Pendidikan sains pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Salah satu cabang ilmu sains yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari adalah Biologi. Dalam konteks pembelajaran Biologi di SMA Kelas X, pemilihan dan pengembangan bahan ajar menjadi faktor krusial demi tercapainya tujuan pembelajaran. Kecamatan Ilir Barat I di Kota Palembang, sebagai salah satu pusat pendidikan dengan kepadatan sekolah yang cukup tinggi, memiliki dinamika tersendiri dalam hal penerapan bahan ajar. Artikel ini mengulas profil bahan ajar Biologi SMA Kelas X di Kecamatan Ilir Barat I Palembang ditinjau dari perspektif literasi sains.
Literasi sains didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti agar dapat memahami dan mengambil keputusan mengenai dunia alam serta perubahan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia. Dalam perspektif literasi sains, pembelajaran tidak sekadar menghafal fakta atau konsep, tetapi lebih pada bagaimana siswa menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah nyata.
Bagi siswa Kelas X, materi Biologi mencakup konsep dasar kehidupan, keterkaitan antar makhluk hidup, dan ekosistem. Oleh karena itu, bahan ajar yang digunakan harus mampu merangsang kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Bahan ajar yang baik tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai medium untuk melatih proses inkuiri (penyelidikan).
Berdasarkan observasi dan kajian umum terhadap lingkungan pendidikan di Kecamatan Ilir Barat I Palembang, profil bahan ajar Biologi Kelas X menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh kebijakan sekolah, ketersediaan fasilitas, dan kompetensi pendidik. Secara umum, bahan ajar yang digunakan dapat dikategorikan menjadi tiga jenis utama: buku teks (cetak), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan bahan ajar digital.
Salah satu indikator utama literasi sains adalah kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks lokal. Palembang, khususnya Kecamatan Ilir Barat I yang memiliki potensi perairan dan lahan basah (wetlands), seharusnya menjadi sumber kontekstual dalam bahan ajar Biologi.
Profil bahan ajar saat ini mulai menunjukkan tren positif dalam hal ini. Beberapa guru di Palembang telah berinovasi dengan memasukkan kasus-kasus lokal ke dalam materi pembelajaran. Misalnya, saat mempelajari materi "Ekosistem dan Lingkungan", guru menggunakan contok keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Musi atau masalah banjir yang kerap terjadi di wilayah Ilir Barat I. Pendekatan ini sangat efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa karena mereka diajak untuk berpikir kritis terhadap masalah lingkungan di sekitar mereka, bukan sekadar contoh abstrak dari negara lain.
Integrasi budaya lokal dan wisata alam Palembang ke dalam bahan ajar Bi dapat meningkatkan minat siswa dan pemahaman konsep ekologi secara lebih mendalam. Hal ini merupakan penerapan literasi sains dalam dimensi "Local Science".
Meskipun ada perkembangan signifikan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam optimalisasi bahan ajar berbasis literasi sains di wilayah ini:
Profil bahan ajar Biologi SMA Kelas X di Kecamatan Ilir Barat I Palembang berada dalam tahap transisi menuju pembelajaran yang lebih berorientasi pada literasi sains. Penggunaan buku teks nasional masih dominan sebagai landasan materi, namun sudah mulai dipadukan dengan konteks lokal Palembang yang kaya akan sumber belajar lingkungan. Penggunaan LKS dan media digital mulai berkembang, namun kualitas dan kuantitasnya masih perlu diselaraskan untuk memastikan bahwa bahan ajar tersebut tidak hanya menyampaikan pengetahuan (knowledge), tetapi juga melatih keterampilan proses dan sikap ilmiah (attitude).
Untuk meningkatkan profil literasi sains melalui bahan ajar di masa depan, kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diperlukan. Fokus utamanya adalah pengembangan modul pembelajaran yang berbasis inkuiri berbantuan teknologi, serta pemberdayaan laboratorium sekolah sebagai pusat eksperimen nyata. Dengan langkah-langkah tersebut, pembelajaran Biologi di Kecamatan Ilir Barat I tidak hanya akan membuat siswa paham teori, tetapi juga membuat mereka menjadi warga negara yang melek sains dan siap menghadapi masalah global maupun lokal.
