Dunia literasi Indonesia memiliki kekayaan genre yang luar biasa, mulai dari fiksi ilmiah distopia hingga refleksi emosional yang mendalam. Dua karya yang menarik untuk dibedah adalah novel Hujan karya Tere Liye dan Tentang Rasa yang Ingin Mencari Jawab karya Ratna Dks. Meskipun keduanya membawa pembaca pada perjalanan emosional, pendekatan penceritaan dan tema sentral yang diusung menawarkan pengalaman membaca yang sangat berbeda.
Novel Hujan karya Tere Liye berlatar di masa depan, tepatnya tahun 2042 hingga 2050. Cerita ini berfokus pada Lail, seorang gadis yang kehilangan keluarganya dalam bencana gunung meletus dan tsunami. Pertemuan Lail dengan Esok, sosok jenius yang menyelamatkannya, menjadi inti dari narasi ini. Tere Liye menggunakan latar belakang fiksi ilmiah untuk membungkus sebuah cerita tentang cinta, persahabatan, dan nilai sebuah kenangan.
Kekuatan utama dari novel ini adalah pembangunan dunianya (world-building). Pembaca diajak membayangkan dunia yang sangat maju, namun tetap merasa dekat dengan sisi manusiawi yang rapuh. Fokus utamanya terletak pada bagaimana trauma masa lalu dibungkus oleh teknologi, hingga akhirnya tokoh utama harus memilih apakah ingin melupakan atau menerima kenyataan pahit tersebut.
Di sisi lain, karya Ratna Dks, Tentang Rasa yang Ingin Mencari Jawab, lebih condong pada refleksi personal dan perjalanan batin. Jika Hujan membawa kita pada skala dunia yang besar dan bencana global, karya Ratna Dks membawa kita masuk ke dalam ruang lingkup yang lebih intim dan mikro, yakni ruang hati manusia itu sendiri.
Novel ini lebih menekankan pada pencarian identitas dan jawaban atas berbagai gejolak emosi yang seringkali tak terucapkan. Judulnya sendiri mencerminkan misi utama buku tersebut: sebuah upaya untuk menata kepingan rasa yang abstrak menjadi jawaban yang konkret. Bahasanya cenderung kontemplatif, mengajak pembaca untuk berdialog dengan diri sendiri di tengah hiruk-pikuk kehidupan.
Terdapat perbedaan mendasar dalam gaya penceritaan kedua novel ini:
Membaca Hujan terasa seperti menonton sebuah film epik yang mampu menguras air mata dengan skala besar, sementara membaca Tentang Rasa yang Ingin Mencari Jawab terasa seperti duduk tenang di sore hari sambil menyesap kopi dan merenungi hidup. Tidak ada yang lebih baik di antara keduanya, karena keduanya melayani kebutuhan pembaca yang berbeda.
Bagi pembaca yang menyukai petualangan pikiran dengan bumbu teknologi dan romansa yang dramatis, karya Tere Liye adalah pilihan yang tepat. Namun, bagi mereka yang sedang mencari teman untuk menenangkan pikiran, melakukan refleksi atas gejolak rasa, dan mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hidup yang tersirat, karya Ratna Dks akan memberikan kedamaian tersendiri.
