Kesegaran jasmani merupakan salah satu indikator utama kesehatan anak usia sekolah dasar. Aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan stamina, koordinasi, serta kemampuan motorik halus dan kasar. Di kota Makassar, Sekolah Dasar INP Borong Jambu II telah mengintegrasikan dua permainan tradisional, yaitu kasti dan rounders, ke dalam kurikulum olahraga. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana kedua permainan tersebut berkontribusi pada peningkatan kesegaran jasmani siswa.
Kasti merupakan permainan yang berasal dari tradisi bola tangan Indonesia. Aturan dasarnya mirip dengan baseball, dengan pemain memukul bola menggunakan pemukul dan berlari mengelilingi beberapa base. Rounders, yang dipopulerkan oleh Inggris, juga mengadopsi konsep serupa namun dengan lapangan lebih kecil dan penggunaan bola yang lebih ringan. Kedua permainan menuntut kombinasi antara kecepatan lari, kekuatan pukulan, serta strategi tim.
Selama tahun ajaran 2024/2025, guru olahraga melaksanakan sesi permainan kasti dan rounders sebanyak dua kali seminggu, masingmasing 45 menit. Total sampel penelitian terdiri dari 120 siswa kelas IVVI, dengan rasio lakilaki dan perempuan hampir seimbang. Sebelum program dimulai, seluruh peserta menjalani tes kebugaran standar: pushup, situp, lari 800meter, serta tes kecepatan lari 30meter.
Metode yang dipakai adalah kuasieksperimental dengan kelompok kontrol. Kelompok A (60 siswa) mengikuti program kastirounders, sedangkan Kelompok B (60 siswa) melaksanakan kegiatan olahraga konvensional (senam aerobik). Data dikumpulkan tiga kali: praprogram, pertengahan semester, dan pascaprogram. Analisis statistik menggunakan uji tberpasangan dan ANOVA untuk menentukan signifikansi perbedaan nilai kebugaran.
Berikut rangkuman hasil utama:
Hasil ini menunjukkan bahwa permainan kasti dan rounders memberikan stimulus fisik yang lebih variatif, sehingga terjadi peningkatan signifikan pada stamina dan kekuatan otot dibandingkan program olahraga standar.
Berbagai rekomendasi dapat diambil dari temuan penelitian:
Walaupun hasilnya menggembirakan, penelitian ini memiliki keterbatasan. Sampel terbatas pada satu sekolah sehingga tidak dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, faktor eksternal seperti nutrisi, kualitas tidur, dan kegiatan luar sekolah tidak dipantau secara detail, yang berpotensi memengaruhi hasil kebugaran.
Permainan tradisional kasti dan rounders terbukti menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesegaran jasmani murid SD di INP Borong Jambu II. Kedua permainan tidak hanya melatih kapasitas kardiorespirasi, kekuatan otot, dan koordinasi, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai sosial yang penting bagi perkembangan anak. Diharapkan sekolah lain dapat menjadikan model ini sebagai referensi untuk mengoptimalkan program pendidikan jasmani yang bersifat menyenangkan dan berdaya guna.
