Admin 12 Jun 2026 02:06

 

Pseudomonas aeruginosa

Gambaran Umum

Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri gramnegatif berbentuk batang yang bersifat aerobis, nonspora, dan tidak bergerak. Bakteri ini hidup secara ubiquitik di lingkungan, termasuk air, tanah, dan permukaan medis. Karena kemampuannya beradaptasi dengan suhu, pH, dan kadar oksigen yang beragam, P. aeruginosa dapat berkembang biak pada hampir semua media pertumbuhan, termasuk yang mengandung antibakteri. Kelebihan ini menjadikannya patogen oportunistik utama, terutama pada individu dengan sistem imun yang lemah atau yang berada di unit perawatan intensif (ICU).

Epidemiologi

Infeksi P. aeruginosa terutama terjadi pada rumah sakit. Data Global Surveillance menunjukkan bahwa bakteri ini menyumbang sekitar 1015% dari semua infeksi nosokomial, dengan prevalensi tertinggi pada:

  • Infeksi saluran kemih terkait kateter.
  • Ventilatorassociated pneumonia (VAP).
  • Infeksi luka bakar dan luka operasi.
  • Infeksi pada pasien dengan fibrosis kistik.

Di Indonesia, laporan epidemiologi menunjukkan peningkatan insiden resistensi terhadap carbapenem, khususnya pada isolat P. aeruginosa yang diambil dari darah dan sekresi napas. Faktor risiko utama meliputi penggunaan antibiotik spektrum luas, pemasangan kateter jangka panjang, dan perawatan intensif.

Patogenesis

Kemampuan patogenik P. aeruginosa didukung oleh serangkaian faktor virulensi, antara lain:

FaktorPeran
EkspolinMengganggu membran sel inang, menyebabkan lisis sel.
AlginateMembentuk biofilm tebal yang melindungi bakteri dari antibakteri dan respon imun.
PyocyaninMenimbulkan stres oksidatif pada sel inang.
Skala pili & flagelaMemfasilitasi adhesi ke jaringan dan mobilitas melalui permukaan basah.
Quorum sensingKoordinasi ekspresi gen virulensi berdasarkan kepadatan populasi.

Biofilm yang terbentuk umumnya menempel pada permukaan kateter, endotrakeal tube, atau implant medis lainnya. Struktur biofilm melindungi bakteri dari efek antibiotik dan memfasilitasi pertukaran gen resistensi, sehingga terapi menjadi lebih sulit.

Manifestasi Klinis

Beragam organ dapat terinfeksi, dan gejalanya sangat tergantung pada situs infeksi serta status imun pasien. Beberapa bentuk klinis yang paling umum meliputi:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Gejala meliputi nyeri panggul, demam, dan urin berbau amis. Kultur urine biasanya menunjukkan pertumbuhan bakteri dalam jumlah >10CFU/mL.
  • Pneumonia terkait ventilator (VAP): Demam, peningkatan sekresi napas purulen, infiltrat pada radiografi dada, serta penurunan oksigenasi.
  • Sepsis dan Bacteremia: Tanda sepsis progresif, tekanan darah rendah, dan kegagalan organ multipel.
  • Infeksi Luka bakar: Eksudat berwarna hijau atau biru akibat pigmentasi pyocyanin, serta nekrosis jaringan.
  • Infeksi Telinga (Otitis externa): Iritasi, nyeri, dan sekresi berbau bau apel khas.

Diagnosa

Diagnosa infeksi P. aeruginosa mengandalkan kombinasi kultur mikrobiologi, pemeriksaan mikroskopik, dan metode molekuler bila diperlukan.

  1. Kultur: Sampel klinis (urine, sputum, darah, atau eksudat luka) diinkubasi pada media agar khusus, seperti cetrimide agar, yang menyeleksi Pseudomonas.
  2. Identifikasi cepat: Alat otomatis (VITEK, MALDITOF) atau tes biokimia (oxidase positif, fermentasi glukosa negatif) membantu konfirmasi spesies.
  3. Uji sensitivitas: Metode disk diffusion atau broth microdilution menentukan MIC terhadap antibiotik utama (piperacillintazobactam, ceftazidime, carbapenem, aminoglycoside, fluoroquinolones).
  4. Deteksi resistensi: PCR untuk gen karbapenemase (blaVIM, blaIMP, blaNDM) serta tes fenotipik seperti Modified Hodge Test.

Pengobatan

Pilihan antibiotik harus didasarkan pada hasil uji sensitivitas. Regimen empirik biasanya meliputi kombinasi:

  • Piperacillintazobactam atau cefepime + aminoglycoside (amikacin atau tobramycin).
  • Jika ada risiko karbapenemase, gunakan colistin atau polymyxin B sebagai alternatif terakhir.

Durasi terapi bervariasi, umumnya 714 hari untuk ISK, 1014 hari untuk pneumonia, dan 1421 hari untuk bacteremia. Pada kasus biofilm berat (misalnya pada kateter), penarikan atau penggantian perangkat medis sangat penting.

Terapi adjuvan seperti aerosolized antibiotics (misalnya tobramycin aerosol) dapat dipertimbangkan pada VAP berat. Monitoring kadar serum untuk aminoglycoside dan colistin diperlukan untuk menghindari nefrotoksisitas dan neurotoksisitas.

Pencegahan

Pencegahan infeksi P. aeruginosa fokus pada kontrol lingkungan dan prosedur medis yang ketat:

  • Pelaksanaan kebersihan tangan yang berstandar WHO (alkohol berbasis atau sabun antiseptik).
  • Penggunaan kateter, ventilator, dan alat invasif hanya bila indikasi klinis jelas, serta penggantian rutin sesuai protokol.
  • Desinfeksi air dan sistem pendingin pada rumah sakit untuk mencegah kontaminasi air.
  • Pengawasan mikrobiologi rutin (surveilans) untuk mendeteksi klaster resistensi.
  • Edukasi staf kesehatan tentang risiko antibiotik spektrum luas dan pentingnya antibiotik stewardship.

Dengan menerapkan strategi pencegahan ini, beban infeksi P. aeruginosa dapat ditekan secara signifikan, terutama pada populasi rawan.

File Referensi Untuk Pseudomonas Aeruginosa
Screenshoot
Nama File
bab_ii.pdf

Ukuran File
0.47 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Pseudomonas Aeruginosa. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Antibacterial Activity Semipolar Fraction Ethanol Extract Of Garlic (Allium Sativum L.) Ag...


admin
Admin
2026-06-08 22:00:25

Pseudomonas Aeruginosa dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-12 02:06:12

Studi Awal Laboratorium Penggunaan Bakteri Pseudomonas Sp Sebagai Bahan Alternatif Untuk M...


admin
Admin
2026-06-07 22:08:15