Admin 13 Jun 2026 12:48

 

Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan Pada Tn Y Dengan Diagnosis Thermal Burn Injuri (Combustio) di Ruang Unit Luka Bakar RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

Pendahuluan

Luka bakar atau combustio merupakan salah satu jenis trauma yang sering terjadi dan dapat mengancam jiwa. Luka bakar termal (thermal burn injury) disebabkan oleh kontak langsung dengan sumber panas seperti api, air mendidih, uap panas, atau benda panas lainnya. Di Indonesia, insiden luka bakar masih cukup tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menyediakan Unit Luka Bakar khusus dengan peralatan dan tenaga ahli untuk menangani pasien luka bakar secara komprehensif.

Kasus Klinis Tn Y

Tn Y adalah seorang laki-laki berusia 38 tahun yang datang ke Unit Gawat Darurat RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan keluhan nyeri hebat pada seluruh tubuh setelah mengalami kebakaran di tempat kerjanya. Pasien terpapar api langsung selama kurang lebih 5 menit akibat kebocoran pada kompor gas. Pasien tidak menggunakan alat pelindung diri saat kejadian. Saat masuk, pasien tampak gelisah, nafas cepat, dan mengeluh nyeri hebat pada area luka.

Implementasi Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian

Identitas Pasien: Tn Y, 38 tahun, laki-laki, pekerja konstruksi

Riwayat Kesehatan: Tidak ada penyakit penyerta sebelumnya, tidak ada alergi obat yang diketahui

Riwayat Kejadian: Pasien terpapar api akibat kebocoran kompor gas di tempat kerja sekitar 5 menit

Pemeriksaan Fisik:

  • Tanda Vital: Tekanan Darah 110/70 mmHg, Nadi 120 kali/menit (takikardi), Suhu 36.5C, Pernapasan 28 kali/menit (takipnea), SpO2 96%
  • Pemeriksaan Kulit: Luka bakar derajat II pada kedua lengan dan tungkai (40% Luas Permukaan Tubuh/LPT), Luka bakar derajat III pada dada dan perut (20% LPT), Kulit tampak merah, melepuh, dan ada area nekrosis, Nyeri hebat pada area luka
  • Pemeriksaan Sistem Respirasi: Sirkulasi udara baik, tidak ada suara nafas tambahan
  • Pemeriksaan Sistem Kardiovaskular: Bunyi jantung reguler, tidak ada murmur
  • Pemeriksaan Neurologis: Pasien sadar, orientasi baik, GCS: E4 V5 M6

Pemeriksaan Penunjang:

  • Hematokrit: 45% (dalam batas normal)
  • Leukosit: 12.000/uL (sedikit meningkat)
  • Elektrolit: Na 139 mEq/L, K 4.2 mEq/L (dalam batas normal)
  • Fotografi thoraks: Tidak ada kelainan

2. Diagnosa Keperawatan

  1. Ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan cairan melalui permukaan luka bakar.
  2. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan jaringan dan proses inflamasi akibat luka bakar.
  3. Risiko infeksi berhubungan dengan kerusakan integritas kulit sebagai barrier pertahanan tubuh.
  4. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolisme akibat cedera.
  5. Gangguan perfusi perifer berhubungan dengan edema dan penurunan sirkulasi pada area luka bakar.

3. Perencanaan dan Intervensi Keperawatan

Ketidakseimbangan Volume Cairan

Tujuan: Volume cairan pasien tetap stabil, tanda vital dalam batas normal, tidak ada tanda hipovolemia.

Intervensi:

  • Pasang infus dengan kateter besar (G14-16) dan berikan cairan resusitasi sesuai protokol Rumus Parkland: 4 ml berat badan (kg) % LPT bakar. Pada Tn Y dengan berat 70 kg dan LPT bakar 60%, diberikan 4 70 60 = 16.800 ml dalam 24 jam pertama, dengan setengah diberikan pada 8 jam pertama.
  • Pantau tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) setiap 1 jam sekali atau lebih sering bila diperlukan
  • Catat pemasukan dan pengeluaran cairan (Input/Output) setiap jam
  • Pantau tanda-tanda dehidrasi: membran mukosa kering, turgor kulit menurun, urine pekat
  • Pantau urine output yang optimal (0.5-1 ml/kg/jam pada dewasa) sebagai indikator kecukupan resusitasi cairan
  • Berikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya cairan intravena dan pantau tanda perubahan status hemodinamik

Nyeri Akut

Tujuan: Nyeri berkurang skala 0-3, pasien dapat istirahat dengan baik, ekspresi wajah tampak rileks.

Intervensi:

  • Lakukan skrining nyeri menggunakan skala NRS (Numerical Rating Scale) setiap 4 jam atau saat pasien mengeluh
  • Berikan analgesik sesuai resep dokter (misalnya opioid untuk nyeri berat) sesuai jadwal
  • Kombinasikan terapi farmakologis dan non-farmakologis seperti teknik relaksasi nafas dalam
  • Lakukan perawatan luka dengan hati-hati untuk meminimalkan nyeri
  • Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
  • Posisikan pasien dengan bantal untuk mengurangi tekanan pada area luka

Risiko Infeksi

Tujuan: Tidak ada tanda infeksi (suhu normal, leukosit normal, luka bersih dari purulen).

Intervensi:

  • Lakukan teknik aseptik saat merawat luka, gunakan bahan steril
  • Pantau tanda-tanda infeksi setiap 4 jam: suhu, lekosit, perubahan pada luka (bau, warna, sekret)
  • Ganti balutan luka sesuai protokol (biasanya setiap hari atau lebih sering bila terkontaminasi)
  • Berikan antibiotik profilaksis sesuai resep dokter
  • Jaga kebersihan lingkungan dengan melakukan disinfeksi rutin
  • Batasi pengunjung untuk mengurangi risiko infeksi silang
  • Edukasi keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien

Gangguan Nutrisi

Tujuan: Berat badan stabil (tidak turun >10%), albumin dalam batas normal.

Intervensi:

  • Timbang berat badan harian dan catat perubahannya
  • Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein yang ditingkatkan
  • Berikan nutrisi oral atau enteral sesuai toleransi pasien
  • Pantau status nutrisi melalui parameter laboratorium (albumin, prealbumin, total protein)
  • Anjurkan asupan makanan tinggi protein dan kalori untuk mempercepat penyembuhan luka
  • Berikan suplemen jika diperlukan sesuai resep dokter

Gangguan Perfusion Perifer

Tujuan: Perfusi perifer adekuat, tidak ada tanda iskemia pada ekstremitas.

Intervensi:

  • Pantau sirkulasi perifer setiap 2 jam: warna kulit, suhu, sensasi, dan mobilitas ekstremitas
  • Elevasi ekstremitas yang terkena luka bakar untuk mengurangi edema
  • Lakukan latihan rentang gerak pasif untuk mencegah kontraktur dan meningkatkan sirkulasi
  • Pantau kompormen kapiler refill (2 detik dianggap normal)
  • Pastikan tidak ada pembalut yang terlalu ketat yang dapat mengganggu sirkulasi
  • Kolaborasi dengan tim fisioterapi untuk latihan yang sesuai

4. Evaluasi

Setelah 24 jam pemberian asuhan keperawatan, didapatkan:

  • Tanda vital: TD 120/80 mmHg, Nadi 100 kali/menit, RR 24 kali/menit, Suhu 37.0C
  • Urine output: 70 ml/jam (mencukupi untuk berat badan 70 kg)
  • Skor nyeri NRS menurun dari 8 menjadi 4
  • Luka bakar mulai menunjukkan tanda penyembuhan, tidak ada tanda infeksi
  • Perfusi perifer baik pada seluruh ekstremitas
  • Pasien mulai dapat makan per oral meskipun masih terbatas

Kesimpulan

Asuhan keperawatan pada Tn Y dengan diagnosis thermal burn injury (combustio) di Unit Luka Bakar RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan keperawatan pada pasien luka bakar. Implementasi asuhan keperawatan berfokus pada penanganan emergensi seperti resusitasi cairan, pengendalian nyeri, pencegahan infeksi, pemenuhan nutrisi, dan pemeliharaan perfusi jaringan. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien pada aspek yang telah ditetapkan dalam tujuan keperawatan.

Dukungan multidisiplin yang baik antara perawat, dokter, ahli gizi, fisioterapis, dan tenaga kesehatan lainnya menjadi faktor kunci dalam penanganan komprehensif pasien luka bakar. Edukasi yang berkelanjutan kepada pasien dan keluarga juga sangat penting untuk memfasilitasi pemulihan dan pencegahan komplikasi.

File Referensi Untuk Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan Pada Tn Y Dengan Diagnosis Thermal Burn Injuri (Combustio) Di Ruang Unit Luka Bakar RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
Screenshoot
Nama File
d2d9cc868d69b4e7816182930e9f691d.pdf

Ukuran File
1.05 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan Pada Tn Y Dengan Diagnosis Thermal Burn Injuri (Combustio) Di Ruang Unit Luka Bakar RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan Pada Tn Y Dengan Diagnosis Thermal Burn Injuri (Combus...


admin
Admin
2026-06-13 12:48:32

Manajemen Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan Pada TN S Dengan Diagnosis Medis Electrical...


admin
Admin
2026-06-06 21:14:11

RANCANG BANGUN APLIKASI STATUS PASIEN PENDERITA PENYAKIT JANTUNG DI PUSAT JANTUNG TERPADU...


admin
Admin
2026-06-07 19:24:10

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.S DENGAN LUKA BAKAR SENGATAN LISTRIK DI RUANG RAWAT INAP RSUD C...


admin
Admin
2026-06-06 12:04:18

HUBUNGAN JENIS TERAPI DENGAN DERAJAT KONTROL PADA PENDERITA ASMA BRONKIAL DI RUMAH SAKIT...


admin
Admin
2026-06-06 16:24:12