Ruminansia (sapi, domba, kambing, dan kerbau) memiliki sistem pencernaan yang unik yang memungkinkan pemanfaatan serat kasar sebagai sumber energi utama. Karbohidrat, terutama selulosa, hemiselulosa, dan pati, tidak dapat dicerna secara langsung oleh enzim inang. Proses fermentasi mikroba di rumen menghasilkan asam lemak rantai pendek (ALRC) yang menjadi sumber energi utama bagi hewan.
Rumen, retikulum, omasum, dan abomasum membentuk empat kompartemen. Pada tahap pertama, karbohidrat masuk ke rumen, tempat mikroba (bakteri, protozoa, dan jamur) memecahnya menjadi gula sederhana dan kemudian menjadi ALRC (asetat, propionat, dan butirat). Selanjutnya, ALRC diserap melalui dinding rumen dan masuk ke sirkulasi darah.
Asetat menyumbang energi terbesar ( 70% dari total energi metabolik). Propionat adalah prekursor utama glukogenesis di hati, penting bagi produksi susu dan pertumbuhan. Butirat, meski berjumlah lebih kecil, berperan dalam kesehatan sel epitel rumen.
Setelah fermentasi, sebagian karbohidrat yang tidak terfermentasi (mis. pati yang tidak terdegradasi di rumen) masuk ke abomasum, yang berfungsi seperti lambung monogastrik. Di sini, asam klorida dan pepsin memecah protein, sementara pankreas mengeluarkan amilase untuk memecah pati menjadi maltosa dan glukosa. Glukosa yang dihasilkan dapat langsung diserap di usus halus.
Karena sebagian besar glukosa berasal dari propionat, ruminansia sangat mengandalkan jalur glukoneogenesis. Propionat diubah menjadi suksinil-CoA, kemudian menjadi OAA dan akhirnya glukosa dalam hati. Proses ini penting untuk produksi laktosa pada susu dan untuk jaringan otot selama aktivitas intensif.
Jika fermentasi tidak seimbang, dapat terjadi kondisi:
Untuk memaksimalkan efisiensi metabolisme karbohidrat, peternak dapat:
Metabolisme karbohidrat pada ruminansia merupakan hasil interaksi kompleks antara mikroba rumen dan jaringan inang. Fermentasi karbohidrat menghasilkan asam lemak rantai pendek yang menyediakan energi utama, sementara propionat menjadi sumber glukosa melalui glukoneogenesis. Pemilihan pakan yang tepat dan pengelolaan diet yang seimbang sangat penting untuk mengoptimalkan produksi, kesehatan, dan efisiensi energi pada ruminansia.
