Dalam teori antrean, discipline pelayanan menentukan urutan pemrosesan pelanggan ketika ada lebih dari satu pelanggan menunggu. Disiplin preemptive (preemptif) memungkinkan pekerjaan yang sedang diproses dapat diinterupsi oleh pekerjaan lain yang memiliki prioritas lebih tinggi. Interupsi tersebut dapat terjadi pada kapan saja, tergantung pada kebijakan sistem. Preemptive berbeda dengan disiplin nonpreemptive (FCFS, LCFS, priority nonpreemptive) yang tidak menghentikan layanan yang sedang berlangsung sampai selesai. Berikut adalah tiga varian utama preemptive yang umum dipelajari: Model antrean paling sederhana dengan preemptive biasanya menggunakan notasi KendallLee A/B/c/K dengan tambahan parameter prioritas. Contoh model yang paling banyak dipelajari adalah M/M/1 dengan prioritas preemptive. Misalkan ada dua kelas pelanggan: kelas 1 (prioritas tinggi) dan kelas 2 (prioritas rendah). Kedatangan masingmasing mengikuti proses Poisson dengan intensitas λ1 dan λ2, dan waktu layanan eksponensial dengan ratarata μ (sama untuk kedua kelas). Karena preemptiveresume, layanan kelas 2 dapat diganggu kapan pun ada kedatangan kelas 1. Untuk kelas 1, sistem berperilaku seperti M/M/1 biasa, sehingga waktu tunggu ratarata: Wq1 = \frac{\lambda_1}{\mu(\mu - \lambda_1)} Untuk kelas 2, analisis lebih rumit karena effective service rate berkurang. Hasilnya: Wq2 = \frac{\lambda_2}{\mu(\mu - \lambda_1 - \lambda_2)} \cdot \frac{1}{1 - \frac{\lambda_1}{\mu}} Kedua rumus di atas menunjukkan bahwa peningkatan beban kelas 1 mengakibatkan peningkatan waktu tunggu kelas 2 secara tidak proporsional. Jika distribusi layanan tidak eksponensial, pendekatan PollaczekKhinchine dapat diperluas: W_q = \frac{\lambda E[S^2]}{2(1 - \rho)} + \sum_{k=1}^{K-1}\frac{\lambda_k E[S_k]}{1 - \sum_{i=1}^{k}\rho_i} Dimana adalah utilisasi total, _k utilisasi kelas k, dan E[S_k] ratarata waktu layanan kelas k. Beberapa teknik dapat mengurangi dampak negatif preemptive: Disiplin pelayanan preemptive memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengatur prioritas layanan, terutama pada sistem yang menuntut respons cepat terhadap permintaan penting. Model matematika seperti M/M/1 atau M/G/1 dengan prioritas preemptiveresume dapat memberikan perkiraan yang akurat mengenai waktu tunggu dan utilisasi. Namun, penerapan preemptive harus selalu dipertimbangkan dengan cermat karena potensi terjadinya starvation, biaya overhead, dan kompleksitas analisis. Dengan kombinasi kebijakan tambahan seperti agebased priority atau batasan jumlah preemptions, organisasi dapat memanfaatkan keunggulan preemptive tanpa mengorbankan keadilan layanan. Model Antrean dengan Disiplin Pelayanan Preemptive
1. Definisi Disiplin Pelayanan Preemptive
2. Jenis-jenis Disiplin Preemptive
3. Model Matematika Antrean Preemptive
3.1. Model M/M/1 dengan Dua Kelas Prioritas
3.2. Model M/G/1 dengan Prioritas PreemptiveResume
4. Contoh Aplikasi Dunia Nyata
5. Keuntungan & Kerugian Pendekatan Preemptive
5.1. Keuntungan
5.2. Kerugian
5.3. Strategi Mitigasi
6. Ringkasan
