Pengertian Praktikum Farmasi Fisika
Praktikum Farmasi Fisika merupakan bagian penting dalam kurikulum pendidikan farmasi. Pada praktikum ini mahasiswa mempelajari prinsipprinsip fisika yang berhubungan dengan formulasi obat, stabilitas, serta caracara analisis kuantitatif dan kualitatif bahan farmasi. Aktivitas laboratorium ini membawa teori fisika kimia, termodinamika, mekanika fluida, dan optik ke dalam konteks aplikasi klinis dan industri.
Tujuan Praktikum
Setelah menyelesaikan praktikum, mahasiswa diharapkan dapat:
- Mengaplikasikan hukum fisika pada sistem farmasi (mis. hukum Henry, hukum Raoult, hukum Fick).
- Mengoperasikan instrumen laboratorium seperti spektrofotometer, viskometer, DSC, dan FTIR.
- Menganalisis data eksperimen secara statistik dan menuliskan laporan ilmiah yang sesuai standar.
- Mengenali faktorfaktor yang memengaruhi stabilitas dan kinetika reaksi pada sediaan obat.
Materi Praktikum Utama
Berikut adalah beberapa modul yang umum dilaksanakan:
- Pengukuran Densitas dan Viskositas Menggunakan piknometer dan viskometer Ubbelohde untuk menilai kepadatan serta alir cairan farmasi.
- Spectroscopi UVVis Penentuan konsentrasi zat aktif melalui hukum LambertBeer.
- Kalorimetri Diferensial (DSC) Analisis transisi fase dan energi aktifitas pada tablet.
- Difusi dan Permeabilitas Menggunakan sel Franz untuk mengukur laju difusi zat melalui membran kulit.
- Stabilitas Termal Uji degradasi pada suhu tinggi dengan HPLC sebagai penunjang.
Metode Kerja dan Alat
Setiap modul memiliki prosedur standar operasional (SOP) yang harus diikuti. Contoh singkat prosedur pengukuran viskositas:
2. Isi tabung viskometer dengan sampel, pastikan tidak ada gelembung udara.
3. Catat waktu jatuhnya bola kapiler pada suhu yang telah diset.
4. Hitung viskositas menggunakan persamaan = Kt, dimana K adalah konstanta viskometer.
5. Lakukan tiga pengulangan dan ambil nilai ratarata.
Alatalat utama antara lain:
- Spectrofotometer UVVis (200800nm).
- Viskometer Kapiler atau Rotasi.
- DSC (Differential Scanning Calorimeter).
- HPLC dengan detektor UV.
- Alat difusi sel Franz.
Penilaian Praktikum
Penilaian biasanya dibagi menjadi tiga komponen:
- Laporan Praktikum (50%) Kualitas penulisan, analisis data, dan interpretasi hasil.
- Observasi dan Kehadiran (30%) Partisipasi aktif selama percobaan.
- Ujian Tertulis (20%) Konsep fisika farmasi dan aplikasi alat.
Pastikan semua grafik diberi label yang jelas, satuan konsisten, serta mencantumkan error dan nilai standar deviasi bila diperlukan.
Tips Sukses dalam Praktikum
- Persiapan sebelum masuk laboratorium Baca modul, pahami rumus, dan siapkan bahan perhitungan.
- Catat setiap langkah Gunakan buku catatan laboratorium dengan format tabel.
- Kalibrasi alat secara rutin Kesalahan kalibrasi dapat mempengaruhi seluruh hasil.
- Jangan mengabaikan keselamatan Pakai alat pelindung diri (APD) dan ikuti prosedur keamanan kimia.
- Analisis data secara kritis Bandingkan hasil eksperimen dengan literatur, cari penyebab deviasi.
- Diskusi dengan asisten Tanyakan halhal yang tidak dimengerti sebelum menulis laporan.
Dengan mengikuti langkahlangkah tersebut, mahasiswa dapat mengoptimalkan pembelajaran dan meminimalkan kesalahan teknis.
