Kesehatan ibu dan anak merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu intervensi kesehatan yang krusial pada masa awal kehidupan adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Pada tahun 2020, Puskesmas Tegalrejo di Kota Yogyakarta menjalankan program ini sebagai bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
IMD adalah proses bayi menyusu segera setelah lahir, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibu sendiri dalam waktu satu jam pertama kelahirannya. Proses ini tidak hanya membantu bayi mendapatkan kolostrum yang kaya akan antibodi, tetapi juga mempererat ikatan emosional (bonding) antara ibu dan bayi. Di Puskesmas Tegalrejo, standar prosedur operasional IMD diterapkan dengan mengedepankan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) untuk menjaga suhu tubuh bayi dan menstabilkan pernapasan.
ASI Eksklusif, yaitu pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain, menjadi fokus utama program gizi di Puskesmas Tegalrejo pada tahun 2020. Mengingat tantangan selama tahun tersebut, yaitu adanya pandemi COVID-19, Puskesmas Tegalrejo melakukan berbagai adaptasi untuk memastikan cakupan ASI tetap terjaga.
Tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas karena adanya pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang ketat. Meskipun demikian, Puskesmas Tegalrejo tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas pokoknya melalui beberapa langkah:
Keberhasilan pelaksanaan IMD dan ASI Eksklusif di Puskesmas Tegalrejo sangat bergantung pada dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Budaya memberikan dukungan pada ibu menyusui di wilayah Yogyakarta yang kuat menjadi modal dasar. Namun, hambatan seperti kesibukan ibu bekerja, persepsi mengenai kecukupan ASI, serta pengaruh iklan susu formula tetap menjadi faktor yang memerlukan perhatian intensif dari pihak Puskesmas.
Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif di Puskesmas Tegalrejo pada tahun 2020 telah berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target kesehatan nasional di tengah situasi pandemi. Melalui pendekatan promotif dan preventif, Puskesmas Tegalrejo terus mendorong kesadaran masyarakat akan manfaat jangka panjang ASI bagi kekebalan tubuh bayi serta penurunan angka stunting di wilayah Kota Yogyakarta. Sinergi antara tenaga medis, ibu, dan keluarga terbukti menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlangsungan pemberian ASI bagi generasi penerus.
