Admin 06 Jun 2026 09:02

 

Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal

Panduan komprehensif mengenai pemberian asuhan kebidanan pada masa intranatal dengan persalinan normal berdasarkan standar pelayanan kebidanan.

Konsep Dasar Intranatal

Manajemen Asuhan Kebidanan (MAK) intranatal adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan kepada ibu dan bayi selama proses persalinan, mulai sejak kala I (pembukaan) sampai dengan kala IV (2 jam pertama setelah lahirnya plasenta). Persalinan normal didefinisikan sebagai proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan melalui jalan lahir (pervia vaginalis) dalam waktu 24 jam, tanpa komplikasi ibu maupun janin.

Tujuan utama dari asuhan intranatal adalah menjaga keselamatan ibu dan bayi, meminimalkan trauma, serta mencegah komplikasi yang dapat terjadi selama persalinan. Pendekatan yang digunakan adalah Continuity of Care dengan pendekatan manajemen masalah berlangkah (Varney).

Step 1: Pengkajian (Data Subjektif dan Objektif)

Pengkajian merupakan langkah awal dan fundamental untuk menentukan diagnosis dan tindakan selanjutnya. Bidan harus mengumpulkan data secara akurat dan sistematis.

Data Subjektif (Anamnesis):
  • Keluhan utama ibu saat ini (misalnya: mules, nyeri punggung, atau pecah ketuban).
  • Tanggal lahir dan usia gestasi (hitung dengan HPHT).
  • Riwayat kehamilan, riwayat penyakit penyerta (Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit jantung).
  • Riwayat persalinan sebelumnya (GPA: Gravida, Partus, Abortus).
  • Riwayat alergi obat atau makanan.

Data Objektif (Pemeriksaan Fisik)

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menilai kondisi ibu secara umum dan status persalinan saat ini.

Keadaan Umum & Tanda Vital

  • Kesadaran: Apakah ibu dalam keadaan sadar sempurna.
  • Tekanan Darah: Normal di bawah 140/90 mmHg.
  • Nadi: 60-90 x/menit.
  • Suhu: 36,5 - 37,5C.
  • Pernafasan: 20-24 x/menit.

Pemeriksaan Abdomen

  • Inspeksi: Tinggi fundus uteri, bentuk abdomen, strie, dan luka bekas operasi.
  • Palpasi (Leopold): Menentukan posisi janin (letak kepala, punggung), dan bagian terendah janin.
  • Auskultasi: Denyut Jantung Janin (DJJ) antara 120-160 x/menit. Dikaji setiap 30 menit pada kala I, dan setiap 15 menit pada kala II.

Pemeriksaan Dalam

  • Membuka pintu panggul (bila perlu).
  • Menilai pembukaan serviks (dari 1-10 cm).
  • MenilaiPresentasi janin (biasanya presentasi kepala).
  • Menilai selaput ketuban (utuh atau pecah).
  • Menilai penurunan kepala janin (station).

Step 3 & 4: Implementasi (Pemberian Asuhan)

Implementasi adalah pelaksanaan rencana tindakan yang telah disusun berdasarkan diagnosis. Pada persalinan normal, asuhan dibagi berdasarkan kala persalinan (Kala I - Kala IV).

Kala I: Pembukaan (Dari serviks terbuka 1-10 cm)

Tujuan utama kala I adalah mempersiapkan ibu secara fisik dan mental serta memantau kondisi janin.

  • Dukungan psikologis (motivasi dan relaksasi) untuk mengurangi cemas.
  • Latihan pernapasan (tarik napas dalam dalam) saat his mulai kuat.
  • Observasi DJJ dan his selang 30 menit sekali (awal) atau 15-20 menit (ketuban pecah/pembukaan besar).
  • Pengecekan TTV 2 jam sekali.
  • Menjaga asupan nutrisi dan cairan (makanan padat dihentikan saat pembukaan cukup besar).
  • Persilakan ibu untuk kencing/BAK (4-6 jam sekali) untuk mencegah kandung kemih penuh yang menghambat turunnya kepala janin.

Kala II: Pengeluaran Janin (Lahirnya Kepala sampai Lahirnya Badan)

Tujuan kala II adalah melahirkan janin dengan aman, traumatis dan mempertahankan keutuhan ruang kulit.

  • Menolak (Persiapan Operasi Senyap): Cuci tangan antisepsis, pakai sarung tangan, lengkapi alat tolong (Mayo, klem, lap steril, doek, Oxytocin injeksi, infus apabila ada risiko).
  • Mengatur cara mengejan (his mula dan puncak).
  • Melindungi perineum (Meniet Kietz) untuk mencegah robekan berat (lubrikasi/tekanan tangan).
  • Episiotomi dilakukan bila ada indikasi (distosia bahu risiko, primigravida tua).
  • Melakukan lahirnya kepala dengan baik (mundur perlahan) pada anteriornya.
  • Membersihkan jalan napas bayi dan meletakkan di perut ibu untuk kontak kulit.

Kala III: Pelepasan dan Lahirnya Plasenta

Tujuan preventif perdarahan postpartum dan memastikan plasenta lahir lengkap.

  • Memberi suntikan Oxytocin 10 IU IM pada saat kepala janin lahir atau segera setelah lahir (Manajemen Aktif Kala III - MAK III).
  • Mengkaji tanda lepasnya plasenta: Uterus membulat (globuler), fundus uteri naik tinggi, tali pusat memanjang, dan ada gumpalan darah.
  • Mengejan bila plasenta sudah lepas.
  • Menyonggong plasenta dengan benar (Schultze/Duncan) agar tidak tertinggal jaringan.
  • Memeriksa plasenta dan selaput ketuban utuh.
  • Mengurut uterus (Uterin massage) untuk menstimulasi kontraksi.

Kala IV: Pemulihan Awal (2 Jam Pertama)

Tujuan adalah pemantauan kondisi ibu untuk mencegah perdarahan postpartum (HPP) lanjut dan syok.

  • Observasi TTV (Tekanan darah, Nadi, Nafas, Suhu) tiap 15 menit x 4 kali, dilanjutkan tiap 30 menit x 2 kali.
  • Mengejak kontraksi uterus (masih keras atau lembek).
  • Menilai kandung kemih (apakah ibu sudah BAK).
  • Mengatur pemberian ASI dini (Inisiasi Menyusu Dini - IMD).
  • Megajasi perdarahan pervaginam (gumpalan atau fresh bleeding).

Evaluasi

Setelah melaksanakan asuhan, bidan harus melakukan penilaian ulang terhadap hasil yang dicapai atau komplikasi yang muncul. Catatan dokumentasi (SOAP Note) harus dilakukan dengan rapi.

Aspek Kriteria Evaluasi (Baik/Berhasil)
Subjektif Ibu mengatakan merasa lega dan lelah. Ibu tidak mengeluh nyeri berat.
Objektif (Ibu) TD 120/80 mmHg, Nadi 80x/mnt, SU 36,5C. Kontraksi uteri baik (kenyal seperti dahi). Perdarahan normal (< 500 ml).
Objektif (Jalan Lahir) Tidak ada luka robek berat (misal: hanya minimal robek spontan tanpa jahitan atau episiotomi rapi).
Objektif (Bayi) Bayi lahir hidup, menangis kuat. APGAR Score menit pertama > 6. Berat bayi sesuai usia kehamilan.
Dokumentasi Partograf terisi dengan lengkap dan benar; semua tindakan tercatat pada catatan KIA.

Tindak Lanjut (Rencana)

  • Jika ibu dan bayi dalam keadaan stabil, lakukan edukasi tambahan mengenai perawatan nifas dan newborn care.
  • Rujuk ke fasilitas kesehatan rujukan jika terjadi komplikasi (HPP > 500 ml, denyut jantung bayi tidak normal, tanda-tanda pre-eklampsi, atau laserasi jalan lahir berat).
  • Lakukan konseling KB (Keluarga Berencana) sebelum pulang.
```

File Referensi Untuk Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal Dengan Persalinan Normal
Screenshoot
Nama File
nur_afni_wulandari_70400115038.pdf

Ukuran File
1.44 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal Dengan Persalinan Normal. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal Dengan Persalinan Normal dan Link Download File Refe...


admin
Admin
2026-06-06 09:02:15

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. R DENGAN ANC FISIOLOGIS GP UK 39/40 MGG, T, H, LETKEP U, INTRAUT...


admin
Admin
2026-05-23 08:35:05

Laporan Proses Pelatihan Asuhan Persalinan Normal Bagi Bidan Kabupaten Majene dan Link Dow...


admin
Admin
2026-06-05 07:44:04

Asuhan Persalinan Normal dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-13 17:50:36

Asuhan Kebidanan Pada Persalinan dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 08:36:12