ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan umum bagi kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Sertifikasi ini bukan sekadar label bagus, melainkan bukti bahwa laboratorium memiliki sistem manajemen mutu yang kuat, prosedur teknis yang tepat, serta personil yang kompeten. Pada halaman ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap mengenai apa itu ISO/IEC 17025, manfaat akreditasinya, proses memperoleh akreditasi, serta tantangan yang sering dihadapi laboratorium di Indonesia.
ISO/IEC 17025 diterbitkan pertama kali pada tahun 1999 dan telah mengalami revisi pada 2005, 2017, serta terbaru pada 2021. Standar ini mencakup dua area utama:
Dengan mengadopsi ISO/IEC 17025, laboratorium dapat menunjukkan bahwa hasil pengujian atau kalibrasinya dapat dipercaya oleh regulator, pelanggan, dan pihak ketiga.
Berikut beberapa keuntungan utama yang didapatkan laboratorium setelah terakreditasi:
Langkahlangkah berikut biasanya diikuti oleh laboratorium di Indonesia:
Audit internal dilakukan minimal sekali setahun untuk memastikan kesesuaian dengan standar. Temuan audit harus ditindaklanjuti dengan tindakan koreksi.
Di Indonesia, badan akreditasi yang berwenang adalah Kementerian Akreditasi Laboratorium (KALAK). Permohonan mencakup dokumen lengkap serta bukti pelaksanaan SOP.
Auditor yang independen akan menilai:
Jika semua persyaratan terpenuhi, KALAK menerbitkan sertifikat akreditasi dengan ruang lingkup yang jelas (misalnya pengujian kadar logam berat pada air minum). Sertifikat biasanya berlaku selama 2 tahun, dengan pengawasan tahunan melalui surveillance audit.
Termasuk kebijakan mutu, review manajemen, penanganan keluhan, serta prosedur perbaikan berkelanjutan.
Setiap orang yang terlibat harus memiliki kualifikasi, pelatihan, dan pengalaman yang dibuktikan. Daftar kompetensi biasanya dikelola dalam Kartu Kompetensi.
Peralatan diperlukan untuk kalibrasi rutin, verifikasi, dan pemeliharaan. Catatan kalibrasi harus mencakup:
Metode harus terdokumentasi secara lengkap, termasuk batas deteksi, batas kuantifikasi, serta prosedur kontrol kualitas (QC) seperti sampel kontrol dan standard reference material (SRM).
Setiap hasil harus dilengkapi dengan metadata (tanggal, operator, peralatan, kondisi lingkungan) dan dijaga integritasnya melalui backup serta audit trail.
Laboratorium X memutuskan untuk mengajukan akreditasi ISO/IEC 17025 pada tahun 2022. Berikut langkahlangkah yang mereka tempuh:
Setelah akreditasi, laboratorium melaporkan peningkatan permintaan layanan sebesar 45% dan mengurangi keluhan pelanggan sebesar 80% dalam 12 bulan pertama.
ISO/IEC 17025 merupakan fondasi bagi laboratorium yang ingin membuktikan kompetensinya di tingkat nasional maupun internasional. Meskipun proses akreditasi menuntut komitmen sumber daya, manfaat jangka panjangmulai dari kepercayaan pasar hingga kepatuhan regulasimenjadikannya investasi yang berharga. Dengan memahami persyaratan, menyiapkan dokumentasi secara sistematis, dan melibatkan semua level staf, laboratorium di Indonesia dapat berhasil memperoleh dan mempertahankan akreditasi yang mengangkat standar kualitas keseluruhan industri.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi KALAK atau hubungi konsultan akreditasi terdekat.
