Admin 13 Jun 2026 17:52

 

SOP Memasang Infus / Scalpvein pada Bayi

PENDAHULUAN

Pemasangan infus (intravenous therapy) pada bayi merupakan tindakan medis invasif yang dilakukan untuk memasukkan cairan, obat-obatan, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah vena. Pada bayi, pemilihan vena seringkali menjadi tantangan karena ukuran pembuluh darah yang kecil dan tidak stabil. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah pemasangan scalpvein (infus di area kulit kepala). Area kulit kepala memiliki vena-vena yang relatif lebih mudah dilihat dan distabilkan dibandingkan ekstremitas pada bayi yang gemuk atau dehidrasi. Prosedur ini memerlukan kehati-hatian, ketelitian, dan aspek psikologis kepada orang tua, karena pemasangan di kepala sering menimbulkan kecemasan.

Tujuan

  1. Untuk menggantikan cairan tubuh (rehidrasi) pada bayi yang mengalami dehidrasi berat.
  2. Sebagai jalur pemberian obat-obatan intravena (antibiotik, antikejang, dll).
  3. Untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi parenteral jangka pendek.
  4. Memastikan tindakan dilakukan secara steril, aman, dan cepat untuk mengurangi trauma pada bayi.
  5. Menekan risiko infeksi dan komplikasi lainnya seperti infiltrasi atau flebitis.

Kebijakan

  • Tindakan pemasangan infus hanya boleh dilakukan oleh dokter atau perawat yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.
  • Harus selalu dilakukan dengan prinsip sterilisasi yang ketat (aseptik dan antiseptik).
  • Gunakan ukuran kanula sesuai dengan kondisi vena bayi (umumnya ukuran 22G - 24G).
  • Dapatkan informed consent (persetujuan tindakan) dari orang tua atau penanggung jawab pasien sebelum melakukan tindakan.

Indikasi dan Kontraindikasi

Indikasi:

  • Kondisi gawat darurat seperti kejang, syok, atau sepsis.
  • Buang air besar encer berulang menyebabkan dehidrasi berat dengan tanda-tanda bahaya.
  • Bayi tidak mampu minum atau muntah berat.
  • Pembuluh darah di tangan dan kaki sulit diakses (sulit dilihat atau diraba).

Kontraindikasi:

  • Adanya infeksi lokal atau luka terbuka di tempat penginsertan.
  • Trauma atau fraktur di area kepala (kontraindikasi relatif tergantung lokasi).
  • Kelainan pembekuan darah yang berat.

Alat dan Bahan

Sebelum memulai tindakan, pastikan troli infus telah disiapkan dan berisi:

  • Cairan infus sesuai order dokter (D5W, NaCl 0.9%, RL, dll).
  • Set infus sterile (Giveset) dan botol cairan.
  • Kanula abocath / scalpvein set (ukuran 22G, 23G, atau 24G).
  • Sterile gauze (kassa steril).
  • Antiseptik (Alkohol 70% atau Povidone Iodine).
  • Plaster / micropore dan kapas.
  • Splint kecil (bisa menggunakan spuit 5cc tanpa jarum atau papan kayu kecil) untuk imobilisasi tambahan jika diperlukan.
  • Tourniquet (karet pengikat) opsnional, seringkali pada bayi cukup dengan bantuan asisten menekan vena secara manual.
  • Gunting tali infus.
  • Sarung tangan steril.
  • Dekstri (selotip penanda nama ukuran kanula).
  • Tray (tempat steril).
  • Larutan NaCl 0.9% (flush) untuk memastikan patensi vena.

Prosedur Pelaksanaan

1. Persiapan

  1. Cuci tangan sesuai standar (7 langkah cuci tangan).
  2. Siapkan semua peralatan di ruangan yang memadai dengan pencahayaan yang cukup.
  3. Pasang APD (Alat Pelindung Diri) minimal menggunakan sarung tangan.
  4. Lakukan verifikasi identitas bayi (nama, tanggal lahir, diagnosa).
  5. Beri penjelasan singkat kepada orang tua mengenai prosedur yang akan dilakukan dan meminta persetujuan.

2. Pemilihan Vena

  1. Pilih vena di area kepala yang tampak jelas. Vena yang sering digunakan adalah vena temporalis superficial atau vena frontalis.
  2. Hindari area sekitar mata (bahinya mata) untuk mencegah cedera mata saat membalikan kepala.
  3. Rapikan rambut di area sekitar lokasi tusukan jika diperlukan, namun sebisa mungkin jangan mencukur habis (cukup sedikit) untuk meminimalkan trauma psikologis orang tua.

3. Teknik Pemasangan

  1. Atur posisi bayi telentang (supine) dan kepala sedikit miring ke sisi berlawanan dari lokasi tusukan, atau posisikan bayi di pangkuan ibu/penanggung jawab.
  2. Jaga agar bayi tetap tenang. Jika perlu, minta bantuan asisten untuk menahan kepala dan badan bayi.
  3. Bersihkan area tusukan secara menyeluruh dengan antiseptik (Povidone Iodine atau Alkohol 70%) dengan gerakan melingkar dari dalam ke luar, biarkan mengering.
  4. Stabilkan vena dengan menarik kulit di bagian bawah vena dengan jari non-dominan. Tangan asisten bisa membantu memperlihatkan vena dengan cara melakukan kompresi vena oklusif (menekan vena menuju kepala untuk memblokir aliran balik sehingga vena menegang).
  5. Ambil kanula (scalpvein) dan buka pelindungnya. Pastikan jarum tidak terlepas dari selangnya.
  6. Lakukan tusukan dengan sudut 10-30 derajat terhadap kulit. Arah jarus sejajar dengan vena.
  7. Tusukkan jarum sampai terasa "pop" (vena tembus), lalu turunkan sudut jarum menjadi lebih datar (10-15 derajat) dan lanjutkan memasukkan kanula sekitar 1-2 mm lagi untuk memastikan kanula berada di lumen vena.
  8. Tahan piston (jarum) tetap, lalu dorong kateter (selang plastik bening) masuk sepenuhnya ke dalam vena.
  9. Lepaskan tourniquet atau tekanan oklusif (jika asisten menahan).
  10. Hubungkan cairan infus yang sudah disiapkan. Buka klem sedikit dan perhatikan aliran cairan (tetesan) serta apakah ada pembengkakan (infiltrasi).
  11. Jika darah balik lancar dan cairan mengalir mulus tanpa pembengkakan, pasang plester dengan kuat dan aman untuk menambatkan kanula.
  12. Tutup tusukan dengan kapas steril yang dibasahi antiseptik (opsional) dan lekatkan plester dengan teknik yang aman.
  13. Selotip selang infus agar tidak tarik-menarik.
  14. Pasang tanggal pemasangan (Dekstri).
Catatan Penting: Pada bayi, penggunaan bantalan kapas yang terlalu tebal di atas jarum bisa menimbulkan "butterfly effect" (tekanan pada lengan yang menghalangi aliran cairan). Pastikan pemasangan plester tidak menghambat aliran cairan.

Imobilisasi

Karena area kepala sangat mudah bergerak, terutama saat bayi menangis atau menggeleng, imobilisasi adalah kunci keberhasilan.

  • Gunakan teknik penambatan yang baik (memfixasi kanula di tengah diikuti pendekatan silang pada selang).
  • Jika memungkinkan, pasang gips kecil atau splint melingkar pada kepala (seperti mahkota kecil) agar selang tidak tertarik saat bayi bergerak.
  • Berikan sarung tangan penutup pada tangan bayi jika perlu untuk mencegah bayi mencabut infus secara tidak sengaja.

Evaluasi dan Komplikasi

Evaluasi

  • Periksa aliran tetesan cairan infus setiap jam pasti lancar.
  • Periksa area tusukan apakah terjadi kemerahan (phlebitis), pembengkakan (infiltrasi), atau bocor.
  • Pantau tanda-tanda vital (denyut nadi, pernapasan, suhu badan) secara berkala.

Komplikasi

  • Infiltrasi: Cairan bocor ke jaringan luar pembuluh darah, ditandai dengan pembengkakan dan kulit dingin/pucat di area sekitar.
  • Flebitis: Radang pada vena, di tandai garis merah sepanjang vena dan area terasa hangat.
  • Hematoma: Memar akibat tindakan tusukan menembus dinding vena.
  • Infeksi: Terjadi jika teknik aseptik tidak dijalankan dengan baik.
  • Saraf Terluka: Risiko jarang namun fatal jika tusukan salah arah mengenai saraf di area kepala.

Dokumentasi

Setelah tindakan selesai, perawat atau pelaksana wajib mencatat dokumentasi pada rekam medis pasien yang meliputi:

  • Jam dan tanggal pemasangan infus.
  • Ukuran kanula (type) yang digunakan.
  • Lokasi pemasangan (misal: Regio Temporalis Sinistra).
  • Jenis cairan infus dan laju tetesan (cc/jam).
  • Reaksi atau komplikasi selama prosedur.
  • Edukasi yang telah diberikan kepada orang tua.
  • Jumlah darah balik yang didapat (jika signifikan).

Penutup

Pemasangan infus scalpvein pada bayi adalah keterampilan yang memerlukan latihan dan ketenangan. Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh berhasilnya memasukkan jarum, tetapi juga kemampuan mempertahankan patensi jalur tersebut agar pengobatan dapat berjalan efektif. Komunikasi yang baik dengan keluarga bayi juga sangat penting untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kerja sama selama perawatan.

```

File Referensi Untuk SOP MEMASANG INFUS / SCALPVEIN PADABAYI
Screenshoot
Nama File
1524060167_sop_memasang_infus_pada_bayi.pdf

Ukuran File
0.07 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk SOP MEMASANG INFUS / SCALPVEIN PADABAYI. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

SOP MEMASANG INFUS / SCALPVEIN PADABAYI dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-13 17:52:14

GAMBARAN PELAKSANAAN PEMASANGAN INFUS YANG TIDAK SESUAI SOP TERHADAP KEJADIAN FLEBITIS dan...


admin
Admin
2026-06-08 19:32:16

Memasang Kabel Kamera dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-31 03:49:03

Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah, Rumah Ibad...


admin
Admin
2026-06-01 21:07:03

Infus Kadaluarsa dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-24 14:25:08