Admin 08 Jun 2026 15:08

 

Hubungan antara Pengetahuan dan Tingkat Ekonomi dengan Tindakan Pengobatan Mandiri pada Penyakit Batuk di Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Latar Belakang

Batuk adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dialami oleh masyarakat Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, batuk berada pada urutan kelima penyakit terbanyak yang dilaporkan di fasilitas kesehatan primer. Batuk dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus maupun bakteri, alergi, polusi udara, atau kondisi kesehatan lainnya yang mendasari.

Di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, masalah batuk juga menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Kondisi geografis desa yang berada di lereng Merapi dengan potensi debu vulkanik dan perubahan cuaca yang ekstrem dapat mempengaruhi tingkat insidensi penyakit batuk di wilayah tersebut.

Pengobatan mandiri atau self-medication merupakan tindakan penggunaan obat dengan atau tanpa resep dokter untuk mengobati penyakit yang diderita, termasuk penyakit batuk. Praktik pengobatan mandiri masih sangat umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Desa Argomulyo, karena berbagai alasan seperti kemudahan akses, biaya, dan persepsi bahwa penyakit batuk adalah penyakit ringan.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan tingkat ekonomi dengan tindakan pengobatan mandiri pada penyakit batuk di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelational dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk Desa Argomulyo yang pernah mengalami batuk dan melakukan pengobatan mandiri. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden.

Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Variabel penelitian meliputi:

  • Pengetahuan tentang penyakit batuk dan pengobatannya
  • Tingkat ekonomi berdasarkan pendapatan dan aset
  • Tindakan pengobatan mandiri yang dilakukan

Hasil Penelitian

Karakteristik Responden

Dari 100 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 58% berjenis kelamin perempuan dan 42% berjenis kelamin laki-laki. Sebanyak 65% responden berusia 30-50 tahun, 25% berusia di atas 50 tahun, dan 10% berusia di bawah 30 tahun. Dari segi pendidikan, 45% responden tamat SMA/sederajat, 35% tamat SMP/sederajat, 15% tamat SD/sederajat, dan 5% berpendidikan sarjana.

Tingkat Pengetahuan Responden tentang Penyakit Batuk

Tingkat Pengetahuan Jumlah Responden Persentase
Tinggi 25 25%
Sedang 55 55%
Rendah 20 20%

Berdasarkan analisis pengetahuan responden tentang penyebab batuk, gejala yang perlu diwaspadai, cara penularan, dan pencegahan, mayoritas responden (55%) memiliki tingkat pengetahuan sedang. Sebanyak 25% memiliki pengetahuan tinggi, dan 20% memiliki pengetahuan rendah.

Tingkat Ekonomi Responden

Tingkat Ekonomi Jumlah Responden Persentase
Tinggi 10 10%
Sedang 45 45%
Rendah 45 45%

Tindakan Pengobatan Mandiri

Tindakan Pengobatan Mandiri Jumlah Responden Persentase
Tepat 65 65%
Kurang Tepat 35 35%

Sebanyak 65% responden melakukan tindakan pengobatan mandiri yang tepat, seperti menggunakan obat batuk sesuai indikasi, mematuhi dosis yang dianjurkan, dan tidak menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Sementara 35% responden melakukan tindakan pengobatan mandiri yang kurang tepat, seperti menggunakan antibiotik tanpa resep, menghentikan pengobatan sebelum waktunya, atau menggunakan obat dengan kombinasi yang tidak tepat.

Jenis Obat yang Digunakan dalam Pengobatan Mandiri

  • Obat batuk dan flu bebas (80%)
  • Tumbuhan obat keluarga (jamu) (70%)
  • Antibiotik tanpa resep dokter (15%)
  • Suplemen vitamin dan peningkat daya tahan tubuh (60%)
  • Obat tradisional/herbal (40%)

Analisis Hubungan antara Variabel

Hubungan Pengetahuan dengan Tindakan Pengobatan Mandiri

Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan pengobatan mandiri pada penyakit batuk (p-value = 0.032). Responden dengan tingkat pengetahuan tinggi cenderung melakukan pengobatan mandiri yang lebih tepat dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan rendah.

Responden dengan pengetahuan tinggi (92%) cenderung memilih obat yang sesuai dengan gejala, menaati dosis yang dianjurkan, dan memiliki kesadaran untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika gejala tidak membaik. Sebaliknya, responden dengan pengetahuan rendah (55%) cenderung menggunakan obat sembarangan tanpa memperhatikan indikasi, kontraindikasi, dan dosis.

Hubungan Tingkat Ekonomi dengan Tindakan Pengobatan Mandiri

Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi dengan tindakan pengobatan mandiri pada penyakit batuk (p-value = 0.028). Responden dengan tingkat ekonomi tinggi cenderung melakukan pengobatan mandiri yang lebih tepat dibandingkan dengan responden yang memiliki tingkat ekonomi rendah.

Responden dengan tingkat ekonomi tinggi (90%) dan sedang (71%) lebih cenderung memilih obat-obatan yang berkualitas dan terdaftar, serta memiliki kemampuan untuk membeli obat yang sesuai kebutuhan. Sementara itu, responden dengan tingkat ekonomi rendah (51%) seringkali mempertimbangkan faktor harga daripada kualitas dan keamanan obat, sehingga lebih berisiko melakukan pengobatan mandiri yang kurang tepat.

Hambatan dalam Pengobatan Mandiri yang Tepat

  • Keterbatasan informasi tentang pengobatan batuk yang tepat
  • Akses terbatas ke tenaga kesehatan untuk konsultasi
  • Tidak adanya regulasi ketat terhadap penjualan obat bebas
  • Persepsi masyarakat bahwa batuk adalah penyakit ringan yang dapat ditangani sendiri
  • Promosi obat-obatan yang tidak akurat dari berbagai media
  • Harga obat batuk yang efektif cenderung lebih mahal

Pembahasan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan tingkat ekonomi memiliki hubungan dengan tindakan pengobatan mandiri pada penyakit batuk di Desa Argomulyo. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pengetahuan kesehatan yang baik dan kemampuan ekonomi yang memadai berkontribusi terhadap praktik pengobatan mandiri yang lebih tepat.

Responden dengan tingkat pengetahuan yang lebih baik cenderung memahami pentingnya menggunakan obat sesuai indikasi, dosis, dan durasi yang tepat. Mereka juga lebih mampu membedakan antara batuk yang disebabkan oleh virus versus bakteri, sehingga lebih rasional dalam penggunaan antibiotik.

Dari sisi ekonomi, responden dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi memiliki kemampuan untuk memilih obat-obatan yang lebih berkualitas, mengakses informasi kesehatan dari berbagai sumber, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika diperlukan. Sebaliknya, responden dengan tingkat ekonomi rendah seringkali terbatas dalam hal pilihan obat dan informasi, sehingga lebih rentan melakukan praktik pengobatan mandiri yang kurang tepat.

Temuan adanya 15% responden yang menggunakan antibiotik tanpa resep doktor menjadi perhatian khusus. Praktik ini tidak hanya berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik tetapi juga meningkatkan biaya perawatan kesehatan individu dan masyarakat. Peningkatan edukasi tentang penggunaan antibiotik yang rasional sangat diperlukan, terutama di kalangan masyarakat dengan pengetahuan kesehatan yang terbatas.

Implikasi Penelitian

Hasil penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting:

  1. Perlu peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit batuk, termasuk penyebab, gejala, cara penularan, dan pengobatan yang tepat.
  2. Pelatihan bagi tenaga kesehatan daerah untuk memberikan konsultasi yang lebih efektif kepada masyarakat tentang pengobatan mandiri yang aman dan tepat.
  3. Pengaturan yang lebih ketat terkait penjualan obat-obatan tertentu, terutama antibiotik, untuk mencegah penggunaan yang tidak rasional.
  4. Peningkatan program kefarmasian di tingkat desa, termasuk ketersediaan obat-obatan berkualitas dengan harga terjangkau.
  5. Pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan untuk memberikan edukasi tentang pengobatan mandiri yang tepat.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, data yang dikumpulkan bergantung pada ingatan responden terhadap praktik pengobatan mandiri yang pernah mereka lakukan, sehingga potensi recall bias tidak dapat dihindari sepenuhnya. Kedua, penelitian ini dilakukan di satu desa saja, sehingga hasil mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi. Ketiga, faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi praktik pengobatan mandiri, seperti budaya, tradisi, atau faktor psikologis, tidak dieksplorasi secara mendalam dalam penelitian ini.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diajukan adalah:

  1. Perlu adanya program edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan terstruktur di Desa Argomulyo untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit batuk dan pengobatan yang tepat.
  2. Pemerintah desa dan dinas kesehatan setempat perlu bekerja sama untuk menyediakan layanan konsultasi obat yang mudah diakses oleh masyarakat.
  3. Perlu ada pemantauan dan evaluasi berkala terhadap praktik pengobatan mandiri di masyarakat untuk memastikan keefektifan program edukasi yang telah dilaksanakan.
  4. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menggali faktor-faktor lain yang mempengaruhi praktik pengobatan mandiri, seperti faktor budaya dan psikologis.
  5. Diperlukan penelitian intervensi untuk menguji efektivitas program edukasi tertentu dalam meningkatkan praktik pengobatan mandiri yang tepat di masyarakat.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Mayoritas responden di Desa Argomulyo memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang penyakit batuk (55%), sisanya memiliki pengetahuan tinggi (25%) dan rendah (20%).
  2. Tingkat ekonomi responden didominasi oleh kategori sedang (45%) dan rendah (45%), dengan hanya 10% termasuk kategori tinggi.
  3. Sebanyak 65% responden melakukan tindakan pengobatan mandiri yang tepat, sedangkan 35 melakukan tindakan pengobatan mandiri yang kurang tepat.
  4. Terjadi penggunaan antibiotik tanpa resep dokter pada 15% responden, yang menjadi perhatian khusus dalam praktik pengobatan mandiri.
  5. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan pengobatan mandiri pada penyakit batuk di Desa Argomulyo.
  6. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi dengan tindakan pengobatan mandiri pada penyakit batuk di Desa Argomulyo.

Upaya peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, serta penyediaan layanan kesehatan dan informasi yang mudah diakses, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan mandiri pada penyakit batuk di Desa Argomulyo.

File Referensi Untuk HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN TINGKAT EKONOMI DENGAN TINDAKAN PENGOBATAN MANDIRI PADA PENYAKIT BATUK DI DESA ARGOMULYO KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Screenshoot
Nama File
028114049_full.pdf

Ukuran File
2.18 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN TINGKAT EKONOMI DENGAN TINDAKAN PENGOBATAN MANDIRI PADA PENYAKIT BATUK DI DESA ARGOMULYO KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN TINGKAT EKONOMI DENGAN TINDAKAN PENGOBATAN MANDIRI PADA PE...


admin
Admin
2026-06-08 15:08:21

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA P...


admin
Admin
2026-06-06 14:46:16

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 09:26:05

Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Pada Balita Di Desa Baturetno Banguntapan Bantul Yog...


admin
Admin
2026-06-06 14:40:22

PENGARUH BEAUTY INFLUENCER, INOVASI PRODUK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP MINAT BELI SKINCARE...


admin
Admin
2026-06-08 09:26:15