Workload Indicators of Staffing Need atau yang lebih dikenal dengan singkatan WISN adalah sebuah metode sistematis yang dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja nyata di tempat kerja, khususnya sektor kesehatan. Metode ini bertujuan untuk membantu pengelola sumber daya manusia agar dapat merencanakan kebutuhan staf secara lebih akurat dan efektif, dengan mempertimbangkan aktivitas yang dikerjakan dan waktu yang dibutuhkan.
WISN adalah suatu pendekatan kuantitatif yang menilai kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja yang dihadapi oleh staf di fasilitas pelayanan. Dengan menggunakan indikator aktivitas dan standar waktu pelaksanaan, WISN membantu menentukan berapa jumlah staf yang dibutuhkan agar pelayanan dapat diberikan secara optimal tanpa mengalami kekurangan maupun kelebihan tenaga kerja.
Tidak seperti metode perhitungan kebutuhan staf yang sekadar berbasis populasi atau asumsi standar kaku, WISN fokus pada data riil aktivitas kerja. Oleh karena itu, metode ini sangat berguna di lingkungan yang memiliki variasi aktivitas tinggi dan beban kerja yang tidak merata antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.
Metode WISN terdiri dari beberapa komponen penting yang harus dikumpulkan dan dianalisis, yaitu:
Penerapan WISN melibatkan proses yang sistematis dan partisipatif, yang biasanya dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:
Langkah awal adalah mengidentifikasi seluruh aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kerja pada unit kerja tertentu. Aktivitas ini dicatat secara rinci agar dapat dianalisa beban kerjanya.
Menggunakan observasi langsung, wawancara, atau metode analisis kerja lain untuk menentukan waktu yang dibutuhkan menyelesaikan setiap aktivitas secara standar dan efisien.
Data aktivitas riil selama periode tertentu (misalnya satu tahun) dikumpulkan untuk mengetahui berapa banyak aktivitas yang telah dilakukan oleh staf.
Menghitung jumlah jam kerja efektif yang tersedia bagi satu orang staf dengan memperhitungkan hari kerja, cuti, pelatihan, dan jeda waktu lain.
Dengan membandingkan total waktu kerja yang diperlukan dengan waktu kerja tersedia per staf, dapat ditentukan berapa jumlah staf yang seharusnya dibutuhkan di unit tersebut berdasarkan beban kerja nyata.
Hasil perhitungan dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi jumlah staf baru, redistribusi staf, atau pengaturan ulang tugas agar tercapai efisiensi dan keseimbangan kerja.
Penerapan WISN memberikan berbagai manfaat penting, antara lain:
Meskipun sangat berguna, penerapan metode WISN tidak lepas dari sejumlah tantangan, antara lain:
Di Indonesia, WISN mulai diperkenalkan dan diterapkan sejak beberapa tahun lalu, khususnya di sektor kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lain di berbagai daerah. Kementerian Kesehatan mendukung pengembangan WISN sebagai alat bantu perencanaan manajemen sumber daya manusia kesehatan yang strategis.
Berbagai studi kasus di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah menunjukkan bahwa WISN membantu mengidentifikasi ketidakseimbangan jumlah staf, mempermudah redistribusi, serta meningkatkan produktivitas pelayanan. Dengan data beban kerja yang jelas, instansi kesehatan dapat mengajukan penambahan staf secara terukur dan sesuai kebutuhan riil.
WISN adalah metode yang sangat berharga untuk menentukan kebutuhan staf berdasarkan beban kerja nyata. Metode ini membantu menjawab berbagai permasalahan klasik dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya terkait distribusi dan jumlah tenaga kerja yang tidak seimbang. Dengan data yang akurat dan analisa yang tepat, WISN dapat menjadi alat utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkualitas.
"Perencanaan tenaga kerja yang baik adalah pondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan."
Untuk mendukung keberhasilan WISN, dibutuhkan komitmen dari seluruh pihak mulai dari manajemen hingga staf pelaksana, serta investasi dalam pengumpulan data dan pelatihan yang memadai. Dengan begitu, perencanaan SDM tidak lagi bersifat asumsi, melainkan berbasis bukti nyata yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
WISN bukan hanya sebuah metode, tetapi juga sebuah pendekatan agar sumber daya manusia yang tersedia dapat dikelola secara lebih cerdas dan adaptif, sejalan dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi pelayanan.
