Admin 11 Jun 2026 23:58

 

Penerapan Intervensi Terapi Oksigen Terhadap Gangguan Pertukaran Gas

Studi Kasus pada Ny. N dengan Diagnosa Medis Tuberkulosis Resistant Obat di RSUD Labuang Baji, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pendahuluan

Tuberkulosis Resistensi Obat (TB-RO) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang mendesak. Indonesia termasuk dalam daftar negara dengan beban TB-RO tertinggi di dunia. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan kerusakan jaringan paru yang luas tetapi juga memicu komplikasi serius, salah satunya adalah gangguan pertukaran gas.

Di RSUD Labuang Baji, Provinsi Sulawesi Selatan, penanganan pasien TB-RO memerlukan pendekatan komprehensif. Gangguan pertukaran gas terjadi akibat peradangan dan kerusakan alveoli yang menghambat difusi oksigen ke dalam darah. Kondisi hipoksemia (rendahnya kadar oksigen dalam darah) pada pasien TB-RO dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Intervensi keperawatan yang krusial dalam hal ini adalah pemberian terapi oksigen yang tepat untuk memperbaiki oksigenasi jaringan dan mencegah gagal napas.

Ilustrasi organ paru dan profesional medis
Ilustrasi pemeriksaan kondisi paru-paru pasien respirasi.

Tinjauan Kasus: Ny. N

Berikut adalah gambaran singkat mengenai pasien Ny. N yang menjadi fokus Studi Kasus Asuhan Keperawatan ini.

  • Nama: Ny. N
  • Umur: 45 Tahun
  • Diagnosa Medis: Tuberkulosis Resistensi Obat (TB-RO)
  • Ruang Rawat: Mawar, RSUD Labuang Baji
  • Keluhan Utama: Sesak napas (dispnea), batuk berdahak, dan kelemahan fisik.

Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan pengkajian fisik dan penunjang, didapatkan diagnosa keperawatan utama yaitu Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan perubahan membran alveolar-capiler sekunder terhadap proses infeksi (Mycobacterium tuberculosis resistensi obat).

Tanda dan gejala yang muncul meliputi:

  • Saturasi oksigen (SpO2) 88% pada ruang udara.
  • Terdapatkan retraksi dinding dada saat bernapas.
  • Penggunaan otot pernapasan tambahan.
  • Kulit dan bibir terlihat sedikit sianosis.
  • Keluhan sesak terutama saat aktivitas.

Penerapan Intervensi Terapi Oksigen

Tujuan utama dari penerapan terapi oksigen pada Ny. N adalah mempertahankan pernapasan efektif, meningkatkan SpO2 dalam rentang normal (95-98%), dan mencegah komplikasi jantung atau otak akibat hipoksia. Rencana tindakan keperawatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

Tujuan: Tercapai pertukaran gas yang efektif dengan kriteria hasil: SpO2 > 95%, frekuensi napas normal (16-20x/menit), dan tidak terdapat sianosis.

1. Penentuan Titre Oksigen dan Alat Bantu

Setelah dilakukan pengkajian awal yang menunjukkan SpO2 88%, perawat menindaklanjuti dengan konsultasi dokter spesialis paru di RSUD Labuang Baji. Dokter memerintahkan pemberian oksigen menggunakan Nasal Cannula (Kanul Nasal) dengan laju aliran 2-3 liter/menit. Pilihan nasal cannula dipertimbangkan karena memberikan kenyamanan bagi pasien agar tetap bisa makan, minum, dan berkomunikasi dengan baik.

2. Pemasangan dan Keamanan Pasien

Perawat memasang alat dengan hati-hati. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:

  • Menjelaskan prosedur kepada pasien untuk mengurangi kecemasan.
  • Memastikan sumber oksigen menyala dan tabung terisi penuh.
  • Mengatur flowmeter sesuai dosis yang tercatat.
  • Menempatkan kanul dengan nyaman di hidung dan mengikat tali pengikat di belakang kepala dengan longgar (tidak menekan).
  • Menjaga kelembaban selaput lendir hidung dengan memberikan minum cukup dan humidifikasi jika diperlukan.

3. Pemantauan Intensif (Monitoring)

Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas terapi.

Parameter Sebelum Intervensi Selah 1 Jam Terapi Selah 24 Jam Terapi
SpO2 88% 93% 96%
Frekuensi Napas 28 x/menit (Takipnea) 24 x/menit 20 x/menit
Respons Pasien Terlihat gelisah, sesak Lebih tenang, sesak berkurang Tidak mengeluh sesak
Alat monitoring saturasi oksigen
Pemantauan saturasi oksigen menggunakan pulse oximeter.

4. Posisi Fisiologis

Selain terapi oksigen, perawat mengajarkan dan menempatkan Ny. N pada posisi High Fowler atau Semi Fowler (menengadahkan kepala tempat tidur 30-45 derajat). Posisi ini membantu menurunkan desakan diafragma sehingga paru dapat memuai secara maksimal dan memudahkan proses ventilasi.

Evaluasi

Setelah 3 x 24 jam penerapan intervensi terapi oksigen dan posisi tubuh yang tepat pada Ny. N di RSUD Labuang Baji, didapatkan hasil sebagai berikut:

  • Sifat: Masalah sebagian teratasi (Partial resolution).
  • Subjektif: Pasien mengaku sesak napas berkurang, pernapasan terasa lebih ringan dan lega.
  • Objektif:
    • Saturasi oksigen stabil di angka 96% (dengan oksigen 2 liter/menit).
    • Frekuensi napas dalam rentang normal (18-20 x/menit).
    • Tidak ditemukan sianosis pada bibir atau kuku jari.
    • Penggunaan otot bantu napas tidak tampak lagi.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, terapi oksigen tetap dilanjutkan dengan pengaturan yang disesuaikan, namun dilakukan perencanaan weaning (penurunan bertahap) oksigennya sesuai toleransi pasien setelah mendapatkan persetujuan dokter. Intervensi ini menunjukkan bahwa manajemen oksigen yang tepat sangat vital dalam memperbaiki status oksigenasi pasien TB-RO yang mengalami gangguan pertukaran gas.

Kesimpulan

Penerapan intervensi terapi oksigen pada Ny. N dengan diagnosa Tuberkulosis Resistan Obat di RSUD Labuang Baji terbukti efektif dalam mengatasi masalah keperawatan Gangguan Pertukaran Gas. Kolaborasi antara perawat dan pasien serta pemantauan ketat menjadi kunci keberhasilan tindakan ini.

```

File Referensi Untuk Penerapan Intervensi Terapi Oksigen Terhadap Gangguan Pertukaran Gas Pada Ny. N Dengan Diagnosa Medis Tuberkulosis Resistant Obat Di RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan
Screenshoot
Nama File
sigit_purnomo_70900120012.pdf

Ukuran File
1.34 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Penerapan Intervensi Terapi Oksigen Terhadap Gangguan Pertukaran Gas Pada Ny. N Dengan Diagnosa Medis Tuberkulosis Resistant Obat Di RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Penerapan Intervensi Terapi Oksigen Terhadap Gangguan Pertukaran Gas Pada Ny. N Dengan Dia...


admin
Admin
2026-06-11 23:58:43

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.K DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP SECTIO CAESARIA DENGAN INDIKASI...


admin
Admin
2026-06-09 02:38:20

Asuhan Keperawatan Pada Anak S Dengan Diagnosa Medis Diare Di Ruang Asoka RSUD Bangil Pasu...


admin
Admin
2026-06-06 08:36:12

Pelaksanaan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Di Rumah...


admin
Admin
2026-06-04 03:52:04

Pertukaran Gas Oksigen Dan Karbondioksida dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-31 03:05:06