereda nyeri sesuai program terapi. Perawat memberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga. Perawat mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri.

Hari Kedua Pasca Operasi

Perawat terus memantau kondisi pasien. Pasien sudah mulai dapat melakukan beberapa aktivitas dengan bantuan. Perawat membantu pasien untuk mulai bernafas dalam dan menggerakkan ekstremitas. Perawat memantau luka operasi dan drain. Perawat mulai memberikan diet cair ringan jika pasien sudah mengeluarkan flatus. Perawat terus memberikan edukasi tentang perawatan luka dan diit yang harus dijalani pasca operasi.

Hari Ketiga Pasca Operasi

Perawat memantau proses penyembuhan luka operasi. Pasien sudah mulai dapat melakukan aktivitas lebih mandiri. Perawat mengajarkan teknik perawatan luka operasi kepada pasien dan keluarga. Perawat mengevaluasi pengetahuan pasien dan keluarga tentang perawatan di rumah. Perawat mempersiapkan pasien untuk pulang jika kondisi sudah memungkinkan.

Evaluasi

1. Gangguan rasa nyaman: nyeri akut

Skala menurun dari 6 menjadi 3, pasien dapat beristirahat lebih baik, tanda-tanda vital dalam batas normal (TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, R 18x/menit, S 36,6C).

2. Kecemasan

Pasien dapat mengungkapkan perasaannya, tampak lebih tenang, mengurangi tanda-tanda kecemasan seperti gelisah dan takikardia, sudah memahami kondisi dan prosedur yang dilakukan.

3. Defisit perawatan diri

Kebutuhan perawatan diri tetap terpenuhi, pasien mulai dapat melakukan beberapa aktivitas mandiri seperti makan dan minum, pasien dapat mempraktikkan metode perawatan diri yang diajarkan.

4. Gangguan pola tidur

Pasien sudah tidur lebih nyenyak, nyeri sudah terkontrol sehingga tidak mengganggu tidur, pasien mengatakan merasa lebih fresh di pagi hari.

Kesimpulan

Asuhan keperawatan pada Tn. M.F dengan gangguan kebutuhan dasar aman dan nyaman di Ruangan Komodo RSUD telah dilaksanakan sesuai dengan proses keperawatan yang sistematis mulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Masalah utama yang dihadapi pasien adalah gangguan rasa nyaman akibat nyeri pasca operasi, kecemasan, defisit perawatan diri, dan gangguan pola tidur.

Intervensi keperawatan yang diberikan berfokus pada manajemen nyeri, dukungan emosional, bantuan pemenuhan kebutuhan perawatan diri, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk istirahat. Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari, terjadi perbaikan dalam kondisi pasien. Skala nyeri menurun, pasien lebih tenang, dapat melakukan aktivitas mandiri sebatas kemampuan, dan tidur lebih nyenyak.

Peran keluarga dalam memberikan dukungan kepada pasien sangat penting dan terbukti membantu dalam pemulihan pasien. Edukasi yang diberikan kepada pasien dan keluarga tentang perawatan luka, diit, dan aktivitas yang boleh dilakukan sangat bermanfaat untuk mempersiapkan pasien untuk pulang dan menjalani perawatan di rumah.

Perawat diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas asuhan keperawatan melalui pendekatan yang holistik dan berpusat pada pasien, dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual dalam proses penyembuhan pasien.

File Referensi Untuk ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. M.F DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR AMAN DAN NYAMAN DI RUANGAN KOMODO RSUD
Screenshoot
Nama File
kti_yesaya_fix.pdf

Ukuran File
1.19 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. M.F DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR AMAN DAN NYAMAN DI RUANGAN KOMODO RSUD. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. M.F DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR AMAN DAN NYAMAN DI RUANGAN...


admin
Admin
2026-06-13 14:26:44

Asuhan Keperawatan Pada An. Y.N Dengan Luka Bakar Grade II Di Ruangan Instalasi Gawat Daru...


admin
Admin
2026-06-06 07:22:14

Asuhan Keperawatan Pada Anak M T Dengan Demam Berdarah Dengue Di Ruangan Mawar RSUD Prof....


admin
Admin
2026-06-07 08:26:15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN DIARE DI BANGSAL MELATI RSU...


admin
Admin
2026-06-06 11:50:21

Asuhan Keperawatan Pada Tn. P. M. Dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektroli...


admin
Admin
2026-06-12 00:08:19