Asus dikenal sebagai produsen perangkat keras komputer yang memiliki reputasi kuat dalam inovasi dan performa. Pada dekade terakhir, perusahaan ini mulai melakukan perluasan merek (brand extension) ke segmen nonkomputer, seperti gadget gaming, aksesoris rumah pintar, dan bahkan perlengkapan olahraga. Penelitian ini berupaya menguji dua konstruk kunci yang diprediksi mempengaruhi keberhasilan perluasan merek tersebut, yaitu persepsi kualitas (perceived quality) dan persepsi kesesuaian (perceived fit).
Menurut Aaker (1996), perceived quality mencerminkan penilaian konsumen terhadap keunggulan produk relatif terhadap kompetitor. Sementara itu, konsep perceived fit (Keller, 1993) mengacu pada sejauh mana konsumen menilai kesesuaian atribut merek induk dengan kategori produk baru. Kedua variabel ini dianggap memoderasi niat beli (purchase intention) pada produk ekstensi merek.
Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan selama tiga minggu pada bulan April2026.
Populasi target adalah konsumen berusia 1845 tahun yang pernah membeli atau memiliki produk Asus (laptop, smartphone, atau perangkat gaming). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria:
Target responden: 300 orang. Penggunaan software G*Power memperkirakan ukuran sampel minimal 184 untuk efek ukuran medium (f = 0.15) dengan power 0.80 dan = 0.05.
Kuesioner terdiri dari empat bagian:
Reliabilitas tiap konstruk diharapkan Cronbachs 0.70.
Instrumen dibagikan melalui platform Google Forms. Responden diwajibkan memberikan persetujuan terinformasi sebelum mengisi kuesioner. Data yang tidak lengkap (lebih dari 20% pertanyaan tidak dijawab) akan dikeluarkan.
Analisis dilakukan dengan SPSS 28 dan AMOS 28. Langkahlangkahnya:
Jika H1 dan H2 terbukti, maka Asus dapat menekankan kualitas produk baru dalam kampanye pemasaran, sekaligus menyoroti kesesuaian merek dengan kategori produk tersebut. Moderasi pada H3 akan mengungkap kondisi di mana persepsi kualitas memperkuat (atau melemahkan) efek persepsi kesesuaian pada niat beli.
Temuan ini dapat memberikan panduan strategis bagi manajer pemasaran Asus untuk:
Penelitian ini menggabungkan dua dimensi penting dalam evaluasi perluasan merek: kualitas dan kesesuaian. Dengan pendekatan kuantitatif yang terstruktur, diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat bagi keputusan strategis Asus dalam memperluas portofolio produknya ke pasar baru.
Untuk menelusuri lebih lanjut, kunjungi situs resmi Asus atau hubungi tim riset pemasaran melalui research@asus.com.
