Kimia analitik merupakan cabang ilmu kimia yang berfokus pada identifikasi dan kuantifikasi komponen kimia dalam sampel. Praktikum kimia analitik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam situasi laboratorium yang nyata, sekaligus mengasah keterampilan teknik, pemecahan masalah, serta penulisan laporan ilmiah.
Titrasi merupakan metode volumetrik yang paling sering dipakai untuk menentukan konsentrasi suatu zat. Praktikum biasanya mencakup:
Metode ini melibatkan pengendapan zat target, penyaringan, pengeringan, dan penimbangan. Contoh praktikum: penentuan kadar kalsium dengan pengendapan kalsium oksalat.
Pengukuran absorbansi pada panjang gelombang tertentu untuk menentukan konsentrasi zat sesuai hukum BeerLambert. Praktikum meliputi kalibrasi kurva standar, pemilihan pelarut, dan koreksi latar belakang.
Kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) atau gas (GC) digunakan untuk pemisahan campuran kompleks. Mahasiswa belajar mengatur fase diam, fase bergerak, serta melakukan interpretasi kromatogram.
Langkahlangkah:
Metode ini menggabungkan ekstraksi asam, reduksi Fe menjadi Fe, dan kemudian penentuan dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 510nm menggunakan kompleksasinya dengan 1,10fenantosin.
Setelah memperoleh data, mahasiswa harus melakukan:
Praktikum kimia analitik melibatkan bahan kimia berbahaya, peralatan listrik, dan risiko termal. Beberapa poin penting:
Praktikum kimia analitik tidak hanya mengajarkan teknik laboratorium, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dalam mengevaluasi data dan mengidentifikasi sumber kesalahan. Dengan menguasai metode titrasi, gravimetri, spektrofotometri, dan kromatografi, mahasiswa siap menghadapi tantangan di bidang industri, lingkungan, maupun penelitian akademik. Kedisiplinan dalam prosedur keamanan serta kemampuan menulis laporan ilmiah yang jelas dan akurat menjadi nilai tambah yang sangat berharga untuk karier profesional selanjutnya.
