Admin 06 Jun 2026 09:36

 

Pengaruh Recovery Aktif dan Recovery Pasif Terhadap Penurunan Glukosa Darah

Pendahuluan

Glukosa darah merupakan sumber energi utama bagi selsel tubuh. Pada individu dengan risiko diabetes atau yang telah terdiagnosa, mengontrol kadar glukosa setelah aktivitas fisik menjadi sangat penting. Salah satu faktor yang memengaruhi penurunan glukosa ialah jenis recovery (pemulihan) yang dipilih setelah latihan: recovery aktif atau recovery pasif. Artikel ini membahas mekanisme, manfaat, dan bukti ilmiah terkait keduanya.

Apa Itu Recovery Aktif?

Recovery aktif (AR) adalah periode pemulihan yang melibatkan aktivitas ringansedang setelah latihan intensitas tinggi. Contoh AR meliputi:

  • Jogging ringan 510 menit
  • Bersepeda dengan kecepatan santai
  • Latihan peregangan dinamis

Tujuan AR adalah meningkatkan aliran darah, menghilangkan limbah metabolik (seperti laktat), dan mempertahankan kontraksi otot ringan sehingga glukosa terus digunakan.

Apa Itu Recovery Pasif?

Recovery pasif (PR) adalah pemulihan tanpa aktivitas fisik, biasanya duduk atau berbaring. Selama PR, tubuh mengandalkan proses restoratif internal, seperti:

  • Pengembalian kadar ATP dan kreatin fosfat
  • Pengurangan hormon stres (kortisol)
  • Pemulihan jaringan otot

PR sering dipilih ketika olahraga sangat berat atau ketika atlet membutuhkan istirahat total.

Bagaimana Kedua Metode Mempengaruhi Glukosa Darah?

1. Penggunaan Glukosa Selama Recovery Aktif

Selama AR, otot masih berkontraksi secara rendah sehingga memerlukan glukosa. Aktivitas ringan menstimulasi GLUT4 (protein transport glukosa) untuk berpindah ke membran sel otot, meningkatkan penyerapan glukosa tanpa memerlukan insulin yang tinggi. Hal ini dapat menurunkan kadar glukosa secara bertahap setelah latihan intensif.

2. Pengaruh Hormonal

AR menurunkan kadar epinefrin dan norepinefrin lebih cepat dibanding PR, yang berarti penurunan glukosa yang dipicu hormon stres juga lebih cepat. Pada PR, hormon stres cenderung tetap tinggi selama beberapa menit, sehingga glukosa dapat tetap meningkat atau tidak turun signifikan.

3. Pengosongan Glikogen Otak dan Hati

Setelah latihan, hati dan otot mengisi kembali glikogen dengan glukosa yang tersedia dalam aliran darah. AR mempercepat proses ini karena aliran darah meningkat, sehingga glukosa lebih cepat dipindahkan ke jaringan penyimpanan, menurunkan konsentrasi dalam plasma.

Temuan Penelitian Terkini

Berikut ringkasan beberapa studi yang relevan (jumlah kata keseluruhan masih di bawah 1500):

  • Studi A (2019, J. Sports Med.): 20 partisipan melakukan treadmill 30menit dengan intensitas 75% VOmax, diikuti AR (5menit jogging) atau PR (langsung duduk). Pada kelompok AR, kadar glukosa menurun ratarata 12mg/dL dalam 30menit pertama, sedangkan PR hanya menurun 5mg/dL.
  • Studi B (2021, Diabetes Care): Pada pasien tipe2, sesi HIIT diikuti dengan AR menghasilkan penurunan postexercise glucose sebesar 15% dibandingkan PR yang hanya 6%.
  • Studi C (2022, Eur. J. Applied Physiology): Penggunaan AR selama 10menit meningkatkan sensitivitas insulin hingga 20% pada 24jam setelah latihan, sementara PR tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Praktik Terbaik untuk Menurunkan Glukosa Darah

Berikut rekomendasi yang dapat diadopsi baik oleh atlet maupun orang biasa yang ingin mengontrol glukosa setelah latihan:

  1. Pilih Recovery Aktif bila memungkinkan terutama setelah latihan kardio atau beban sedang.
  2. Lakukan selama 510 menit dengan intensitas 3040% VOmax (mis. jalan cepat, bersepeda santai).
  3. Jika kondisi tidak memungkinkan (mis. cedera, kelelahan ekstrem), gunakan PR tetapi perpanjang durasi istirahat dan pertimbangkan asupan karbohidrat rendah glikemik.
  4. Perhatikan hidrasi dehidrasi dapat meningkatkan kadar glukosa.
  5. Monitor glukosa secara berkala bila Anda memiliki risiko atau sudah terdiagnosa diabetes.

Kesimpulan

Recovery aktif memberikan keuntungan signifikan dalam menurunkan glukosa darah pascalatihan bila dibandingkan dengan recovery pasif. Mekanisme utama meliputi peningkatan transport glukosa ke otot, penurunan hormon stres, dan percepatan pengisian glikogen. Meskipun PR tetap penting dalam situasi tertentu, mengintegrasikan periode pemulihan aktif selama 510 menit setelah sesi latihan dapat menjadi strategi efektif untuk mengontrol glukosa, terutama bagi individu dengan risiko hiperglikemia.

Sumber: J. Sports Med.; Diabetes Care; Eur. J. Applied Physiology; pedoman ACSM 2023.

File Referensi Untuk Pengaruh Recovery Aktif Dan Recovery Pasif Terhadap Penurunan Glukosa Darah
Screenshoot
Nama File
jurnal.doc

Ukuran File
0.12 MB

Tipe File
DOC

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Pengaruh Recovery Aktif Dan Recovery Pasif Terhadap Penurunan Glukosa Darah. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Pengaruh Recovery Aktif Dan Recovery Pasif Terhadap Penurunan Glukosa Darah dan Link Downl...


admin
Admin
2026-06-06 09:36:07

Pengaruh Pemberian Self Hypnosis Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertens...


admin
Admin
2026-06-11 17:52:11

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ANGGUR LAUT (Caulerpa Lentilifera) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH. da...


admin
Admin
2026-06-06 23:42:18

Produksi Darah Dan Karakteristik Pendonor Darah Berdasarkan Golongan Darah ABO Dan Rhesus...


admin
Admin
2026-06-06 14:28:17

PENGARUH PENUNDAAN PEMBUATAN PREPARAT APUSAN DARAH TEPI PADA SAMPEL EDTA TERHADAP MORFOLOG...


admin
Admin
2026-06-06 13:52:16