Dalam era digital saat ini, pemanfaatan internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan peserta didik. Internet tidak hanya digunakan sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai alat komunikasi dan platform pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana layanan bimbingan, terutama layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan analisis transaksional, dapat mempengaruhi cara peserta didik dalam memanfaatkan internet secara efektif.
SMA Yos Sudarso Metro telah melihat peningkatan penggunaan internet di kalangan peserta didiknya. Di sisi lain, banyak peserta didik yang masih kurang mampu memanfaatkan internet dengan bijak. Layanan bimbingan kelompok hadir sebagai solusi untuk membantu peserta didik dalam mengarahkan penggunaan internet yang lebih produktif dan positif.
Bimbingan kelompok memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk saling berbagi pengalaman, belajar satu sama lain, dan mendukung pengembangan diri. Dalam konteks pemanfaatan internet, bimbingan kelompok dapat menyediakan ruang untuk diskusi yang konstruktif mengenai cara-cara efektif dalam menggunakan internet, serta risiko yang mungkin dihadapi.
Pendekatan analisis transaksional, yang dikembangkan oleh Eric Berne, melibatkan pemahaman terhadap interaksi sosial dan komunikasi. Dalam bimbingan kelompok, pendekatan ini dapat digunakan untuk membantu peserta didik memahami perilaku mereka sendiri dan orang lain ketika berinteraksi di dunia maya. Melalui analisis peran (parent, adult, child) dalam interaksi, peserta didik diharapkan dapat lebih sadar akan cara mereka berkomunikasi dan bertindak di internet.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap peserta didik yang mendapatkan layanan bimbingan kelompok. Kuesioner dibagikan kepada peserta didik yang terlibat dalam program bimbingan dan yang tidak terlibat, untuk membandingkan pemanfaatan internet di kedua kelompok tersebut. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk melihat pengaruh layanan bimbingan terhadap pengelolaan dan penggunaan internet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti bimbingan kelompok dengan pendekatan analisis transaksional menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan internet. Mereka lebih mampu mengidentifikasi informasi yang relevan dan menghindari konten negatif. Selain itu, mereka juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berkomunikasi secara efektif di platform digital.
Pemanfaatan internet yang bijak sangat penting bagi peserta didik untuk memaksimalkan potensi belajar mereka. Bimbingan kelompok tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun karakter peserta didik dalam berinteraksi di dunia maya. Pendekatan analisis transaksional membantu mereka untuk mengenali pola komunikasi yang dianut dan bagaimana pola tersebut mempengaruhi interaksi mereka di internet.
Penerapan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan analisis transaksional terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pemanfaatan internet peserta didik di SMA Yos Sudarso Metro. Melalui bimbingan ini, peserta didik tidak hanya belajar untuk menggunakan internet dengan lebih baik tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial yang penting untuk berinteraksi di era digital. Diharapkan, program ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan agar peserta didik semakin siap menghadapi tantangan dunia digital.
