Jabatan Guru Besar (Profesor) merupakan puncak karier akademik seorang dosen di perguruan tinggi. Di Institut Teknologi Bandung (ITB), proses pengusulan Guru Besar dilakukan dengan standar yang sangat ketat untuk memastikan bahwa kandidat memiliki kontribusi nyata, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Usulan Guru Besar di ITB tidak hanya didasarkan pada pemenuhan angka kredit kumulatif saja, melainkan juga pada kualitas rekam jejak akademik. Berikut adalah beberapa prinsip utama yang menjadi pertimbangan dalam rekomendasi usulan:
Dalam menyusun rekomendasi, terdapat beberapa komponen evaluasi yang harus diperhatikan oleh para kandidat:
Proses pemberian rekomendasi usulan Guru Besar di tingkat ITB melalui tahapan seleksi yang berlapis. Senat Akademik ITB berperan dalam meninjau secara mendalam apakah karya ilmiah yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan keahlian kandidat di bidang yang diusulkan. Selain itu, terdapat tinjauan dari pakar sejawat (peer-review) baik dari dalam maupun luar ITB untuk menjamin objektivitas penilaian.
Peningkatan jumlah Guru Besar di ITB merupakan prioritas strategis untuk memperkuat posisi universitas di peringkat global. Harapannya, setiap Guru Besar yang baru dikukuhkan mampu menjadi mentor bagi dosen-dosen muda, mempercepat lahirnya inovasi-inovasi baru, dan membawa ITB semakin dekat dengan visinya sebagai Entrepreneurial University yang berstandar dunia.
Kandidat diharapkan untuk terus menjaga konsistensi dalam produktivitas penelitian meskipun telah mencapai jabatan puncak, karena gelar Guru Besar membawa tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan bangsa.
