Sejarah Singkat Tapai Singkong
Tapai merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu di berbagai wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia, tapai pertama kali dibuat dari beras ketan, ubi, atau singkong. Singkong (Manihot esculenta) diperkenalkan ke Indonesia pada abad ke16 oleh pedagang Portugis, kemudian tersebar luas di pulau-pulau besar hingga menjadi bahan pokok bagi banyak masyarakat.
Karena singkong mudah tumbuh dan berproduksi tinggi, petanipetani di daerah tropis mulai mengolahnya menjadi makanan fermentasi agar dapat disimpan lebih lama. Proses fermentasi tidak hanya memperpanjang umur simpan, tetapi juga menambah cita rasa manis asam yang khas, menjadikan tapai singkong sebagai camilan populer pada saat upacara adat, pasar malam, hingga sebagai hidangan penutup.
Cara Membuat Tapai Singkong
Berikut langkahlangkah sederhana untuk membuat tapai singkong di rumah:
- Pembersihan: Cuci bersih singkong muda, potong menjadi bagianbagian sekitar 57cm.
- Perendaman: Rendam potongan singkong dalam air bersih selama 23 jam untuk mengurangi rasa pahit.
- Pemasakan: Rebus atau kukus singkong hingga setengah matang, tak sampai hancur.
- Pencampuran ragi: Setelah dingin, lumuri singkong dengan ragi tapai (biasanya ragi tempe atau ragi khusus tapai) sebesar 23% berat singkong.
- Penyimpanan: Letakkan singkong yang telah dibumbui ragi ke dalam wadah bersih (plastik atau kaca), tutup rapat, dan simpan pada suhu ruang (2530C) selama 23 hari.
- Pemeriksaan: Tapai matang bila muncul bulirbulir putih (kulat ragi) dan aroma manis asam tercium.
Sumber: Fotografi pribadi
Jika ingin tekstur lebih lembut, dapat menambahkan sedikit gula pasir atau kelapa parut pada tahap pencampuran ragi. Penggunaan ragi alam (seperti ragi tempe) akan memberikan rasa yang lebih autentik dibanding ragi komersial.
Varian Rasa dan Penyajian
Tapai singkong dapat dimodifikasi dengan berbagai tambahan rasa:
- Tapai Gula Merah Tambahkan gula merah cair saat mencampur ragi untuk rasa karamel.
- Tapai Kelapa Campurkan kelapa parut manis sebelum fermentasi, menghasilkan tekstur kenyal.
- Tapai Jahe Sedikit jahe parut memberikan sensasi hangat dan menambah nilai antiinflamasi.
- Tapai Durian Bagi pecinta durian, aduk puree durian setelah proses fermentasi selama 2 hari.
Penyajian umum meliputi: disajikan langsung sebagai camilan, dicampur dengan santan kental, atau dijadikan topping es serut.
Manfaat Kesehatan Tapai Singkong
Walaupun mengandung gula alami, tapai singkong memiliki beberapa manfaat nutrisi:
- Probiotik Fermentasi menghasilkan bakteri baik yang membantu pencernaan.
- Energi Cepat Karbohidrat kompleks singkong memberikan energi tahan lama.
- Sumber Vitamin B Ragi mengandung thiamin, riboflavin, dan niasin.
- Antioksidan Penambahan jahe atau gula merah meningkatkan kandungan antioksidan.
- Rendah Lemak Tidak mengandung lemak jenuh, cocok bagi yang menjaga pola diet.
Namun, bagi penderita diabetes sebaiknya mengonsumsi dalam porsi kecil karena kandungan gula yang cukup tinggi.
Tips Penyimpanan dan Pengawetan
Setelah tapai matang, Anda dapat menyimpannya:
- Di dalam kulkas selama 12 minggu untuk menjaga kesegaran.
- Dalam freezer (pakai kantong kedap udara) hingga 3 bulan; cukup dicairkan sebelum dinikmati.
- Jika ingin menambah masa simpan, rebus kembali tapai selama 5 menit sebelum dibekukan.
Hindari menyimpan tapai pada suhu terlalu tinggi atau lembab karena dapat mempercepat pertumbuhan jamur tak diinginkan.
