Latar Belakang
Donor darah merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan cukup bagi pasien yang membutuhkan. Di Indonesia, kebutuhan darah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kasus medis yang memerlukan transfusi. Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Yogyakarta menempati posisi strategis sebagai institusi pendidikan kesehatan yang menghasilkan tenaga medis muda. Mahasiswa Fakultas Kesehatan tidak hanya menjadi calon tenaga kesehatan, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran donor darah di komunitas kampus.
Berbagai program donor darah kampus telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir, melibatkan mahasiswa, dosen, dan staff. Namun, partisipasi mahasiswa masih bervariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor psikologis, sosial, serta pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap, motivasi, serta hambatan yang dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Unjani dalam melakukan donor darah.
Metode Penelitian
Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan survei crosssectional. Sampel terdiri dari 350 mahasiswa dari tiga program studi utama: Kedokteran, Keperawatan, dan Kebidanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sehingga proporsi tiap program terwakili secara proporsional.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup yang dibagi menjadi empat bagian:
- Data demografis (usia, jenis kelamin, program studi, tahun masuk).
- Pengetahuan tentang donor darah (jumlah pertanyaan benar/salah).
- Sikap terhadap donor darah (skala Likert 15).
- Faktor motivasi dan hambatan (pilihan ganda dan pertanyaan terbuka).
Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan teknik statistik deskriptif, chisquare, serta regresi logistik untuk mengidentifikasi prediktor utama partisipasi donor darah.
Hasil & Analisis
Berikut ringkasan hasil yang paling menonjol:
| Variabel | Persentase Responden |
|---|---|
| Berusia 1822 tahun | 62% |
| Mahasiswa perempuan | 58% |
| Memiliki pengetahuan baik (skor 80%) | 45% |
| Melakukan donor darah setidaknya sekali | 34% |
| Berencana mendonor dalam 12 bulan ke depan | 51% |
Sikap Umum
Mayoritas mahasiswa (78%) menyatakan sikap positif terhadap donor darah, dengan ratarata skor 4,2 pada skala Likert. Mereka setuju bahwa donor darah adalah tindakan kemanusiaan yang penting dan dapat menyelamatkan nyawa.
Saya merasa wajib membantu sesama, apalagi bila ada fasilitas donor di kampus. Mahasiswa Keperawatan, tahun ke3
Motivasi Utama
- Rasa kepedulian sosial (85%).
- Pengalaman pribadi atau keluarga yang pernah menerima transfusi (63%).
- Penghargaan atau sertifikat yang diberikan oleh organisasi kampus (47%).
Hambatan yang Dirasakan
- Takut rasa sakit atau efek samping (57%).
- Jadwal kuliah yang padat (49%).
- Kekurangan informasi mengenai prosedur dan persyaratan (42%).
- Anggapan bahwa kondisi kesehatan tidak memenuhi syarat (35%).
Analisis regresi menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik (OR=2,1; p<0,01) dan motivasi kepedulian sosial (OR=1,8; p<0,05) merupakan prediktor signifikan untuk pernah mendonor. Sebaliknya, jadwal kuliah yang padat (OR=0,6; p<0,05) berhubungan negatif dengan partisipasi.
Kesimpulan
Studi ini mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa Fakultas Kesehatan Unjani memiliki sikap positif terhadap donor darah, namun hanya sepertiga yang pernah melakukannya. Pengetahuan yang memadai dan motivasi altruistik meningkatkan kemungkinan mahasiswa untuk mendonor, sementara hambatan berupa ketakutan rasa sakit dan konflik jadwal menjadi kendala utama.
Dengan memanfaatkan potensi motivasi sosial yang tinggi, kampus dapat meningkatkan partisipasi melalui program edukasi berkelanjutan dan penyesuaian jadwal donor yang lebih fleksibel.
Rekomendasi
- Peningkatan Edukasi: Selenggarakan workshop dan simulasi prosedur donor darah secara rutin, melibatkan alumni yang pernah menjadi donor.
- Fleksibilitas Jadwal: Integrasikan sesi donor ke dalam kalender akademik, misalnya pada akhir semester atau saat libur nasional.
- Pemanfaatan Media Sosial: Buat kampanye digital dengan testimoni mahasiswa, infografik manfaat donor, dan reminder jadwal.
- Insentif NonMateri: Berikan sertifikat, poin kegiatan kemahasiswaan, atau kesempatan menjadi relawan di unit gawat darurat sebagai penghargaan.
- Kolaborasi dengan PMI: Perkuat kerjasama dengan Palang Merah Indonesia cabang Yogyakarta untuk menyediakan tenaga medis profesional dan peralatan standar.
