Admin 07 Jun 2026 02:04

 

Sikap Mahasiswa terhadap Donor Darah di Fakultas Kesehatan Unjani Yogyakarta

Latar Belakang

Donor darah merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan cukup bagi pasien yang membutuhkan. Di Indonesia, kebutuhan darah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kasus medis yang memerlukan transfusi. Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Yogyakarta menempati posisi strategis sebagai institusi pendidikan kesehatan yang menghasilkan tenaga medis muda. Mahasiswa Fakultas Kesehatan tidak hanya menjadi calon tenaga kesehatan, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran donor darah di komunitas kampus.

Berbagai program donor darah kampus telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir, melibatkan mahasiswa, dosen, dan staff. Namun, partisipasi mahasiswa masih bervariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor psikologis, sosial, serta pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap, motivasi, serta hambatan yang dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Unjani dalam melakukan donor darah.

Metode Penelitian

Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan survei crosssectional. Sampel terdiri dari 350 mahasiswa dari tiga program studi utama: Kedokteran, Keperawatan, dan Kebidanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sehingga proporsi tiap program terwakili secara proporsional.

Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup yang dibagi menjadi empat bagian:

  • Data demografis (usia, jenis kelamin, program studi, tahun masuk).
  • Pengetahuan tentang donor darah (jumlah pertanyaan benar/salah).
  • Sikap terhadap donor darah (skala Likert 15).
  • Faktor motivasi dan hambatan (pilihan ganda dan pertanyaan terbuka).

Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan teknik statistik deskriptif, chisquare, serta regresi logistik untuk mengidentifikasi prediktor utama partisipasi donor darah.

Hasil & Analisis

Berikut ringkasan hasil yang paling menonjol:

VariabelPersentase Responden
Berusia 1822 tahun62%
Mahasiswa perempuan58%
Memiliki pengetahuan baik (skor 80%)45%
Melakukan donor darah setidaknya sekali34%
Berencana mendonor dalam 12 bulan ke depan51%

Sikap Umum

Mayoritas mahasiswa (78%) menyatakan sikap positif terhadap donor darah, dengan ratarata skor 4,2 pada skala Likert. Mereka setuju bahwa donor darah adalah tindakan kemanusiaan yang penting dan dapat menyelamatkan nyawa.

Saya merasa wajib membantu sesama, apalagi bila ada fasilitas donor di kampus. Mahasiswa Keperawatan, tahun ke3

Motivasi Utama

  • Rasa kepedulian sosial (85%).
  • Pengalaman pribadi atau keluarga yang pernah menerima transfusi (63%).
  • Penghargaan atau sertifikat yang diberikan oleh organisasi kampus (47%).

Hambatan yang Dirasakan

  • Takut rasa sakit atau efek samping (57%).
  • Jadwal kuliah yang padat (49%).
  • Kekurangan informasi mengenai prosedur dan persyaratan (42%).
  • Anggapan bahwa kondisi kesehatan tidak memenuhi syarat (35%).

Analisis regresi menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik (OR=2,1; p<0,01) dan motivasi kepedulian sosial (OR=1,8; p<0,05) merupakan prediktor signifikan untuk pernah mendonor. Sebaliknya, jadwal kuliah yang padat (OR=0,6; p<0,05) berhubungan negatif dengan partisipasi.

Kesimpulan

Studi ini mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa Fakultas Kesehatan Unjani memiliki sikap positif terhadap donor darah, namun hanya sepertiga yang pernah melakukannya. Pengetahuan yang memadai dan motivasi altruistik meningkatkan kemungkinan mahasiswa untuk mendonor, sementara hambatan berupa ketakutan rasa sakit dan konflik jadwal menjadi kendala utama.

Dengan memanfaatkan potensi motivasi sosial yang tinggi, kampus dapat meningkatkan partisipasi melalui program edukasi berkelanjutan dan penyesuaian jadwal donor yang lebih fleksibel.

Rekomendasi

  1. Peningkatan Edukasi: Selenggarakan workshop dan simulasi prosedur donor darah secara rutin, melibatkan alumni yang pernah menjadi donor.
  2. Fleksibilitas Jadwal: Integrasikan sesi donor ke dalam kalender akademik, misalnya pada akhir semester atau saat libur nasional.
  3. Pemanfaatan Media Sosial: Buat kampanye digital dengan testimoni mahasiswa, infografik manfaat donor, dan reminder jadwal.
  4. Insentif NonMateri: Berikan sertifikat, poin kegiatan kemahasiswaan, atau kesempatan menjadi relawan di unit gawat darurat sebagai penghargaan.
  5. Kolaborasi dengan PMI: Perkuat kerjasama dengan Palang Merah Indonesia cabang Yogyakarta untuk menyediakan tenaga medis profesional dan peralatan standar.
Unduh Laporan Lengkap (PDF)
```

File Referensi Untuk Sikap Mahasiswa Terhadap Donor Darah Di Fakultas Kesehatan Unjani Yogyakarta
Screenshoot
Nama File
bab_3_1417002_salbinia_natanya_r_tbd.pdf

Ukuran File
0.40 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Sikap Mahasiswa Terhadap Donor Darah Di Fakultas Kesehatan Unjani Yogyakarta. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Sikap Mahasiswa Terhadap Donor Darah Di Fakultas Kesehatan Unjani Yogyakarta dan Link Down...


admin
Admin
2026-06-07 02:04:05

Safeguards Donor Donor Bilateral REDD Indonesia dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-01 01:34:04

Produksi Darah Dan Karakteristik Pendonor Darah Berdasarkan Golongan Darah ABO Dan Rhesus...


admin
Admin
2026-06-06 14:28:17

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN ETIKA KEDOKTERAN DENGAN SIKAP MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI FAK...


admin
Admin
2026-06-06 18:46:16

DONOR DARAH DI AKPER KESDAM ISKANDAR MUDA BANDA ACEH TAHUN 2019 dan Link Download File Ref...


admin
Admin
2026-06-04 20:02:04