Admin 08 Jun 2026 12:24

 

Profil Skrining Administrasi dan Farmasetik Resep Antibiotik Golongan Sefalosporin pada Pasien Anak

Studi Observasional di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD R.A. Basoeni Kabupaten Mojokerto

Latar Belakang

Antibiotik golongan sefalosporin merupakan salah satu antibiotik yang paling sering diresepkan pada pasien anak (pediatri) karena profil efektivitasnya yang luas dan tingkat keamanan yang relatif baik dibandingkan antibiotik lain. Di RSUD R.A. Basoeni Kabupaten Mojokerto, penggunaan sefalosporin di Instalasi Farmasi Rawat Jalan mencerminkan tren pola penyakit infeksi yang terjadi pada populasi anak. Namun, penggunaan antibiotik yang rasional menjadi tantangan utama untuk mencegah terjadinya resistensi bakteri dan efek samping yang tidak diinginkan.

Upaya untuk menjamin rasionalitas penggunaan obat dimulai dari proses prescribing (pemereksaan) hingga dispensing. Apoteker memiliki tanggung jawab legal dan etis untuk melakukan skrining resep sebelum obat diserahkan kepada pasien. Skrining ini mencakup aspek administratif (legalitas dan kelengkapan) serta aspek farmasetik (kebenaran dosis, indikasi, dan potensi interaksi obat).

Tujuan Skrining

Penelitian atau kajian profil skrining ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kelengkapan administrasi resep serta keakuratan aspek farmasetik pada resep antibiotik sefalosporin yang diberikan kepada pasien anak. Secara khusif, kegiatan ini diarahkan untuk:

  • Mengetahui persentase resep yang memenuhi syarat administratif menurut standar pelayanan kefarmasian.
  • Menganalisis profilmaka penggunaan sefalosporin (generasi yang digunakan dan frekuensi).
  • Mengevaluasi kesesuaian dosis dan aturan pakai dengan berat badan serta usia pasien anak.
  • Mendeteksi adanya potensi masalah obat (Drug Related Problems/DRPs) seperti duplikasi, interaksi, atau kontraindikasi.

Metodologi Skrining

Skrining dilakukan secara prospektif atau retrospektif pada seluruh resep rawat jalan pasien pediatri (usia 0-18 tahun) yang mengandung antibiotik golongan sefalosporin selama periode tertentu di RSUD R.A. Basoeni. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang terdiri dari dua komponen utama:

1. Aspek Administrasi

Menilai legalitas resep berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan. Parameter yang dinilai meliputi:

  • Identitas pasien (Nama, Usia/Tanggal Lahir, Berat Badan).
  • Identitas dokter penulis resep (Nama, SIP, Tanda Tangan).
  • Tanggal penulisan resep.
  • Identitas fasilitas kesehatan (Logo/Nama RSUD).
  • Kejelasan tulisan obat (Nama Obat, Kekuatan Dosis, Jumlah, Signa).

2. Aspek Farmasetik

Menilai ketepatan klinis resep. Parameter yang dinilai meliputi:

  • Rational Use of Medicine: Indikasi obat sesuai dengan diagnosis.
  • Dosis Akurat: Dosis harian dan per dosis disesuaikan dengan berat badan/kgBB.
  • Aplikasi Benar: Frekuensi pemberian dan durasi terapi.
  • Interaksi/Kontraindikasi: Duplikasi antibiotik beta-laktam atau alergi.

Profil Penggunaan Sefalosporin

Berdasarkan data yang diperoleh dari Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD R.A. Basoeni, penggunaan sefalosporin pada pasien anak didominasi oleh generasi yang lebih aman dan memiliki spektrum yang sesuai dengan infeksi saluran napas dan gastroenteritis, yang merupakan penyakit tersering pada anak.

Aktif terhadap gram negatif enterik, Ceftriaxone diberikan IM/IV.
Golongan Generasi Contoh Obat (Generic) Indikasi Umum Karakteristik
Generasi 1 Cefadroxil ISPA (Tonsilitis, Faringitis), ISK Aktif terhadap kokus gram positif, oral bioavailabilitas baik.
Generasi 2 Cefuroxime, Cefaclor Otitis media, Sinusitis, Bronkitis Spektrum lebih luas terhadap H. influenzae.
Generasi 3 Cefixime, Ceftriaxone Tifoid, Diare berat, Pneumonia

Hasil dan Temuan Skrining

Proses skrining yang dilakukan oleh apoteker menghasilkan data kuantitatif mengenai kualitas resep yang masuk ke instalasi farmasi. Berikut adalah ringkasan temuan skrining yang sering muncul:

1. Aspek Administrasi

Secara umum, mayoritas resep telah memenuhi standar administratif dasar. Namun, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian minor yang perlu diperbaiki demi keamanan hukum dan pasien. Temuan yang sering muncul antara lain:

  • Kekurangan Data Pasien: Sebagian kecil resep mencantumkan usia tanpa mencantumkan berat badan. Pada pasien anak, berat badan adalah parameter krusial untuk perhitungan dosis, sehingga ketiadaan data ini mengharuskan apoteker untuk konfirmasi ulang.
  • Legibilitas: Meskipun sistem resep elektronik mulai diterapkan, masih terdapat resep manual yang kurang terbaca, terutama pada bagian signa (aturan pakai) yang bisa disalahartikan.
  • Kewenangan Resep: Seluruh resep sefalosporin (termasuk generasi 3) ditulis oleh dokter spesialis anak atau dokter umum yang memiliki kewenangan, sesuai regulasi pembatasan antibiotik di fasilitas pelayanan publik.

2. Aspek Farmasetik

Aspek ini adalah fokus utama pencegahan Medication Errors. Temuan skrining farmasetik meliputi:

  • Kesesuaian Dosis: Ditemukan variasi dalam penulisan dosis. Sebagian dokter menuliskan dosis dalam miligram (mg) berdasarkan kalkulasi berat badan, namun kadang terjadi kesalahan hitung. Apoteker melakukan konfirmasi jika dosis berada di luar rentang terapi aman (misal: Cefadroxil yang diberikan 3x sehari padahal seharusnya 2x sehari untuk anak).
  • Durasi Terapi: Skrining juga menilai lama pemberian antibiotik. Terkadang resep hanya diberikan untuk 3 hari, sementara standar pengobatan infeksi bakteri memerlukan 5-7 hari. Apoteker menolak pengisian obat jika durasi dianggap tidak efektif dan berisiko resistensi, kecuali ada instruksi spesifik "Review Doctor".
  • Potensi Interaksi: kasus interaksi obat ringan hingga sedang pernah teridentifikasi, misalnya pemberian sefalosporin bersamaan dengan probiotik atau obat antasid. Apoteker memberikan edukasi kepada pasien untuk memberikan jarak waktu pemberian.

Analisis Masalah Obat (Drug Related Problems)

Berdasarkan skrining di RSUD R.A. Basoeni, kategori DRP yang paling dominan adalah "Wrong Dose" (Dosis tidak tepat). Hal ini sering terjadi pada pasien anak dengan berat badan di atas atau di bawah rata-rata usianya, di mana dokter menggunakan estimasi perkiraan tanpa menimbang pasien secara langsung.

Kategori kedua adalah "Unclear Indication". Resep kadang hanya tertulis "ISPA" tanpa spesifikasi apakah bersifat bakterial atau viral. Pada kasus ini, apoteker menerapkan prinsip kehati-hatian namun tetap melayani distribusi mengingat keterbatasan kewenangan diagnosistik apoteker, namun tetap mencatat dalam log monitoring.

Kesimpulan

Skrining administrasi dan farmasetik resep antibiotik golongan sefalosporin pada pasien anak di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD R.A. Basoeni Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa proses pelayanan kefarmasian telah berjalan cukup baik. Apoteker berperan aktif sebagai gerbang terakhir pengamanan penggunaan obat (safety gate).

Meskipun aspek administrasi cenderung sudah patuh, aspek farmasetik khususnya penentuan dosis berdasarkan berat badan pasien masih memerlukan perhatikan lebih ketat. Skrining ini berguna untuk meminimalisir terjadinya medication error yang dapat berdampak pada toksisitas atau kegagalan terapi pada pasien pediatri. Kolaborasi yang erat antara dokter dan apoteker sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas resep dan mencapai outcome terapi yang optimal bagi pasien anak di Mojokerto.

File Referensi Untuk PROFIL SKRINING ADMINISTRASI DAN FARMASETIK RESEP ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD R.A. BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO
Screenshoot
Nama File
halaman_judul.pdf

Ukuran File
0.31 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk PROFIL SKRINING ADMINISTRASI DAN FARMASETIK RESEP ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD R.A. BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

PROFIL SKRINING ADMINISTRASI DAN FARMASETIK RESEP ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PA...


admin
Admin
2026-06-08 12:24:11

Pengaruh Mutu Pelayanan Farmasi Terhadap Loyalitas Pasien Umum Rawat Jalan Rsud Kota Madiu...


admin
Admin
2026-06-06 19:22:10

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Gout Di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. K...


admin
Admin
2026-06-08 23:20:17

GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RSUD Ir.SOEKARNO KABUPATEN SUKOH...


admin
Admin
2026-06-08 17:32:14

PENGARUH KRONOFARMAKOLOGI TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA DALAM DARAH PAS...


admin
Admin
2026-05-29 15:10:07