Admin 06 Jun 2026 13:06

 

Profil Pasien Low Back Pain Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati Tahun 2013

Pendahuluan

Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering terjadi di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama disabilitas. Prevalensi LBP di masyarakat umum sangat tinggi, dengan sekitar 60-80% populasi pernah mengalami LBP pada suatu saat dalam hidup mereka. Di Indonesia, kasus LBP juga menjadi salah satu masalah kesehatan yang signifikan, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan.

RSUP Fatmawati sebagai salah satu rumah sakit rujukan nasional di Indonesia, melalui Poliklinik Orthopaedi melayani berbagai kasus gangguan muskuloskeletal termasuk LBP. Analisis profil pasien LBP penting dilakukan untuk memahami karakteristik demografi, klinis, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan LBP, sehingga dapat menjadi dasar untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Metodologi

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif yang dilakukan di Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang didiagnosis mengalami Low Back Pain yang datang berobat ke Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati pada periode 1 January 2013 sampai 31 Desember 2013. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografi (usia, jenis kelamin), karakteristik klinis (durasi gejala, lokasi nyeri, penyebab LBP), serta tatalaksana yang diberikan.

Kriteria inklusi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien yang datang ke Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati pada tahun 2013 dengan diagnosis Low Back Pain, serta memiliki data rekam medis yang lengkap. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan diagnosis LBP yang disebabkan oleh trauma fraktur vertebra, neoplasma, atau infeksi.

Karakteristik Demografi Pasien

Berdasarkan analisis data, terdapat jumlah total 1.247 pasien Low Back Pain yang berobat di Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati pada tahun 2013. Berikut adalah distribusi pasien berdasarkan karakteristik demografi:

Berdasarkan Jenis Kelamin

Dari total pasien, terdapat 687 pasien perempuan (55,1%) dan 560 pasien laki-laki (44,9%). Hal ini menunjukkan bahwa LBP lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki pada tahun 2013 di RSUP Fatmawati. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami LBP, yang mungkin berkaitan dengan faktor hormonal, kehamilan, postur, serta perbedaan aktivitas fisik antara jenis kelamin.

Berdasarkan Kelompok Usia

Berdasarkan distribusi usia, pasien LBP paling banyak ditemukan pada kelompok usia 46-55 tahun (27,5%), diikuti oleh kelompok usia 36-45 tahun (24,8%) dan 56-65 tahun (19,6%). Rincian distribusi pasien berdasarkan kelompok usia dapat dilihat pada tabel berikut:

Kelompok Usia Jumlah Pasien Presentase (%)
25 tahun 87 7,0
26-35 tahun 162 13,0
36-45 tahun 309 24,8
46-55 tahun 343 27,5
56-65 tahun 244 19,6
66 tahun 102 8,1

Hasil ini menunjukkan bahwa LBP paling sering terjadi pada usia produktif (46-55 tahun), yang mencerminkan bahwa beban kerja dan aktivitas fisik pada usia tersebut menjadi faktor risiko penting. Selain itu, penurunan fungsi tulang dan otot seiring dengan bertambahnya usia juga menjadi faktor kontributor terjadinya LBP pada kelompok usia yang lebih tua.

Karakteristik Klinis Pasien

Durasi Gejala

Berdasarkan durasi gejala, pasien dengan LBP dikategorikan menjadi LBP akut (< 6 minggu), subakut (6-12 minggu), dan kronis (> 12 minggu). Hasil analisis menunjukkan bahwa 524 pasien (42,0%) mengalami LBP kronis, 408 pasien (32,7%) mengalami LBP akut, dan 315 pasien (25,3%) mengalami LBP subakut. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien LBP di Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati datang dengan kondisi yang sudah berlangsung lama, yang mungkin mengindikasikan bahwa pasien mengalami hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan atau telah menjalani berbagai terapi sebelumnya namun belum sembuh.

Lokasi Nyeri

Dalam hal lokasi nyeri, 712 pasien (57,1%) mengalami nyeri yang terlokalisir di daerah lumbal, 389 pasien (31,2%) mengalami nyeri yang menyebar ke bokong, dan 146 pasien (11,7%) mengalami nyeri yang menyebar hingga ke tungkai (sciatica). Nyeri yang menyebar ke tungkai mengindikasikan adanya iritasi pada radiks saraf, yang biasanya dikaitkan dengan herniasi nukleus pulposus (HNP).

Penyebab Low Back Pain

Berdasarkan diagnosis etiologi LBP, penyebab yang paling sering ditemukan adalah degeneratif disk intervertebralis (49,3%), diikuti oleh herniasi nukleus pulposus (28,7%), dan spondilolistesis (9,8%). Diagnosis lainnya mencakup spondilosis (5,6%), stenosis spinal (3,9%), dan penyebab lainnya (2,7%).

Proporsi tinggi penyebab degeneratif mencerminkan kecenderungan peningkatan LBP sejalan dengan bertambahnya usia. Degenerasi disk intervertebralis merupakan proses alami penuaan, tetapi dapat dipercepat oleh berbagai faktor seperti obesitas, merokok, aktivitas fisik berat, postur buruk, dan faktor genetik.

Diagnosis Etiologi Jumlah Pasien Presentase (%)
Degenerasi Disk Intervertebralis 615 49,3
Herniasi Nukleus Pulposus 358 28,7
Spondilolistesis 122 9,8
Spondilosis 70 5,6
Stenosis Spinal 49 3,9
Lainnya 33 2,7

Faktor Risiko

Dalam penelitian ini, beberapa faktor risiko yang teridentifikasi pada pasien LBP meliputi:

  • Obesitas (Indeks Massa Tubuh 25 kg/m) ditemukan pada 538 pasien (43,2%). Obesitas meningkatkan beban mekanik pada tulang belakang dan mempercepat proses degeneratif.
  • Merokok ditemukan pada 367 pasien (29,4%). Merokok mengurangi aliran darah ke disk intervertebralis dan mempercepat proses degenerasi.
  • Kegiatan fisik berat atau aktivitas kerja yang melibatkan angkat beban berat ditemukan pada 425 pasien (34,1%).
  • Riwayat trauma atau cedera punggung sebelumnya ditemukan pada 198 pasien (15,9%).
  • Postur buruk pada aktivitas sehari-hari atau aktivitas kerja ditemukan pada 312 pasien (25,0%).

Identifikasi faktor risiko ini penting untuk dilakukan intervensi preventif dan edukasi kepada pasien guna mencegah kekambuhan LBP di masa depan.

Tatalaksana yang Diberikan

Berdasarkan analisis data, tatalaksana yang diberikan kepada pasien LBP di Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati pada tahun 2013 dapat dikategorikan sebagai berikut:

Tatalaksana Konservatif

Sebanyak 1.082 pasien (86,8%) menerima tatalaksana konservatif sebagai terapi awal. Tatalaksana konservatif mencakup:

  • Obat analgesik dan antiinflamasi (NSAID) - diberikan kepada 1.012 pasien (81,2%)
  • Fisioterapi - diberikan kepada 894 pasien (71,7%), mencakup terapi latihan, terapi panas, TENS, dan modalitas fisioterapi lainnya
  • Edukasi dan modifikasi aktivitas - diberikan kepada semua pasien LBP
  • Akupunktur - diberikan kepada 156 pasien (12,5%)
  • Injeksi epidural - dilakukan pada 89 pasien (7,1%) dengan LBP yang disertai sciatica

Tatalaksana Operatif

Sebanyak 165 pasien (13,2%) menjalani tatalaksana operatif setelah gagal terapi konservatif atau berdasarkan indikasi klinis tertentu. Prosedur operatif yang dilakukan meliputi:

  • Disektomi laminotomi - dilakukan pada 78 pasien (6,3%) terutama pada kasus HNP
  • Stabilisasi spinal dengan instrumen - dilakukan pada 52 pasien (4,2%) pada kasus spondilolistesis dan instabilitas
  • Dekompresi - dilakukan pada 35 pasien (2,8%) pada kasus stenosis spinal

Hasil tatalaksana operatif menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 87,3% dengan definisi keberhasilan berupa penurunan nyeri minimal 50% berdasarkan skala Visual Analog Scale (VAS) dan peningkatan fungsi fisik.

Ikutan hasil Tatalaksana

Evaluasi hasil tatalaksana dilakukan berdasarkan penurunan intensitas nyeri dengan menggunakan skala Visual Analog Scale (VAS) dan peningkatan fungsi fisik dengan menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Hasil evaluasi setelah 3 bulan tatalaksana menunjukkan:

  • Pada pasien yang menerima tatalaksana konservatif, terjadi penurunan rata-rata skor VAS dari 7,2 1,4 menjadi 3,6 1,8, dan peningkatan skor ODI dari 48,3% 12,7% menjadi 21,4% 10,2%.
  • Pada pasien yang menjalani tatalaksana operatif, terjadi penurunan rata-rata skor VAS dari 8,5 0,9 menjadi 2,1 1,2, dan peningkatan skor ODI dari 62,5% 11,3% menjadi 15,8% 8,9%.

Secara keseluruhan, 84,6% pasien melaporkan peningkatan yang signifikan setelah tatalaksana, sementara 12,8% melaporkan peningkatan yang sedang, dan 2,6% tidak mengalami perubahan signifikan. Tingkat kekambuhan dalam periode 6 bulan setelah tatalaksana adalah 18,5%, dengan kekambuhan lebih tinggi pada pasien dengan faktor risiko yang tidak dimodifikasi seperti obesitas dan aktivitas kerja yang melibatkan angkat beban berat.

Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis profil pasien Low Back Pain di Poliklinik Orthopaedi RSUP Fatmawati tahun 2013, ditemukan bahwa proporsi perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dengan puncak insidensi pada kelompok usia 46-55 tahun. Hal ini sejalan dengan berbagai penelitian epidemiologi LBP globally. Faktor-faktor seperti hormon pada perempuan, kehamilan, perbedaan aktivitas fisik, serta perubahan muskuloskeletal terkait usia kemungkinan berkontribusi terhadap pola distribusi demografi ini.

Proporsi yang tinggi pasien LBP kronis (>12 minggu) mengindikasikan perlunya peningkatan upaya deteksi dini dan manajemen LBP akut untuk mencegah transisi ke LBP kronis. LBP kronis memiliki prognosis yang lebih buruk, memerlukan sumber daya kesehatan yang lebih besar, dan berdampak signifikan terhadap produktivitas dan kualitas hidup pasien.

Etiologi degeneratif menjadi penyebab paling umum LBP pada pasien di RSUP Fatmawati, yang mencerminkan tren umum pada populasi penderita LBP di negara berkembang yang sedang mengalami transisi demografi menuju populasi yang lebih tua. Degenerasi disk intervertebralis merupakan proses alami penuaan, tetapi dipercepat oleh berbagai faktor risiko modifikasi seperti obesitas, merokok, dan aktivitas fisik yang berat.

Identifikasi faktor risiko yang cukup signifikan pada populasi pasien menekankan pentingnya pendekatan preventif dan edukasi untuk mengurangi insidensi LBP di masyarakat. Program promosi kesehatan yang berfokus pada peningkatan kesadaran tentang faktor risiko LBP, pentingnya menjaga berat badan ideal, teknik mengangkat beban yang benar, serta penguatan otot punggung dan core dapat menjadi intervensi yang efektif.

Sebagian besar pasien berhasil ditatalaksana dengan pendekatan konservatif, yang sejalan dengan berbagai pedoman klinis global untuk manajemen LBP. Tatalaksana operatif diindikasikan pada pasien dengan gejala neurologik berat, kompresi saraf yang jelas pada temuan radiologik, atau kegagalan terapi konservatif yang adekuat. Hasil tatalaksana operatif yang cukup baik mendukung keputusan untuk memilih tatalaksana operatif pada pasien dengan indikasi yang tepat.

File Referensi Untuk PROFIL PASIEN LOW BACK PAIN POLIKLINIK ORTHOPAEDI RSUP FATMAWATI TAHUN 2013
Screenshoot
Nama File
rasyad_wicaksono__fkik.pdf

Ukuran File
1.20 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk PROFIL PASIEN LOW BACK PAIN POLIKLINIK ORTHOPAEDI RSUP FATMAWATI TAHUN 2013. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

PROFIL PASIEN LOW BACK PAIN POLIKLINIK ORTHOPAEDI RSUP FATMAWATI TAHUN 2013 dan Link Downl...


admin
Admin
2026-06-06 13:06:16

Back Schools For Acute And Subacute Non-specific Low-back Pain and Reference File Download...


admin
Admin
2026-06-09 05:34:10

Acupuncture Therapy Influencing Low Back Pain Reduction** dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-31 12:44:03

Acupuncture Therapy Effect On Low Back Pain (LBP) dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-31 15:04:03

Chronic Low Back Pain dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-01 06:38:04