Kesehatan ibu merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan suatu negara. Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius. Salah satu penyebab utama kematian ibu yang paling dominan adalah perdarahan pasca salin, khususnya yang terjadi pada kala III persalinan.
Kala III persalinan adalah tahapan setelah bayi lahir hingga plasenta atau ari-ari lahir. Tahapan ini biasanya berlangsung singkat, namun memiliki risiko perdarahan yang signifikan. Secara fisiologis, setelah bayi lahir, rahim akan berkontraksi untuk melepaskan plasenta dari dinding rahim. Proses ini diikuti oleh penyempitan pembuluh darah di tempat melekatnya plasenta untuk mencegah perdarahan berlebihan. Gangguan pada proses ini, terutama kegagalan rahim untuk berkontraksi dengan kuat (atonia uteri), menjadi penyebab utama perdarahan pada kala III.
Di Indonesia, perdarahan pasca salin menyumbang angka yang sangat tinggi dalam statistik kematian ibu. Terdapat beberapa faktor risiko yang berkontribusi terhadap kondisi ini:
Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau menjadi tantangan tersendiri. Keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan medis (terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan) sering kali berujung fatal pada kasus perdarahan kala III. Ibu yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan tanpa pendampingan tenaga kesehatan terlatih memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk mengalami komplikasi fatal.
Upaya untuk menekan angka kematian ibu akibat perdarahan pada kala III sangat bergantung pada manajemen aktif kala III. Tenaga kesehatan di Indonesia diwajibkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, yaitu:
Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) yang rutin juga sangat krusial. Melalui pemeriksaan ini, tenaga kesehatan dapat mendeteksi sedini mungkin faktor risiko seperti anemia, kehamilan ganda, atau kondisi medis lainnya yang bisa meningkatkan potensi perdarahan saat bersalin.
Perdarahan pada kala III adalah kondisi darurat medis yang memerlukan tindakan cepat, tepat, dan terampil. Penurunan angka kematian ibu di Indonesia menuntut kolaborasi antara peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bersalin di fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas keterampilan tenaga kesehatan, serta perbaikan sistem rujukan yang responsif. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan deteksi dini, risiko kematian ibu akibat perdarahan dapat diminimalisir secara signifikan, memastikan keselamatan ibu dan bayi untuk masa depan keluarga yang lebih sehat.
