Admin 06 Jun 2026 11:50

 

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN DIARE DI BANGSAL MELATI RSUD SRAGEN

Studi Kasus Keperawatan Medikal Bedah

I. PENDAHULUAN

Gangguan sistem pencernaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui di rumah sakit. Salah satu keluhan utama yang sering muncul adalah diare. Diare didefinisikan sebagai buang air besar (BAB) dengan konsistensi feses yang cair atau bahkan berbentuk air, dengan frekuensi lebih dari biasanya (tiga kali atau lebih dalam sehari). Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi berat dan gangguan keseimbangan elektrolit jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

RSUD Sragen, khususnya di Bangsal Melati, sering menerima pasien dengan berbagai kasus penyakit dalam, termasuk gangguan sistem pencernaan. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada pasien. Dokumen ini membahas asuhan keperawatan yang diberikan kepada Tn. S, pasien dengan diagnosis medis gangguan sistem pencernaan diare.

II. PENGKAJIAN

Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan untuk mengumpulkan data mengenai status kesehatan pasien. Pengkajian dilakukan terhadap Tn. S saat pertama kali masuk di Bangsal Melati RSUD Sragen.

1. Identitas Pasien

Nama Tn. S
Umur 52 Tahun
Jenis Kelamin Laki-laki
Alamat Sragen
Masuk 12 Oktober 2023
Diagnosis Medis Gangguan Sistem Pencernaan (Diare)

2. Riwayat Kesehatan

Keluhan Utama: Pasien mengeluh BAB lendir dan cair sebanyak 5-6 kali sehari disertai rasa mulas dan perut kram.

Riwayat Penyakit Sekarang: Dua hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengaku mengkonsumsi makanan pedas di acara selamatan. Semalam pasien mengalami mual dan muntah satu kali isi lambung. Suhu tubuh terasa panas.

Riwayat Penyakit Dahulu: Pasien mengaku memiliki riwayat maag, namun pernah menderita hipertensi dan tidak teratur minum obat.

3. Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum Sedang, kesadaran compos mentis
Tanda Vital:
  • Tekanan Darah: 110/70 mmHg
  • Nadi: 88 x/menit
  • Suhu: 38C
  • Pernapasan: 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik Regional Kepala: Konjungtiva agak pucat.
Mata: Sklera tidak ikterik.
Mulut: Bibir kering, mukosa oral agak kering.
Leher: JVP tidak meningkat, kelenjar tiroid tidak membesar.
Thorax: Paru vesikuler, jantung reguler nada I dan II.
Abdomen: Perut teraba distensi, bising usus hiperaktif, nyeri tekan pada daerah epigastrium.
Ekstremitas: Turgor kulit menurun (kembali lambat), akral hangat.

III. ANALISA DATA

Berdasarkan data pengkajian, dilakukan analisa untuk menentukan masalah keperawatan.

Masalah: Defisit volume cairan
Penyebab: Hilangnya cairan berlebihan melalui jalur fecal (diare), muntah, dan input yang menurun.
Tanda dan Gejala: BAB cair >3x sehari, turgor kulit menurun, bibir kering, membran mukosa kering, nadi meningkat, suhu tubuh meningkat.

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Berdasarkan analisa data di atas, diagnosis utama yang muncul pada Tn. S adalah:

  • 1. Defisit volume cairan berhubungan dengan pengeluaran berlebihan melalui jalur fecal (diare).
  • 2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, dan anoreksia.
  • 3. Integritas kulit berisiko rusak berhubungan dengan iritasi akibat frekuensi BAB yang tinggi.

V. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI

1. Diagnosa: Defisit volume cairan

Tujuan: Keseimbangan volume cairan terpenuhi, tanda vital dalam batas normal, turgor kulit kembali baik, dan pengeluaran seimbang.

Intervensi dan Implementasi:

  • Kaji tanda vital (TD, N, S, RR) setiap 2 jam atau sesuai indikasi. (T: Memantau tanda-tanda hipovolemia). Tanda vital pasien TD 110/70 mmHg, N 88x/m, S 38C.
  • Kaji derajat dehidrasi (turgor kulit, mukosa membran, berat badan). (T: Menentukan kebutuhan cairan). Turgor kulit pasien kembali lambat menunjukkan dehidrasi ringan-sedang.
  • Implementasi: Kolaborasi dengan tim medis untuk pemasangan infus RL (Ringer Laktat) 20 tetes/menit untuk koreksi kebutuhan cairan.
  • Kaji input dan output secara akurat (catat pemasukan cairan oral dan infus, serta pengeluaran urine dan feses). (T: Mengetahui keseimbangan cairan).
  • Implementasi: Motivasi pasien untuk minum air putih hangat sebanyak mungkin jika tidak ada muntah. Berikan cairan oralit secara bertahap.
  • Edukasi: Jelaskan kepada pasien dan keluarga pentingnya menjaga kebersihan makanan dan cuci tangan sebelum makan.

2. Diagnosa: Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Tujuan: Berat badan stabil, pasien dapat makan dengan baik, nafsu makan meningkat.

Intervensi dan Implementasi:

  • Kaji nafsu makan dan kemampuan pasien untuk menelan makanan. (T: Mengidentifikasi hambatan konsumsi nutrisi).
  • Berikan makanan dengan porsi kecil tapi sering (5-6 kali sehari). (T: Mengurangi beban kerja lambung). Diit diberikan: Diit TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein) Segera.
  • Hindari makanan yang merangsang seperti pedas, asam, bersoda, dan tinggi serat kasar sambil menunggu kondisi membaik. Pasien dianjurkan menghindari makanan pedas sesuai riwayat.
  • Kolaborasi: Berikan obat antiemetik (anti mual) sesuai pesanan dokter 30 menit sebelum waktu makan jika keluhan mual masih ada.
  • Pantau TTV sebelum dan sesudah makan untuk memastikan tidak ada tanda intoleransi pangan.

3. Diagnosa: Integritas kulit berisiko rusak

Tujuan: Integritas kulit sekitar daerah perianal tetap utuh, tidak terjadi iritasi atau kemerahan.

Intervensi dan Implementasi:

  • Kaji kondisi kulit sekitar daerah glutea dan perineum setiap 8 jam. (T: Mendeteksi tanda-tanda iritasi awal).
  • Implementasi: Jaga kebersihan daerah perianal dengan mencuci atau mengelap air bersih dengan lembut setiap kali BAB. Gunakan air sabun yang tidak keras.
  • Ubah posisi pasien secara teratur dan lakukan kebersihan tempat tidur agar pasien merasa nyaman dan bebas risiko infeksi.
  • Keringkan daerah perineum dengan lembut menggunakan handuk bersih atau tisu setelah BAB untuk mencegah kelembapan berlebih yang menimbulkan ruam popok pada dewasa.
  • Lakukan perawatan kulit (kompres hangat atau krim pelindung) jika diperlukan atas rekomendasi dokter.

VI. EVALUASI

Evaluasi dilakukan setelah 24 jam perawatan atau sesuai kondisi perubahan pasien.

Subjektif

Pasien Tn. S mengeluh sudah berkurang frekuensi BAB, dan rasa nyeri perut sudah berkurang. Pasien mengaku mual hilang dan sudah bisa makan bubur dua kali pagi dan siang.

Ojektif

1. Tanda Vital: Tekanan Darah 120/80 mmHg (meningkat dalam batas normal), Nadi 80x/menit (stabil), Suhu 37,2C (turun ke batas normal).
2. Turgor kulit kembali baik (seketika).
3. Mekanik ileus: Bising usus normoaktif, perut tidak lagi distensi.
4. Defekasi: BAB 2x pagi ini dengan konsistensi semi-padat.
5. Kebersihan kulit: Daerah perianal bersih, tidak ada kemerahan atau iritasi.
6. Input Output: Masukan cairan oral meningkat, produksi urine mencukupi (1500 cc/24 jam).

Berdasarkan evaluasi tersebut, masalah Defisit volume cairan yang berhubungan dengan diarena telah teratasi sebagian. Masalah Ketidakseimbangan nutrisi dan Integritas kulit berhasil dicegah komplikasinya. Rencana tindak lanjut adalah melanjutkan terapi cairan, edukasi tentang perilaku hidup bersih (PHBS), dan memantau kemajuan status kesehatan Tn. S di Bangsal Melati RSUD Sragen hingga pasien dinyatakan pulang.

File Referensi Untuk ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN DIARE DI BANGSAL MELATI RSUD SRAGEN
Screenshoot
Nama File
jpdf_item_download_2022_08_23_05_39_02.pdf

Ukuran File
0.34 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN DIARE DI BANGSAL MELATI RSUD SRAGEN. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN DIARE DI BANGSAL MELATI RSU...


admin
Admin
2026-06-06 11:50:21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN FRAKTUR FEMUR DENGAN NYERI DI RUANG MELATI RSUD BANGIL PASUR...


admin
Admin
2026-06-04 20:52:05

Asuhan Keperawatan Pada Anak S Dengan Diagnosa Medis Diare Di Ruang Asoka RSUD Bangil Pasu...


admin
Admin
2026-06-06 08:36:12

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. M.F DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR AMAN DAN NYAMAN DI RUANGAN...


admin
Admin
2026-06-13 14:26:44

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Metabolisme Pada Sistem Muskuloskeletal dan...


admin
Admin
2026-06-09 01:12:15