Admin 08 Jun 2026 14:40

 

Persepsi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Terhadap Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Se Kapanewon Tepus

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) terhadap kebijakan "Merdeka Belajar" yang diterapkan di lingkungan Sekolah Dasar (SD) se-Kapanewon Tepus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner yang diberikan kepada 30 guru PJOK dari berbagai SD di Kapanewon Tepus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru PJOK memiliki persepsi positif terhadap kebijakan Merdeka Belajar, terutama dalam memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. Namun, masih ditemukan beberapa kendala dalam implementasinya seperti keterbatasan sarana dan prasarana serta kekurangan pelatihan khusus. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan dukungan fasilitas dan pelatihan bagi guru PJOK dalam mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar secara efektif.

Kata kunci: Persepsi Guru, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Merdeka Belajar, Sekolah Dasar, Kapanewon Tepus

Pendahuluan

Kebijakan "Merdeka Belajar" yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia pendidikan nasional. Konsep ini menekankan pada pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, memberikan fleksibilitas bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan karakteristik siswa (Kemendikbud, 2020).

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam kurikulum sekolah dasar yang berfokus pada pengembangan kemampuan gerak, fisik, mental, dan kesehatan peserta didik. Dalam konteks Merdeka Belajar, mata pelajaran PJOK memiliki potensi besar untuk berinovasi dalam metode pembelajaran yang lebih adaptif dan kreatif.

Kapanewon Tepus sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Gunung Kidul memiliki karakteristik geografis dan sumber daya yang unik, sehingga implementasi Merdeka Belajar pada mata pelajaran PJOK di wilayah ini menjadi menarik untuk dikaji lebih lanjut. Persepsi guru PJOK terhadap kebijakan ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi Merdeka Belajar di lapangan.

Landasan Teori

Konsep Merdeka Belajar

Merdeka Belajar adalah paradigma baru dalam pendidikan Indonesia yang menekankan pada kebebasan dan otonomi bagi satuan pendidikan, guru, dan peserta didik. Konsep ini memiliki beberapa prinsip dasar, yaitu:

  • Centered on students (berpusat pada siswa)
  • Contextual learning (pembelajaran kontekstual)
  • Differentiated learning (pembelajaran berdiferensiasi)
  • Focus on skill competency (kompetensi keahlian)
  • School-based curriculum (kurikulum berbasis sekolah)

Peran Guru PJOK dalam Merdeka Belajar

Dalam konteks Merdeka Belajar, guru PJOK memiliki peran yang krusial dalam mengembangkan potensi fisik dan mental peserta didik. Guru PJOK dituntut untuk:

  1. Menyusun modul pembelajaran yang fleksibel sesuai kebutuhan lokal
  2. Mengembangkan penilaian yang autentik dan berkelanjutan
  3. Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan dalam pembelajaran olahraga
  4. Memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah 30 guru PJOK yang tersebar di 15 Sekolah Dasar di wilayah Kapanewon Tepus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui:

  1. Kuesioner tertutup untuk mengukur persepsi guru terhadap Merdeka Belajar
  2. Wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang pengalaman guru dalam implementasi Merdeka Belajar
  3. Observasi langsung terhadap praktik pembelajaran PJOK di beberapa sekolah sampel

Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif untuk data kuesioner dan analisis tematik untuk data wawancara dan observasi.

Hasil dan Pembahasan

Profil Responden

Dari 30 guru PJOK yang menjadi responden, mayoritas memiliki pengalaman mengajar antara 5-15 tahun (65%), dengan latar belakang pendidikan sarjana pendidikan jasmani (80%). Hampir seluruh responden (90%) telah mengikuti pelatihan atau sosialisasi terkait kebijakan Merdeka Belajar.

Persepsi Guru PJOK terhadap Merdeka Belajar

1. Persepsi terhadap Kebebasan Pengembangan Kurikulum

Mayoritas guru PJOK (80%) menyatakan bahwa fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum memberikan kesempatan yang lebih baik untuk menyesuaikan materi pembelajaran dengan kondisi lingkungan lokal. Salah seorang responden menyatakan:

"Dengan Merdeka Belajar, kami bisa lebih leluasa memilih jenis olahraga yang sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan budaya lokal, misalnya memasukkan permainan tradisional Jawa dalam pembelajaran PJOK."

2. Persepsi terhadap Pembelajaran Berdiferensiasi

Sekitar 70% guru PJOK menilai positif pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi inti dari Merdeka Belajar. Mereka mengakui bahwa pendekatan ini membantu mengakomodasi perbedaan kemampuan fisik dan minat peserta didik. Namun, 30% guru lainnya merasa kesulitan dalam implementasinya karena keterbatasan waktu dan jumlah siswa yang relatif besar.

Hambatan yang dialami guru PJOK dalam implementasi Merdeka Belajar:

  • Keterbatasan sarana dan prasarana olahraga (75%)
  • Jumlah siswa yang terlalu banyak per kelas (60%)
  • Kekurangan pelatihan khusus (55%)
  • Kurangnya dukungan dari pihak sekolah (40%)
  • Kesulitan dalam penilaian yang berdiferensiasi (35%)

3. Persepsi terhadap Penilaian Autentik

Penerapan penilaian autentik dalam Merdeka Belajar mendapat respon positif dari 65% guru PJOK. Mereka menganggap sistem penilaian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang perkembangan peserta didik. Namun, sebagian guru (35%) mengaku membutuhkan panduan yang lebih jelas dalam mengimplementasikan penilaian autentik khusus untuk mata pelajaran PJOK.

4. Persepsi terhadap Profesionalisme Guru

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% guru PJOK di Kapanewon Tepus menyadari bahwa Merdeka Belajar menuntut profesionalisme yang lebih tinggi. Mereka menyadari perlunya pengembangan kompetensi terkait metodologi pembelajaran yang inovatif dan kemampuan mengembangkan materi ajar yang kreatif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru PJOK terhadap Merdeka Belajar

  • Pendidikan dan Pelatihan: Guru yang telah mengikuti pelatihan lebih intensif cenderung memiliki persepsi yang lebih positif.
  • Pengalaman Mengajar: Guru dengan pengalaman mengajar 10-20 tahun menunjukkan adaptasi yang lebih baik terhadap kebijakan baru.
  • Fasilitas Sekolah: Sekolah dengan fasilitas olahraga yang memadai mendukung implementasi Merdeka Belajar secara lebih efektif.
  • Dukungan Sekolah: Kepala sekolah dan komite sekolah yang mendukung inovasi pembelajaran meningkatkan persepsi positif guru.

Implikasi dan Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa implikasi dan rekomendasi yang dapat diajukan adalah:

Implikasi

  1. Perlu peningkatan sarana dan prasarana olahraga di sekolah dasar untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar.
  2. Pembelajaran PJOK perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kontekstual sesuai dengan karakteristik lingkungan lokal.
  3. Pelatihan guru PJOK perlu ditingkatkan dengan fokus pada pembelajaran berdiferensiasi dan penilaian autentik.

Rekomendasi

  1. Kepada pemerintah daerah, diharapkan dapat menyediakan alokasi dana khusus untuk pengembangan fasilitas olahraga di sekolah dasar.
  2. Kepala sekolah perlu memberikan dukungan yang lebih optimal bagi guru PJOK dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar.
  3. Pihak terkait perlu mengembangkan modul pelatihan khusus guru PJOK untuk implementasi Merdeka Belajar yang efektif.
  4. Guru PJOK perlu memanfaatkan sumber daya lokal dan media alternatif untuk mengatasi keterbatasan fasilitas.
  5. Perlu kajian lebih lanjut tentang dampak implementasi Merdeka Belajar pada pencapaian kompetensi peserta didik dalam mata pelajaran PJOK.

Kesimpulan

Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi guru PJOK di Sekolah Dasar se-Kapanewon Tepus terhadap kebijakan Merdeka Belajar secara umum adalah positif. Guru memahami pentingnya fleksibilitas dalam pembelajaran dan mengapresiasi kesempatan untuk mengembangkan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.

Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam implementasi Merdeka Belajar, terutama berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah siswa yang besar, serta kebutuhan pelatihan yang lebih spesifik untuk guru PJOK. Faktor-faktor seperti pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, ketersediaan fasilitas, dan dukungan sekolah mempengaruhi persepsi guru PJOK terhadap kebijakan ini.

Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan yang lebih komprehensif dari berbagai pihak untuk memastikan implementasi Merdeka Belajar dapat berjalan efektif dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar. Dengan dukungan yang memadai, kebijakan Merdeka Belajar dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK dan pengembangan potensi fisik, mental, serta kesehatan peserta didik di Sekolah Dasar se-Kapanewon Tepus.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Merdeka Belajar: Kebijakan Pendidikan Nasional. Jakarta: Kemendikbud.
  2. Arikunto, S. (2018). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
  3. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  4. Suryani, N. (2018). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi. Yogyakarta: Deepublish.
  5. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Kurikulum 2013: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SD/MI. Jakarta: Kemendikbud.

File Referensi Untuk PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN TERHADAP MERDEKA BELAJAR DI SEKOLAH DASAR SE KAPANEWON TEPUS
Screenshoot
Nama File
fulltext_muslimin_yoga_perdana_17604221061.pdf

Ukuran File
2.85 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN TERHADAP MERDEKA BELAJAR DI SEKOLAH DASAR SE KAPANEWON TEPUS. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN TERHADAP MERDEKA BELAJAR DI SEKOL...


admin
Admin
2026-06-08 14:40:17

Peran Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Terhadap Pendidikan Kesehatan dan Lin...


admin
Admin
2026-06-07 07:34:15

Pengaruh Motivasi Kerja, Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tingkat Pendid...


admin
Admin
2026-06-08 12:56:16

Supervisi Pengawas Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan dan Lin...


admin
Admin
2026-06-06 08:32:05

Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa dan Link Dow...


admin
Admin
2026-06-04 05:12:05