Rumput laut telah menjadi fokus penelitian ilmiah karena potensi kesehatan dan nutrisinya yang luar biasa. Di antara berbagai jenis rumput laut, spesies dari ordo Fucales, seperti Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata, menarik perhatian peneliti karena kandungan metabolit sekunder yang beragam serta aktivitas biologisnya yang signifikan, terutama sifat antioksidan.
Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas yang tidak stabil. Kerusakan sel ini terkait dengan berbagai penyakit kronis termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, dan penyakit neurodegeneratif. Sumber antioksidan alami semakin dicari sebagai alternatif pengganti sintetik karena kekhawatiran tentang efek samping jangka panjang sintetik.
Sargassum duplicatum, umumnya ditemukan di perairan tropis dan subtropis, telah digunakan secara tradisional dalam berbagai aplikasi pengobatan alternatif. Demikian pula, Turbinaria ornata, yang tersebar luas di perairan Indo-Pasifik, memiliki sejarah penggunaan tradisional dalam berbagai bentuk. Kedua spesies ini memiliki potensi yang belum sepenuhnya dieksplorasi sebagai sumber senyawa antioksidan alami.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kelas senyawa yang ada dalam ekstrak metanol dari Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penemuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman nilai farmakologis dari kedua spesies rumput laut ini.
Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata dikumpulkan dari perairan pantai selatan Jawa Timur. Sampel diidentifikasi, dikeringkan hingga kadar air mencapai 10-12%, kemudian dihaluskan menjadi serbuk.
Ekstraksi dilakukan menggunakan metanol (80%) dengan metode maserasi selama 3 hari. Filtrat kemudian disaring dan diuapkan menggunakan rotary evaporator hingga didapatkan ekstrak kental.
Skrining fitokimia dilakukan untuk mendeteksi keberadaan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, steroid, dan fenol.
Evaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilakukan dengan mencampurkan ekstrak sampel pada berbagai konsentrasi dengan larutan DPPH 0,1 mM. Campuran diinkubasi selama 30 menit pada suhu kamar dalam kondisi gelap, kemudian absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Kapabilitas pembersihan radikal bebas dihitung sebagai persentase hambatan DPPH dan nilai IC50 ditentukan.
Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata mengandung berbagai metabolit sekunder. Pada kedua spesies, terdeteksi keberadaan flavonoid, fenol, tanin, dan terpenoid. Alkaloid terdeteksi dalam jumlah kecil pada Sargassum duplicatum namun tidak terdeteksi dalam Turbinaria ornata. Steroid dan saponin terdeteksi dalam kedua spesies dengan konsentrasi yang berbeda.
| Komponen Fitokimia | Sargassum duplicatum | Turbinaria ornata |
|---|---|---|
| Alkaloid | + | - |
| Flavonoid | ++ | ++ |
| Fenol | ++ | ++ |
| Tanin | + | + |
| Saponin | + | + |
| Terpenoid | + | + |
| Steroid | + | + |
Keterangan: +: terdeteksi, ++: terdeteksi dalam jumlah tinggi, -: tidak terdeteksi
Flavonoid, fenol, dan tanin terbukti menjadi kelompok senyawa dominan dalam kedua ekstrak rumput laut. Senyawa-senyawa ini telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dalam penelitian sebelumnya, yang mungkin menjelaskan aktivitas antioksidan signifikan yang diamati dalam studi ini.
Dalam uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, kedua ekstrak menunjukkan aktivitas pembersihan radikal bebas yang konsentrasi-bergantung. Sargassum duplicatum menunjukkan aktivitas pembersihan DPPH dengan nilai IC50 sebesar 47,6 g/mL, sedangkan Turbinaria ornata memiliki nilai IC50 sebesar 52,3 g/mL. Nilai IC50 yang lebih rendah menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat. Dibandingkan dengan asam askorbat (IC50 = 8,2 g/mL) sebagai kontrol positif, aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut lebih rendah namun tetap menunjukkan potensi yang signifikan.
Perbedaan dalam aktivitas antioksidan antara kedua spesies dapat dihubungkan dengan variasi dalam komposisi dan konsentrasi metabolit sekunder yang dikandungnya. Analisis korelasi menunjukkan bahwa kandungan flavonoid dan fenol berkontribusi signifikan terhadap aktivitas antioksidan yang diobservasi, dengan koefisien korelasi masing-masing 0,89 dan 0,87 (p<0,05).
Bandingan dengan penelitian sebelumnya pada spesies rumput laut lain menunjukkan bahwa Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata memiliki aktivitas antioksidan yang sebanding atau superior dibandingkan dengan beberapa spesies lain dari genus yang sama. Variasi ini dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti lokasi geografis, musim pengumpulan, dan kondisi laut selama pertumbuhan.
Mekanisme aktivitas antioksidan dari ekstrak rumput laut ini diperkirakan melibatkan beberapa jalur: donasi atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas, kemampuan reduksi ion logam yang teroksidasi, dan kemampuan mengkelat ion logam transisi. Keberadaan berbagai metabolit sekunder dalam ekstrak memberikan efek sinergistik yang meningkatkan aktivitas antioksidan secara keseluruhan.
Aplikasi potensial dari ekstrak Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata sebagai sumber antioksidan alami mencakup industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Dalam industri pangan, ekstrak dapat digunakan sebagai pengawet alami untuk mencegah oksidasi lemak. Dalam kosmetik, aktivitas antioksidan dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan penuaan dini.
Penelitian ini berhasil melakukan skrining fitokimia dan mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol rumput laut Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata. Skrining fitokimia mengungkapkan keberadaan berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tanin, terpenoid, steroid, dan saponin, dengan flavonoid dan fenol menjadi senyawa dominan dalam kedua spesies.
Kedua ekstrak rumput laut menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan dalam uji DPPH, dengan Sargassum duplicatum menunjukkan aktivitas yang sedikit lebih kuat. Nilai IC50 untuk pembersihan DPPH adalah 47,6 g/mL untuk Sargassum duplicatum dan 52,3 g/mL untuk Turbinaria ornata.
Korelasi yang kuat antara kandungan flavonoid dan fenol dengan aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini berkontribusi signifikan terhadap kapasitas antioksidan yang diobservasi. Perbedaan dalam aktivitas antioksidan antara kedua spesies dapat dijelaskan oleh variasi dalam komposisi dan konsentrasi metabolit sekunder.
Ekstrak Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata memiliki potensi yang menjanjikan sebagai sumber antioksidan alami untuk berbagai aplikasi dalam industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengisolasi senyawa aktif spesifik dan mengembangkan metode ekstraksi yang lebih efisien.
