Admin 08 Jun 2026 04:44

 

Pembelajaran Tapestri Berbahan Benang Wol Kelas VIII

SMP Negeri 1 Tamalatea

Latar Belakang

Tapestri merupakan salah satu seni kerajinan tradisional yang menggabungkan unsur estetika, ketelitian, dan kreativitas. Pada jenjang SMP, khususnya kelas VIII, pembelajaran seni budaya bertujuan mengembangkan kompetensi estetika serta ketrampilan praktis siswa. Penggunaan benang wol dalam pembuatan tapestri dipilih karena sifatnya yang lembut, mudah dibentuk, serta mampu menghasilkan warna yang kaya dan bergradasi.

SMP Negeri 1 Tamalatea berkomitmen untuk memperkaya kurikulum seni budaya dengan materi yang relevan dengan kearifan lokal sekaligus memupuk rasa kebanggaan terhadap warisan Indonesia. Kegiatan pembuatan tapestri berbahan benang wol memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan konsep seni visual, matematika (pengukuran, pola), serta nilainilai kerja keras dan kerjasama.

Tujuan Pembelajaran

  • Mengenal alatalat serta bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan tapestri.
  • Memahami prinsip dasar desain pola geometris dan motif tradisional.
  • Mampu merencanakan, menggambar, dan mengeksekusi tapestri dengan benang wol.
  • Mengembangkan keterampilan motorik halus, ketelitian, serta kemampuan berbahasa melalui prosedur kerja tertulis.
  • Menilai hasil karya secara kritis dengan menggunakan kriteria estetika dan teknis.

Alat dan Bahan

  • Benang wol (warnawarna sesuai tema, misalnya biru, hijau, merah, kuning).
  • Kain dasar (kain katun atau linen berukuran 3030cm).
  • Kepala jarum (tapestri) atau pin khusus.
  • Gunting, obeng, dan pemotong benang.
  • Pensil, penghapus, dan kertas grafik untuk perencanaan pola.
  • Penggaris, pengukur, dan kompas.

Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Pendahuluan (10 menit)

Guru memaparkan sejarah singkat tapestri di Indonesia, menyoroti contoh karya tradisional dari Timor, Sulawesi, dan Jawa. Siswa diajak mengamati gambar tapestri yang ditampilkan, kemudian berdiskusi tentang fungsi sosial dan estetika dari karya tersebut.

2. Demonstrasi (15 menit)

Guru memperagakan cara menyiapkan benang wol, mengikat simpul pada ujung benang, dan memulai pola dasar (misalnya herringbone atau chevron). Selama demonstrasi, guru menekankan pentingnya menjaga ketegangan benang agar tidak melorot serta cara memotong benang secara rapi.

3. Praktik Mandiri (45 menit)

  1. Setiap siswa menyiapkan kartu kerja yang berisi sketsa pola bebas atau motif tradisional pilihan kelas.
  2. Guru membimbing siswa mengukur dan menandai titik awal di kain dasar, serta menyiapkan benang wol sesuai urutan warna.
  3. Siswa memulai kerja, mengikat benang pada titik awal, kemudian menjalankan langkah overunder sesuai pola yang direncanakan.
  4. Jika terdapat kesalahan, siswa diminta mencatatnya pada lembar refleksi untuk analisis di akhir sesi.

4. Refleksi & Penilaian (20 menit)

Siswa mempresentasikan hasil tapestri ke kelas, menjelaskan pilihan warna, kesulitan yang dihadapi, serta solusi yang dipakai. Guru menilai berdasarkan Rubrik Kualitas Karya (30%), Proses Kerja (25%), Kreativitas Desain (20%), Penyajian Lisan (15%), dan Dokumentasi (10%).

Aspek Kompetensi yang Dikembangkan

  • Kompetensi Inti: Sikap disiplin, tanggung jawab, dan gotongroyong.
  • Kompetensi Dasar:
    • Menjelaskan fungsi dan nilai budaya tapestri.
    • Mengidentifikasi alat, bahan, dan prosedur pembuatan tapestri.
    • Mengaplikasikan teknik dasar menjahit pada benang wol.
    • Menilai karya seni menggunakan kriteria estetika.

Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi terdiri atas dua fase utama: Formatif dan Sumatif. Pada fase formatif, guru memberikan umpan balik secara langsung selama proses pembuatan. Pada fase sumatif, karya akhir diukur dengan rubrik yang sudah dijelaskan sebelumnya serta tes tertulis singkat yang menanyakan teori dasar tapestri serta keterkaitan dengan kebudayaan lokal. Nilai akhir merupakan gabungan antara nilai praktik (70%) dan nilai tes tertulis (30%).

Pengayaan dan Pengembangan Lanjutan

Setelah menguasai dasar tapestri benang wol, siswa dapat diarahkan untuk mengeksplorasi media lain seperti benang katun, serat sintetis, atau kain kanvas berukuran lebih besar. Proyek kolaboratif berupa mural tapestri yang dipasang di ruang guru atau koridor sekolah dapat menjadi media publikasi karya siswa sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.

Selain itu, guru dapat mengundang seniman lokal untuk memberikan workshop khusus, sehingga siswa mendapat pengalaman belajar langsung dari praktisi seni tradisional. Kegiatan pameran karya di tingkat kecamatan atau kabupaten juga dapat menjadi ajang kompetisi yang memotivasi siswa untuk terus berinovasi.

Kesimpulan

Pembelajaran tapestri berbahan benang wol untuk kelas VIII di SMP Negeri 1 Tamalatea bukan sekadar mengajarkan teknik kerajinan, melainkan juga menumbuhkan rasa hormat terhadap warisan budaya, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta mengasah kreativitas siswa. Dengan pendekatan yang terstrukturdimulai dari pendahuluan historis, demonstrasi praktis, praktik mandiri, hingga refleksi kritissiswa dapat menginternalisasi nilai estetika sekaligus mengaplikasikan pengetahuan matematika dan bahasa Indonesia dalam konteks nyata. Diharapkan, hasil akhir berupa tapestri yang estetis dan bermakna akan menjadi bukti keberhasilan proses belajar yang berpusat pada siswa.

File Referensi Untuk **Pembelajaran Tapestri Berbahan Benang Wol Kelas VIII SMP Negeri 1 Tamalatea**
Screenshoot
Nama File
jurnal_syah_nurni.pdf

Ukuran File
0.38 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk **Pembelajaran Tapestri Berbahan Benang Wol Kelas VIII SMP Negeri 1 Tamalatea**. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

**Pembelajaran Tapestri Berbahan Benang Wol Kelas VIII SMP Negeri 1 Tamalatea** dan Link D...


admin
Admin
2026-06-08 04:44:16

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP KUALITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII...


admin
Admin
2026-05-28 23:20:09

Kemampuan Menulis Teks Biografi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa dan Link Downlo...


admin
Admin
2026-06-03 17:47:04

Meningkatkan Ketrampilan Etika Pergaulan Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kel...


admin
Admin
2026-06-06 20:06:15

Penggunaan Play Therapy Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mengurangi Konflik Siswa...


admin
Admin
2026-06-08 04:58:11