1. Persiapan Awal
Guru menjelaskan sejarah singkat Rounders, peraturan dasar, dan tujuan kegiatan. Siswa dibagi menjadi dua tim masingmasing beranggotakan 810 orang. Setiap tim memilih kapten yang akan menjadi pengatur urutan pemukul.
Rounders merupakan permainan tradisional yang berasal dari Inggris, mirip dengan baseball namun dengan aturan yang lebih sederhana. Di Indonesia, terutama pada jenjang Pendidikan Dasar, permainan ini dapat dijadikan media pembelajaran yang menyenangkan dalam Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Pada kelas IV MI Muhammadiyah Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, guru PJOK mengintegrasikan Rounders sebagai upaya meningkatkan koordinasi motorik, kerjasama tim, serta pengetahuan tentang kebugaran. Guru menjelaskan sejarah singkat Rounders, peraturan dasar, dan tujuan kegiatan. Siswa dibagi menjadi dua tim masingmasing beranggotakan 810 orang. Setiap tim memilih kapten yang akan menjadi pengatur urutan pemukul. Selama 10 menit, dilakukan gerakan pemanasan meliputi jogging ringan, peregangan dinamis (arm circles, leg swings), serta latihan koordinasi matatangan dengan melemparmenangkap bola kecil. Guru memperagakan cara memegang bat (grip), sikap berdiri (stance), serta cara memukul bola dengan gerakan swing yang benar. Siswa dipersilakan mencoba teknik tersebut secara berpasangan hingga rasa nyaman tercapai. Setiap babak terdiri dari tiga inning. Tim pertama memukul, tim kedua bertugas melempar dan menangkap. Pemukul berusaha memukul bola sejauhmungkin, kemudian berlari mengitari lapangan sambil mengumpulkan run. Bila bola terperangkap oleh pemain lawan atau terlempar ke tanah, pemukul dianggap out. Setelah tiga out, giliran berganti. Selama permainan, guru mengamati teknik, kecepatan reaksi, serta pola kerja sama tim. Setelah pertandingan selesai, guru memimpin sesi diskusi. Siswa diminta menyampaikan apa yang dirasakan, apa yang berhasil, dan apa yang masih perlu diperbaiki. Diskusi meliputi aspek teknik (lempar, tangkap, pukul) serta nilai sportivitas (menghormati keputusan wasit, membantu teman). Permainan Rounders tidak hanya melatih kebugaran jasmani, tetapi juga membangun karakter. Melalui aktivitas ini, siswa mengembangkan: Penilaian melibatkan tiga aspek utama: Hasil penilaian digunakan untuk memberi umpan balik, memperbaiki kelemahan, dan merencanakan kegiatan lanjutan yang lebih menantang. Implementasi permainan Rounders di kelas IV MI Muhammadiyah Kertak Hanyar terbukti menjadi sarana yang efektif untuk mengintegrasikan aspek fisik, kognitif, dan afektif dalam pembelajaran PJOK. Dengan persiapan yang tepat, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, aman, dan berorientasi pada pengembangan karakter. Diharapkan melalui kegiatan berkelanjutan, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan motorik, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan kecintaan terhadap gaya hidup aktif. Pelaksanaan Permainan Rounders dalam Mata Pelajaran PJOK Kelas IV MI Muhammadiyah Kertak Hanyar
Pendahuluan
Tujuan Pembelajaran
Alat dan Bahan
LangkahLangkah Pelaksanaan
1. Persiapan Awal
2. Pemanasan
3. Demonstrasi Teknik Dasar
4. Pelaksanaan Permainan
5. Refleksi dan Diskusi
Manfaat dan Dampak Positif
Evaluasi Pembelajaran
Kesimpulan
