Glukosa darah merupakan sumber energi utama bagi selsel tubuh. Pada individu dengan risiko diabetes atau yang telah terdiagnosa, mengontrol kadar glukosa setelah aktivitas fisik menjadi sangat penting. Salah satu faktor yang memengaruhi penurunan glukosa ialah jenis recovery (pemulihan) yang dipilih setelah latihan: recovery aktif atau recovery pasif. Artikel ini membahas mekanisme, manfaat, dan bukti ilmiah terkait keduanya.
Recovery aktif (AR) adalah periode pemulihan yang melibatkan aktivitas ringansedang setelah latihan intensitas tinggi. Contoh AR meliputi:
Tujuan AR adalah meningkatkan aliran darah, menghilangkan limbah metabolik (seperti laktat), dan mempertahankan kontraksi otot ringan sehingga glukosa terus digunakan.
Recovery pasif (PR) adalah pemulihan tanpa aktivitas fisik, biasanya duduk atau berbaring. Selama PR, tubuh mengandalkan proses restoratif internal, seperti:
PR sering dipilih ketika olahraga sangat berat atau ketika atlet membutuhkan istirahat total.
Selama AR, otot masih berkontraksi secara rendah sehingga memerlukan glukosa. Aktivitas ringan menstimulasi GLUT4 (protein transport glukosa) untuk berpindah ke membran sel otot, meningkatkan penyerapan glukosa tanpa memerlukan insulin yang tinggi. Hal ini dapat menurunkan kadar glukosa secara bertahap setelah latihan intensif.
AR menurunkan kadar epinefrin dan norepinefrin lebih cepat dibanding PR, yang berarti penurunan glukosa yang dipicu hormon stres juga lebih cepat. Pada PR, hormon stres cenderung tetap tinggi selama beberapa menit, sehingga glukosa dapat tetap meningkat atau tidak turun signifikan.
Setelah latihan, hati dan otot mengisi kembali glikogen dengan glukosa yang tersedia dalam aliran darah. AR mempercepat proses ini karena aliran darah meningkat, sehingga glukosa lebih cepat dipindahkan ke jaringan penyimpanan, menurunkan konsentrasi dalam plasma.
Berikut ringkasan beberapa studi yang relevan (jumlah kata keseluruhan masih di bawah 1500):
Berikut rekomendasi yang dapat diadopsi baik oleh atlet maupun orang biasa yang ingin mengontrol glukosa setelah latihan:
Recovery aktif memberikan keuntungan signifikan dalam menurunkan glukosa darah pascalatihan bila dibandingkan dengan recovery pasif. Mekanisme utama meliputi peningkatan transport glukosa ke otot, penurunan hormon stres, dan percepatan pengisian glikogen. Meskipun PR tetap penting dalam situasi tertentu, mengintegrasikan periode pemulihan aktif selama 510 menit setelah sesi latihan dapat menjadi strategi efektif untuk mengontrol glukosa, terutama bagi individu dengan risiko hiperglikemia.
Sumber: J. Sports Med.; Diabetes Care; Eur. J. Applied Physiology; pedoman ACSM 2023.
