Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh paparan energi termal, kimia, listrik, atau radiasi. Pada luka bakar kulit, kerusakan dapat terbatas pada lapisan epidermis, meluas hingga dermis, atau menembus hingga jaringan subkutan, otot, tendon, bahkan tulang.
Klasifikasi Berdasarkan Kedalaman
Menurut kedalaman kerusakan, luka bakar dibagi menjadi tiga derajat utama:
Derajat I (Superfisial): Hanya melibatkan epidermis. Memunculkan kemerahan, nyeri, dan tidak ada kulit mengelupas.
Derajat II (Parah): Menyerang epidermis dan sebagian dermis. Terbagi menjadi:
IIA Luka bakar tipis, kulit mengelupas sebagian.
IIB Luka bakar dalam, berisi cairan, nyeri hebat.
Derajat III (Penuh): Merusak seluruh lapisan kulit hingga jaringan di bawahnya (subkutan, otot, tendon, atau tulang). Kulit terlihat putih, menghitam, atau mengkilap, dan biasanya tidak berasa sakit karena saraf terputus.
Patofisiologi
Paparan energi panas menyebabkan denaturasi protein, koagulasi sel, dan kerusakan membran sel. Proses selanjutnya melibatkan:
Ekspansi jaringan Akibat pemanasan air dalam sel, menyebabkan pecahnya membran sel.
Inflamasi lokal Pelepasan mediator (histamin, prostaglandin, cytokine) meningkatkan permeabilitas kapiler, menyebabkan edema dan edema interstisial.
Hipoperfusi sistemik Pada bakar luas, kehilangan cairan menyebabkan hipotensi, penurunan aliran darah ke organ vital.
Respon imun Aktivasi sel neutrofil dan makrofag membersihkan jaringan mati, sekaligus meluncurkan proses penyembuhan.
Gejala Klinis Menurut Derajat
Derajat
Ciri-ciri Utama
Nyeri
Warna Kulit
Area Terkena
I
Area merah, tidak mengelupas, kulit kering
Nyeri ringansedang
Merah (erythematous)
10% TBSA
IIA
Epidermis mengelupas, berisi cairan tipis
Nyeri sedangparah
Merahcoklat
20% TBSA
IIB
Dermis dalam, berisi cairan pekat, kulit mengembang
Nyeri hebat
Merahcoklat gelap
30% TBSA
III
Kulit putih, menghitam, mengkilap, tidak berasa
Umumnya tidak terasa
Putihcoklathitam
Setiap persentase, terutama >30% TBSA
Penilaian & Skor
Penilaian awal meliputi:
Penentuan TBSA (Total Body Surface Area) menggunakan aturan Palmar (setara 1% TBSA) atau Rule of Nines.
Penghitungan skor Lund-Browder pada anak-anak.
Evaluasi tanda vital (HR, BP, RR) untuk menilai syok.
Pengukuran suhu tubuh, kadar glukosa, dan fungsi ginjal.
Skor ABSI (Abbreviated Burn Severity Index) yang meliputi umur, luas bakar, kedalaman bakar, inhalasi asap, dan adanya komplikasi lain dapat membantu memprediksi mortalitas.
Penanganan Luka Bakar
1. Resusitasi Cairan
Untuk bakar >20% TBSA, gunakan rumus Parkland: 4mLTBSA%berat badan (kg). Setengah diberikan dalam 8jam pertama, sisanya selama 16jam berikutnya.
2. Decontamination & Penyembuhan Luka
Luka Derajat I: Bilas dengan air bersih 2030 menit, oleskan krim antiseptik atau lotion aloes, dan tutup dengan perban steril.
Luka Derajat II: Bersihkan dengan larutan saline, debride jaringan mati bila diperlukan, kemudian gunakan perban hidrogel atau alginate.
Luka Derajat III: Debridemen bedah (early excision) diikuti dengan penutupan kulit (skin graft) atau penggunaan membran biologis.
3. Terapi Sistemik
Antibiotik profilaksis bila ada indikasi (mis. bakteri gramnegatif pada luka dalam).
Analgesik (paracetamol, NSAID, atau opioid bila nyeri berat).
Antitetanus dan imunoglobulin bila diperlukan.
4. Perawatan Lanjutan
Fisioterapi untuk mencegah kontraktur otot.
Terapi nutrisi tinggi kalori (1,52kcal/kg/h) dan protein (1,52g/kg/h).
Monitoring luka secara harian, mengganti perban setiap 2448jam.
Komplikasi
Jika tidak ditangani dengan baik, luka bakar dapat menimbulkan:
Infeksi Bakteri kulit (Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa) sering menjadi patogen utama.
Hipertensi intraokular pada bakar wajah atau kepala.
Kontraktur Pembentukan jaringan parut yang mengurangi mobilitas sendi.
Hipermetabolisme Peningkatan kebutuhan energi yang dapat menyebabkan malnutrisi.
Shock Kegagalan sirkulasi akibat kehilangan cairan besar.
Pencegahan Luka Bakar
Strategi pencegahan meliputi:
Pendidikan keamanan rumah (menjauhkan anak dari kompor, mengamankan peralatan listrik).
Penggunaan peralatan pelindung pada industri (sarung tangan tahan panas, pakaian antiflame).
Pemasangan detector asap di setiap ruangan.
Persiapan pertama (cooling dengan air mengalir selama 2030 menit) sebagai tindakan darurat.
Pelatihan pertolongan pertama bagi tenaga kesehatan dan masyarakat umum.
```
File Referensi Untuk Luka Bakar Kulit Dan Jaringan Dalam
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.