Admin 08 Jun 2026 11:08

 

Korelasi antara Ekspresi Reseptor Estrogen dan Ukuran Tumor pada Karsinoma Payudara Tipe Duktal Invasif di Nusa Tenggara Barat

Abstrak

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit neoplastik yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia dan telah menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Karsinoma payudara tipe duktal invasif adalah subtipe histopatologis yang paling sering ditemukan pada pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara ekspresi reseptor estrogen dan ukuran tumor pada karsinoma payudara tipe duktal invasif di provinsi NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara ekspresi reseptor estrogen dan ukuran tumor, di mana pasien dengan ekspresi reseptor estrogen positif cenderung memiliki ukuran tumor yang lebih kecil. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi penatalaksanaan kanker payudara di wilayah NTB.

Pendahuluan

Kanker payudara merupakan penyakit neoplastik yang berasal dari sel epitel dan stroma payudara. Penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia maupun di dunia. Berdasarkan data Globocan 2020, kanker payudara menempati peringkat pertama jenis kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia dengan jumlah kasus baru sebanyak 68.858 kasus atau 16,6% dari total jumlah kanker.

Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menghadapi tantangan dalam penanganan kanker payudara. Data dari RSUD Mataram, rumah sakit rujukan utama di provinsi ini, menunjukkan bahwa kasus kanker payudara meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan data profil kesehatan NTB tahun 2020, kanker payudara menjadi penyebab kematian tertinggi kedua pada wanita setelah kanker serviks.

Salah satu tantangan utama dalam penanganan kanker payudara di NTB adalah tingginya persentase pasien yang datang dalam kondisi stadium lanjut. Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% pasien kanker payudara di NTB datang dengan stadium III atau IV. Hal ini berdampak negatif pada prognosis pasien dan meningkatkan biaya penatalaksanaan.

Sebagai faktor prognostik yang penting, status reseptor estrogen (RE) telah lama dikenal berpengaruh terhadap perilaku biologis kanker payudara. Sekitar dua pertiga dari kanker payudara mengekspresikan reseptor estrogen. Reseptor estrogen adalah protein yang terdapat di dalam sel beberapa jenis jaringan, termasuk payudara. Reseptor ini mengikat hormon estrogen dan ketika terikat, estrogen dan reseptor bergabung untuk membentuk kompleks yang kemudian masuk ke dalam inti sel dan mengatur aktivitas gen tertentu.

Karsinoma payudara tipe duktal invasif adalah subtipe kanker payudara yang paling sering terjadi, mencakup sekitar 65-80% dari semua kasus kanker payudara. Karsinoma duktal invasif berkembang dari sel yang melapisi duktus susu dan sudah menembus membran basalis duktus untuk menginvasi jaringan payudara sekitarnya. Karakteristik tumor meliputi ukuran, grading, serta status ekspresi reseptor hormon (estrogen dan progesteron) dan HER2/neu.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara ekspresi reseptor estrogen dan ukuran tumor pada karsinoma payudara tipe duktal invasif di NTB, serta membandingkan hasil dengan penelitian sebelumnya baik di tingkat nasional maupun internasional.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada periode Januari 2019 hingga Desember 2021 di RSUD Mataram dan RSUD dr. Zainoel Abidin, dua rumah sakit rujukan utama di provinsi NTB. Populasi penelitian adalah semua pasien yang didiagnosis menderita kanker payudara tipe duktal invasif yang menjalani pembedahan.

Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien wanita dengan diagnosis kanker payudara tipe duktal invasif berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologis, telah menjalani pembedahan, masih memiliki jaringan parafin blok yang cukup untuk pemeriksaan reseptor estrogen, dan data patologi yang lengkap.

Ukuran tumor ditentukan berdasarkan pemeriksaan patologis jaringan pembedahan dan dikategorikan menjadi tiga kelompok: 2 cm, 2-5 cm, dan >5 cm sesuai dengan klasifikasi T sistem TNM dari American Joint Committee on Cancer (AJCC).

Pemeriksaan ekspresi reseptor estrogen dilakukan menggunakan metode imunohistokimia pada blok parafin jaringan tumor. Pasien dikategorikan memiliki reseptor estrogen positif jika 1% sel tumor menunjukkan pewarnaan nuklear, dan negatif jika <1% berdasarkan rekomendasi ASCO/CAP 2010.

Hasil Penelitian

Sebanyak 156 pasien memenuhi kriteria untuk analisis akhir. Karakteristik demografi responden menunjukkan bahwa usia responden berkisar antara 26-78 tahun dengan median 48 tahun. Sebagian besar responden berusia 40-49 tahun (42,9%).

Berdasarkan karakteristik tumor, mayoritas tumor memiliki ukuran >5 cm (57,1%). Sebanyak 29,5% pasien memiliki ukuran tumor 2-5 cm, sementara hanya 13,5% yang memiliki ukuran tumor 2 cm. Tingginya persentase pasien dengan ukuran tumor besar konsisten dengan data epidemiologi yang menunjukkan banyaknya pasien yang datang dalam stadium lanjut di NTB.

Ekspresi reseptor estrogen positif ditemukan pada 94 pasien (60,3%), sedangkan ekspresi reseptor estrogen negatif ditemukan pada 62 pasien (39,7%).

Hubungan Ekspresi Reseptor Estrogen dan Ukuran Tumor (n=156)
Ekspresi RE Ukuran Tumor 2 cm (n=21) Ukuran Tumor 2-5 cm (n=46) Ukuran Tumor >5 cm (n=89) Total
Positif 19 (90,5%) 35 (76,1%) 40 (44,9%) 94 (60,3%)
Negatif 2 (9,5%) 11 (23,9%) 49 (55,1%) 62 (39,7%)

Dari tabel dapat dilihat bahwa pada kelompok ukuran tumor 2 cm, 90,5% pasien menunjukkan ekspresi RE positif. Persentase ini menurun menjadi 76,1% pada kelompok ukuran tumor 2-5 cm dan menjadi 44,9% pada kelompok ukuran tumor >5 cm. Sebaliknya, pada kelompok ukuran tumor >5 cm, lebih dari setengah pasien (55,1%) menunjukkan ekspresi RE negatif.

Berdasarkan analisis bivariat, ditemukan korelasi negatif yang signifikan antara ekspresi reseptor estrogen dan ukuran tumor (r=-0,412; p=0,001). Nilai odds ratio (OR) menunjukkan bahwa pasien dengan ekspresi RE negatif memiliki risiko 5,6 kali lebih tinggi untuk memiliki ukuran tumor >5 cm dibandingkan dengan pasien yang memiliki ekspresi RE positif.

Pembahasan

Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi ekspresi reseptor estrogen positif pada karsinoma payudara tipe duktal invasif di NTB sebesar 60,3%. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional Indonesia yang diperkirakan sekitar 55%, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan negara Barat (70-80%).

Komparasi Prevalensi RE-Positif:

  • Penelitian ini (NTB): 60,3%
  • Rata-rata nasional Indonesia: 50-55%
  • Negara-negara Barat: 70-80%
  • Negara Asia lain: 55-65%

Hasil penelitian ini menemukan korelasi negatif yang signifikan antara ekspresi reseptor estrogen dan ukuran tumor. Pasien dengan ekspresi RE positif cenderung memiliki ukuran tumor yang lebih kecil. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya di Indonesia dan penelitian internasional.

Mekanisme biologis yang mendasari fenomena ini adalah bahwa dalam tumor RE positif, signaling estrogen masih terkendali oleh mekanisme regulasi normal, sehingga pertumbuhan tumor cenderung lebih lambat. Sementara itu, tumor RE negatif sering memiliki jalur signaling yang sangat aktif independen dari estrogen, dengan ekspresi reseptor faktor pertumbuhan seperti EGFR dan HER2/neu yang dapat mendorong proliferasi yang lebih cepat.

Temuan ini memiliki implikasi klinis yang penting. Pertama, status RE dapat digunakan sebagai indikator prognostik yang penting. Pasien dengan kanker payudara RE positif umumnya memiliki prognosis yang lebih baik, yang sebagian dapat dijelaskan oleh korelasi dengan ukuran tumor yang lebih kecil.

Kedua, pasien dengan kanker payudara RE positif dapat memperoleh manfaat yang signifikan dari terapi hormonal seperti tamoxifen atau inhibitor aromatase. Oleh karena itu, penentuan status RE pada semua pasien kanker payudara sangat penting untuk memilih terapi yang tepat.

Ketiga, hasil penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara di NTB. Mengingat mayoritas pasien memiliki ukuran tumor besar saat didiagnosis, diperlukan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini kanker payudara, seperti SADARI dan SADANIS, serta memperluas akses program skrining mamografi.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian ini hanya mencakup pasien dari dua rumah sakit di provinsi NTB. Kedua, penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang tidak memungkinkan penentuan hubungan sebab-akibat. Ketiga, penelitian ini tidak menganalisis faktor lain yang mungkin mempengaruhi kedua variabel.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara ekspresi reseptor estrogen dan ukuran tumor pada karsinoma payudara tipe duktal invasif di NTB. Pasien dengan ekspresi reseptor estrogen positif cenderung memiliki ukuran tumor yang lebih kecil dibandingkan dengan pasien dengan ekspresi reseptor estrogen negatif. Pasien dengan ekspresi RE negatif memiliki risiko 5,6 kali lebih tinggi untuk memiliki ukuran tumor >5 cm dibandingkan dengan pasien yang memiliki ekspresi RE positif.

Temuan ini menekankan pentingnya pemeriksaan status reseptor estrogen pada semua pasien kanker payudara sebagai bagian dari evaluasi standar. Hasil pemeriksaan ini dapat memberikan informasi prognostik yang berharga dan membantu dalam merencanakan strategi terapi yang tepat. Selain itu, diperlukan peningkatan upaya deteksi dini kanker payudara di NTB untuk mengurangi jumlah pasien yang datang dengan ukuran tumor besar.

File Referensi Untuk Korelasi Antara Ekspresi Reseptor Estrogen Dan Ukuran Tumor Pada Karsinoma Payudara Tipe Duktal Invasif Di NTB
Screenshoot
Nama File
kti_fandini.docx

Ukuran File
2.97 MB

Tipe File
DOCX

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Korelasi Antara Ekspresi Reseptor Estrogen Dan Ukuran Tumor Pada Karsinoma Payudara Tipe Duktal Invasif Di NTB. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Korelasi Antara Ekspresi Reseptor Estrogen Dan Ukuran Tumor Pada Karsinoma Payudara Tipe D...


admin
Admin
2026-06-08 11:08:15

Hubungan Antara Perawatan Payudara Dengan Kejadian Bendungan ASI Pada Ibu Nifas dan Link D...


admin
Admin
2026-06-03 04:12:05

Korelasi Antara Nilai Pengetahuan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Penggunaan Rhodamin B Pad...


admin
Admin
2026-06-06 09:46:05

Regulasi Ekspresi Gen Pada Prokariot Dan Eukariot dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-05 10:52:10

Perbandingan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas VII Dengan Strategi Cooperative Learning Tipe N...


admin
Admin
2026-06-08 23:54:10