Quasi eksperimen (atau eksperimen semu) adalah suatu desain penelitian yang berupaya menilai hubungan kausal antara variabel, namun tidak memenuhi semua syarat klasik desain eksperimental sejati. Pada quasi eksperimen, peneliti tidak dapat mengontrol penempatan subjek secara acak ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol, sehingga terdapat potensi bias internal yang lebih tinggi dibandingkan eksperimen murni.
Istilah quasi berasal dari bahasa Latin yang berarti sebagian. Quasi eksperimen berusaha meniru prosedur eksperimen tradisional (misalnya manipulasi variabel independen dan observasi variabel dependen), tetapi dengan keterbatasan dalam randomisasi atau kontrol penuh lingkungan eksperimen. Oleh karena itu, quasi eksperimen sering digunakan dalam situasi di mana randomisasi tidak praktis atau tidak etis, misalnya penelitian pendidikan, kebijakan publik, atau intervensi sosial.
Peneliti membandingkan dua kelompok (perlakuan dan kontrol) yang tidak diacak, tetapi masingmasing diukur sebelum dan sesudah intervensi. Perbedaan hasil setelah intervensi dianggap sebagai efek perlakuan, dengan asumsi bahwa kelompok memiliki karakteristik yang serupa pada awalnya.
Pengamatan berulang dilakukan pada satu grup selama periode sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menilai perubahan tren, level, atau keduanya pada titik intervensi. Metode ini cocok untuk evaluasi kebijakan yang diterapkan pada populasi seluruhnya.
Kelompok kontrol diambil dari populasi lain yang tidak menerima perlakuan, tetapi dipilih agar sejajar secara demografis atau karakteristik lain dengan kelompok perlakuan. Teknik pencocokan (matching) atau penggunaan variabel kontrol membantu menyeimbangkan perbedaan.
Penempatan subjek ke dalam perlakuan bergantung pada ambang batas (cutoff) pada suatu skor atau variabel. Misalnya, siswa yang mendapat nilai tes di atas 75 mendapat beasiswa. Analisis memanfaatkan perbedaan tajam di sekitar ambang untuk mengestimasi efek perlakuan.
Contoh 1 Evaluasi Program Bimbingan Belajar di Sekolah: Peneliti ingin mengetahui apakah program bimbingan belajar meningkatkan nilai matematika siswa. Dua sekolah dipilih; satu mengimplementasikan program (kelompok perlakuan), sekolah lain tidak (kelompok kontrol). Nilai matematika diukur sebelum dan setelah 6 bulan program. Analisis ANCOVA digunakan untuk mengontrol perbedaan nilai awal.
Contoh 2 Analisis Dampak Kebijakan Tarif Listrik: Pemerintah mengubah tarif listrik di satu provinsi, sementara provinsi tetangga tetap pada tarif lama. Data penggunaan listrik bulanan dikumpulkan selama tiga tahun sebelum dan sesudah perubahan. Dengan desain interrupted time series, peneliti mengevaluasi perubahan tren konsumsi listrik setelah kebijakan diterapkan.
Contoh 3 Regresi Diskontinu pada Program Beasiswa: Universitas memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa yang nilai ujian masuknya di atas 80. Dengan membandingkan hasil akademik mahasiswa di sekitar nilai 80 (mis. 7882), peneliti memperkirakan efek beasiswa terhadap IPK pertama tahun kuliah.
Quasi eksperimen merupakan alternatif yang berharga ketika eksperimen murni tidak dapat dilaksanakan. Dengan memahami karakteristik, variasi desain, serta teknik analisis yang tepat, peneliti dapat menghasilkan temuan yang mendekati kausalitas meskipun tanpa randomisasi penuh. Kunci keberhasilan terletak pada perencanaan yang matang, penggunaan metode statistik yang tepat, dan transparansi dalam pelaporan keterbatasan.
