Admin 07 Jun 2026 20:24

 

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

NY. J DENGAN DIABETES MELITUS TYPE I

DI WILAYAH ADYAKSA IX KOTA MAKASSAR

PENDAHULUAN

Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia maupun dunia. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, Indonesia menempati urutan kelima negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, yaitu sekitar 19,5 juta orang. Diabetes Melitus tipe I, meskipun hanya menyumbang sekitar 5-10% dari seluruh kasus diabetes, merupakan kondisi yang menuntut manajemen yang komprehensif, terutama pada pasien gerontik.

Perawatan gerontik pada pasien diabetes mellitus memerlukan pendekatan khusus karena adanya perubahan fisiologis yang menyertai penuaan, komorbiditas yang seringkali menyertainya, serta perubahan sistem sosial dan psikologis pada lansia. Wilayah Adyaksa IX Kota Makassar memiliki karakteristik demografis dengan proporsi penduduk lansia yang terus meningkat, sehingga asuhan keperawatan gerontik pada pasien diabetes menjadi sangat relevan.

Dokumentasi ini menyajikan asuhan keperawatan gerontik pada Ny. J, seorang pasien usia lanjut dengan diagnosis Diabetes Melitus tipe I yang tinggal di wilayah Adyaksa IX Kota Makassar. Studi kasus ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan keperawatan yang diberikan.

IDENTITAS PASIEN

Nama Ny. J (inisial untuk menjaga kerahasiaan)
Usia 67 tahun
Jenis Kelamin Perempuan
Agama Islam
Suku Bugis
Pendidikan Terakhir SMA
Pekerjaan Ibu Rumah Tangga (Purna Bakti)
Alamat Wilayah Adyaksa IX, Kota Makassar
Status Perkawinan Janda
Tanggal Masuk 10 Oktober 2023
No. Rekam Medis RM-2023-34567

RIWAYAT KESEHATAN

Riwayat Kesehatan Sekarang

Ny. J datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan utama sering merasa haus, sering buang air kecil (poliuria), badan terasa lemah, dan berat badan menurun dalam tiga bulan terakhir. Keluhan ini telah dirasakan sejak enam bulan yang lalu dan semakin meningkat sebulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan pandangan mata yang kadang-kadang kabur, terutama saat melihat objek jauh.

Pasien menderita Diabetes Melitus tipe I sejak 20 tahun yang lalu dan rutin mendapat insulin injeksi. Pasien mengakui sering lupa melakukan injeksi insulin karena kesibukan mengurus cucu dan ketiadaan anggota keluarga yang membantu mengingatkan. Pasien juga mengaku sering mengonsumsi makanan manis karena difasilitasi oleh cucu-cucunya yang sering membelikan kue dan makanan manis lain.

Riwayat Kesehatan Dahulu

Pasien mengatakan pernah menderita penyakit demam berdarah dengue pada umur 45 tahun. Tidak pernah mengalami penyakit jantung, stroke, atau penyakit kronis lain sebelum didiagnosis Diabetes Melitus. Pasien juga tidak memiliki riwayat operasi sebelumnya. Riwayat transfusi darah tidak pernah dilakukan.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Ayah pasien meninggal karena komplikasi diabetes pada usia 65 tahun, sedangkan ibu meninggal karena stroke pada usia 70 tahun. Salah satu adik perempuan juga menderita diabetes tipe II. Tidak ada riwayat penyakit keturunan lain dalam keluarga. Pasien memiliki dua orang anak yang sehat dan tinggal di Jakarta.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Pengkajian Fisik

Bagian Tubuh Hasil Pengkajian
Kesadaran Compos Mentis (CM)
Tanda Vital Tekanan Darah: 130/80 mmHg
Nadi: 88x/menit (teratur)
Suhu: 36.7C
Pernapasan: 20x/menit
SpO2: 97%
BB/TB 52 kg (berat badan turun 3 kg dalam 2 bulan) / 155 cm
BMI: 21.6 (Normal)
Kepala Tidak ada kelainan, rambut menipis berwarna putih
Mata Sclera ikterik (-), konjungtiva anemis (-), pupil Isokor, refleks cahaya baik
Telinga Serumen (-), pendengaran berkurang sedikit
Hidung Tidak ada kelainan, sekret tidak ada
Mulut Mukosa bibir kering, mukosa mulut kering, gigi berkurang (sisa 10 gigi)
Leher JVP tidak meningkat, kelenjar tiroid tidak membesar
Thoraks/Paru Vesikuler di kedua lapangan paru, tidak ada ronkhi atau wheezing
Jantung Bunyi jantung I dan II reguler, tidak ada murmur
Abdomen Perut lembut, tidak ada massa, hepato dan splenomegali (-), bising usus normal
Ekstremitas Bawah Tidak ada edema, sirkulasi baik, sensasi menurun pada distal
Kulit Turgor menurun, kering, elastisitas berkurang
Laboratorium GDS: 280 mg/dL
HbA1c: 8.9%
Urine: Glukosa +2
Lipid Profile: Kolesterol total 240 mg/dL

Pengkajian Psikososial

Ny. J tampak tenang namun kadang mengeluhkan rasa sedih tinggal sendirinya di rumah. Pasien menyatakan bahwa kedua anaknya sudah menikah dan tinggal di Jakarta sehingga jarang bisa menengoknya. Pasien tinggal bersama dua cucunya yang masih bersekolah. Pasien mengaku merasa beban mengurus cucu-cucunya namun juga merasa senang memiliki kesibukan. Pasien mengaku khawatir tentang kondisi kesehatannya dan takut menjadi beban bagi anak-anaknya.

Pengkajian Sosial Ekonomi

Pasien berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Biaya pengobatan dan insulin sebagian ditanggung oleh anak-anaknya, namun pasien terkadang mengalami kesulitan keuangan untuk biaya transportasi ke fasilitas kesehatan. Pasien tinggal di rumah sederhana di wilayah Adyaksa IX yang jarang dikunjungi oleh petugas kesehatan. Jarak ke fasilitas kesehatan terdekat sekitar 3 km dengan fasilitas transportasi terbatas.

Risiko Gerontik:
  • Isolasi sosial karena tinggal terpisah dari anak-anak
  • Ketergantungan pada anggota keluarga untuk pengingat pengobatan
  • Keterbatasan mobilitas fisik dan kemampuan pengelolaan mandiri
  • Perubahan kognitif ringan yang mempengaruhi kemampuan mengingat jadwal pengobatan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Berdasarkan hasil pengkajian, didapatkan beberapa diagnosa keperawatan prioritas pada Ny. J, antara lain:

  1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan tubuh memanfaatkan glukosa
    • Bukti: penurunan berat badan, nafsu makan menurun, polyphagia
    • Tanda-tanda: berat badan turun 3 kg dalam 2 bulan, pasien mengaku sering merasa lapar namun cepat merasa kenyang
  2. Resiko tinggi infeksi b.d proses inflamasi kronis dan gula darah tinggi
    • Bukti: kadar gula darah tinggi (GDS 280 mg/dL, HbA1c 8.9%)
    • Tanda-tanda: kulit kering, potensi luka kulit tertutup, gangguan sirkulasi perifer
  3. Defisit volume cairan b.d poliuria dan intake tidak adekuat
    • Buksi: poliuria, kulit turgor menurun, mukosa mulut kering
    • Tanda-tanda: pasien banyak minum tetapi tetap merasa haus
  4. Resiko kerusakan integritas kulit b.d peredaran darah yang menurun dan penyembuhan luka yang lambat
    • Buksi: kulit kering, elastisitas kulit menurun, sensasi distal menurun
    • Tanda-tanda: tidak ada luka saat ini tapi kondisi kulit potensial untuk luka
  5. Kurang pengetahuan tentang pengelolaan DM tipe I b.d keterbatasan akses informasi dan kemampuan kognitif
    • Buksi: pasien sering lupa injeksi insulin, konsumsi makanan tinggi gula tidak terkontrol
    • Tanda-tanda: pasien tidak teratur dalam monitoring gula darah, memerlukan bantuan mengelola diabetes
  6. Resiko isolasi sosial b.d keterbatasan mobilitas dan faktor sosial ekonomi
    • Buksi: tinggal sendirian dengan cucu, jarang berinteraksi dengan orang lain, keluhan sedih
    • Tanda-tanda: pasien mengaku merasa sendirian, anak-anak tinggal di Jakarta

PERENCANAAN KEPERAWATAN

Intervensi Ketidakseimbangan Nutrisi

  1. Menganjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan dengan komposisi karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan lemak seimbang sesuai kebutuhan kalori lansia (1500-1800 kalori/hari)
  2. Mengedukasi pasien mengenai penggantian karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks
  3. Mengajarkan cara memilih makanan sehat dan menghitung kadar gula makanan
  4. Mengatur jadwal makan teratur (3 kali makan utama + 2 kali snack)
  5. Memonitor berat badan secara berkala (sekali seminggu)

Intervensi Resiko Infeksi

  1. Mengedukasi pentingnya kebersihan diri, terutama kebersihan tangan, kaki, dan area genital
  2. Mengajarkan teknik perawatan kaki yang benar untuk penderita diabetes
  3. Menganjurkan penggunaan pakaian bersih dan menyerap keringat
  4. Mendorong pasien untuk tidak memakai alas kaki tertutup terlalu lama
  5. Memonitor tanda-tanda infeksi: kemerahan, pembengkakan, nanah, atau peningkatan suhu tubuh

Intervensi Defisit Volume Cairan

  1. Menganjurkan pasien untuk minum air putih minimal 2000-2500 cc/hari
  2. Memonitor tanda-tanda dehidrasi: turgor kulit, mukosa mulut, haluaran urin
  3. Mengedukasi keluarga untuk menyediakan minuman air putih yang mudah dijangkau
  4. Mengajarkan tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai
  5. Mengatur jadwal minum teratur

Intervensi Resiko Kerusakan Integritas Kulit

  1. Mengedukasi pentingnya memeriksa kulit, terutama kaki, setiap hari
  2. Mengajarkan cara merawat kaki dengan benar: mencuci kaki dengan air hangat sabun lembut, mengeringkan dengan lembut, menggunakan pelembab
  3. Menganjurkan pemakaian alas kaki yang nyaman dan sesuai ukuran
  4. Menghindari penggunaan bahan kimia yang keras pada kulit
  5. Mengajarkan cara memeriksa celah-celah kaki untuk mendeteksi luka dini

Intervensi Kurang Pengetahuan

  1. Mengedukasi tentang pentingnya keteraturan injeksi insulin
  2. Mengajarkan cara injeksi insulin yang benar
  3. Mengajarkan cara menyimpan dan mengatur insulin
  4. Mengedukasi tentang pentingnya monitoring gula darah teratur
  5. Mengajarkan cara membedakan tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia
  6. Menghubungkan pasien dengan kelompok dukungan penderita diabetes di wilayah Adyaksa IX
  7. Membuat jadwal pengingat obat dan jadwal kontrol yang dapat dibantu oleh keluarga

Intervensi Resiko Isolasi Sosial

  1. Menganjurkan pasien untuk tetap terlibat dalam aktivitas sosial sesuai kemampuan, seperti kegiatan posyandu lansia
  2. Mengedukasi pasien mengenai fasilitas dukungan sosial yang tersedia di wilayah Adyaksa IX
  3. Menganjurkan pasien untuk berkomunikasi rutin dengan anak-anaknya melalui telepon
  4. Menghubungkan pasien dengan petugas kesehatan lingkungan yang dapat memantau kesehatannya secara berkala
  5. Menganjurkan kegiatan rekreasi ringan yang dapat dilakukan bersama cucu-cucu

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Implementasi Pendidikan Kesehatan

Pasien diberikan edukasi intensif mengenai pengelolaan diabetes melitus tipe I. Pendidikan kesehatan meliputi penjelasan mengenai penyakit, komplikasi, pentingnya keteraturan obat, diet, dan olahraga. Materi disampaikan dengan metode ceramah singkat, demonstrasi, dan leaflet berbahasa Indonesia yang mudah dipahami.

Demonstrasi praktik dilakukan untuk teknik injeksi insulin yang benar, cara mengukur gula darah dengan portable glucometer, serta teknik pemeriksaan dan perawatan kaki. Pasien diminta melakukan praktek ulang untuk memastikan pemahaman.

Implementasi Manajemen Nutrisi

Dietitian bekerja sama dengan perawat menyusun menu makanan yang sesuai dengan kondisi pasien, budaya lokal Makassar, dan kemampuan ekonomi. Rencana diet mencakup penggantian olahan makanan lokal dengan kandungan gula tinggi dengan alternatif lebih sehat, serta pengaturan porsi yang tepat.

Implementasi Manajemen Obat

Jadwal injeksi insulin disusun ulang untuk memudahkan pasien mengingatnya, dengan dibuatkan pengingat visual yang ditempatkan di tempat strategis di rumah. Keluarga diminta untuk membantu mengingatkan pasien mengenai jadwal pengobatan.

Implementasi Monitoring dan Evaluasi

Pasien diajarkan cara mengukur gula darah mandiri setidaknya dua kali seminggu dan mencatat hasilnya. Buku catatan glukosa darah disediakan untuk monitoring oleh petugas kesehatan. Monitoring tanda-tanda komplikasi juga diperlukan, terutama pada area kaki.

Koordinasi dengan Petugas Kesehatan Lingkungan

Dihubungi petugas Puskesmas yang bertanggung jawab di wilayah Adyaksa IX untuk memantau pasien secara berkala. Dijadwalkan kunjungan home care oleh perawat komunitas dua minggu sekali dalam bulan pertama, kemudian sebulan sekali sesuai kondisi pasien.

EVALUASI KEPERAWATAN

Evaluasi Ketidakseimbangan Nutrisi

Setelah empat minggu intervensi, berat badan pasien stabil dan meningkat 0,5 kg. Pasien mengaku nafsu makan meningkat dan mengikuti jadwal makan yang ditentukan. Tanda-tanda polyphagia berkurang secara signifikan.

Evaluasi Resiko Infeksi

Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi baru selama periode monitoring. Pasien mampu melakukan perawatan kaki yang benar dan mempraktikkan teknik kebersihan diri yang diajarkan.

Evaluasi Defisit Volume Cairan

Mukosa mulut lebih lembab, turgor kulit membaik, dan pasien mengaku frekuensi minum teratur dengan total cairan mencapai target. Tidak ditemukan tanda-tanda dehidrasi.

Evaluasi Resiko Kerusakan Integritas Kulit

Kondisi kulit membaik, terutama pada area kaki. Pasien memeriksa kaki setiap hari dan melaporkan tidak ada luka atau iritasi baru. Elastisitas kulit sedikit meningkat.

Evaluasi Kurang Pengetahuan

Pasien mampu menjelaskan kembali informasi penting mengenai pengelolaan diabetes. Pasien lebih teratur dalam melakukan injeksi insulin dan mengukur gula darah secara mandiri. Pasien mengaku lebih paham mengenai tanda-tanda komplikasi dan langkah pencegahannya.

KESIMPULAN

Asuhan keperawatan gerontik pada Ny. J, pasien dengan Diabetes Melitus tipe I di wilayah Adyaksa IX Kota Makassar, memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Fokus utama meliputi manajemen nutrisi, pencegahan komplikasi, edukasi kesehatan, dan dukungan sosial.

Pasien lansia dengan diabetes memerlukan perhatian khusus karena perubahan fisik yang menyertainya proses penuaan, penurunan fungsi kognitif ringan, dan potensi isolasi sosial. Intervensi yang diberikan menunjukkan perbaikan pada kondisi fungsional pasien, peningkatan pengetahuan, dan kemampuan pengelolaan mandiri diabetes.

Faktor pendukung keberhasilan adalah sistem dukungan keluarga, kesediaan pasien untuk belajar, dan akses terhadap fasilitas kesehatan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan ekonomi, jarak ke fasilitas kesehatan, dan penurunan kemampuan fisik terkait penuaan.

Kolaborasi antara perawat, petugas kesehatan komunitas, dan keluarga sangat penting untuk memastikan keberlanjutan asuhan keperawatan pada pasien gerontik dengan Diabetes Melitus tipe I di tingkat masyarakat.

File Referensi Untuk ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.J DENGAN MASALAH DIABETES MELITUS TYPE I DI WILAYAH ADYAKSA IX KOTA MAKASSAR
Screenshoot
Nama File
3239db411eda980badacef70bf211445.pdf

Ukuran File
2.31 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.J DENGAN MASALAH DIABETES MELITUS TYPE I DI WILAYAH ADYAKSA IX KOTA MAKASSAR. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.J DENGAN MASALAH DIABETES MELITUS TYPE I DI WILAYAH AD...


admin
Admin
2026-06-07 20:24:10

Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kot...


admin
Admin
2026-06-07 04:30:21

Asuhan Keperawatan Pada Ny. E. K Dengan Diagnosa Medis Diabetes Melitus dan Link Download...


admin
Admin
2026-06-07 08:10:20

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Primigravida Dengan Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Te...


admin
Admin
2026-06-08 18:52:15

Asuhan Keperawatan Ny. N Dengan Diabetes Melitus Di Ruang KIRANA Rumah Sakit dan Link Down...


admin
Admin
2026-06-06 17:54:11