LAPORAN STUDI KASUS KEPERAWATAN KOMPREHENSIF
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN INTRA CEREBRAL HEMORAGIK
KAJI SINGKAT PASIEN
| Identitas | Keterangan |
| Nama | Ny. S |
| Umur | 62 tahun |
| Jenis Kelamin | Perempuan |
| Status Perkawinan | Janda |
| Pendidikan | SMA |
| Pekerjaan | Ibu Rumah Tangga |
| Alamat | Jl. Mawar No. 15, Jakarta |
| Tanggal Masuk | 10 November 2023 |
| No. RM | 12-34-567 |
RIWAYAT PENYAKIT
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien terbangun pagi hari dengan keluhan sakit kepala hebat disertai pusing. Sekitar 30 menit kemudian, pasien merasakan kelemahan pada sisi kanan tubuh dan kesulitan berbicara. Keluarga membawa pasien ke rumah sakit terdekat. Di perjalanan, pasien menjadi mengantuk dan kesadaran mulai menurun. Di IGD, dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang. Pasien kemudian dirawat di ruang stroke unit untuk perawatan lebih lanjut.
Riwayat Penyakit Dahulu
- Riwayat hipertensi sejak 12 tahun lalu, konsumsi obat antihipertensi tidak teratur
- Diabetes Melitus tipe 2 sejak 5 tahun lalu dengan pengobatan oral
- Dyslipidemia sejak 3 tahun lalu
- Pasien mengaku pernah mengalami pusing berkala tapi tidak memeriksakan diri secara rutin
Riwayat Kesehatan Keluarga
- Ayah pasien meninggal karena stroke hemoragik pada usia 65 tahun
- Ibu pasien memiliki riwayat hipertensi dan Diabetes Melitus
- Salah satu saudara kandung juga menderita hipertensi
PEMERIKSAAN FISIK
Tanda Vital
- Tekanan Darah: 170/100 mmHg
- Nadi: 88 x/menit
- Suhu: 37.1C
- Pernapasan: 22 x/menit
- GCS: E3-M4-V3 (Total 10)
- SPO2: 97%
Pemeriksaan Fisik Regional
- Kepala: Tidak ada tanda trauma
- Mata: Pupil tidak sama (aniskoria), pupil kanan lebih besar, refleks cahaya lambat
- Leher: Tidak ada kaku kuduk, vena jugularis tidak tampak menonjol
- Dada: Jantung suara I, II reguler, paru-paru vesikuler
- Abdomen: Lunak, tidak ada massa, bising usus normal
- Ekstremitas: Hemiparese sebelah kanan, refleks tendon meningkat
- Kulit: Turgor baik, tidak ada edema
PEMERIKSAAN PENUNJANG
- CT Scan Kepala: Tampak perdarahan di area lobus parietal kiri dengan ukuran sekitar 3 x 4 cm, terdapat efek massa pada struktur sekitarnya
- Laboratorium: Hemoglobin 13.5 g/dL, Leukosit 11.200/mm, Trombosit 250.000/mm, Gula Darah Sewaktu 180 mg/dL, Kolesterol Total 240 mg/dL
- EKG: Sinus ritme, tidak ada tanda iskemia miokard
DIAGNOSA MEDIS
Intra Cerebral Hemoragik lobus parietal kiri dengan efek massa pada pasien hipertensi
DIAGNOSA KEPERAWATAN
- Gangguan perfusi serebral berhubungan dengan perdarahan otak dan edema serebral
- Risiko injuri berhubungan dengan penurunan kesadaran dan kelemahan ekstremitas
- Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan kesadaran dan kemampuan batuk yang tidak adekuat
- Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan tonus otot dan kelemahan ekstremitas
- Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
RENCANA DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
1. Gangguan perfusi serebral
Tujuan: Perfusion serebral dapat dipertahankan dalam batas normal
Intervensi:
- Pantau tanda-tanda vital secara berkala khususnya tekanan darah
- Evaluasi tingkat kesadaran dengan GCS
- Mempertahankan posisi kepala elevasi 30 derajat
- Membatasi rangsangan lingkungan yang berlebihan
- Mempantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial
- Kolaborasi pemberian obat untuk mengontrol tekanan darah
Implementasi:
- Memantau tanda-tanda vital setiap 2 jam
- Mengukur GCS setiap 4 jam
- Menempatkan pasien dalam posisi head up 30 derajat
- Kondisikan lingkungan yang tenang
- Observasi tanda-tanda peningkatan TIK: sakit kepala, muntah, perubahan pupil
- Kolaborasi pemberian obat antihypertensi
Evaluasi: Tekanan darah pasien terkontrol (150/90 mmHg), kesadaran sedikit meningkat (GCS 12), tanda-tanda peningkatan TIK tidak muncul.
2. Risiko injuri
Tujuan: Pasien terbebas dari injuri selama perawatan
Intervensi:
- Berikan tirah baring total dengan posisi aman
- Pasang side rail pada tempat tidur
- Lakukan pemindaian lingkungan untuk bahaya potensial
- Berikan edukasi kepada keluarga tentang tindakan keamanan
- Pantau status neurologis secara rutin
Implementasi:
- Menjaga pasien dalam posisi terlentang dengan kepala tengah
- Memasang pelindung samping tempat tidur
- Memastikan keamanan lingkungan pasien
- Mengedukasi keluarga tentang risiko jatuh
- Memantau perubahan neurologis setiap 4 jam
Evaluasi: Pasien tidak mengalami injeri selama perawatan, tanda vital stabil.
3. Bersihan jalan nafas tidak efektif
Tujuan: Jalan nafas paten, pernapasan efektif
Intervensi:
- Pantau pola pernapasan dan auskultasi suara nafas
- Posisikan pasien untuk memfasilitasi drainase sekret
- Lakukan suctioning bila ada kumulasi sekret
- Berikan oksigen sesuai indikasi
Implementasi:
- Memantau pernapasan setiap 2 jam
- Menempatkan pasien dalam posisi semi fowler
- Melakukan suctioning bila terdengar ronkhi
- Memberikan O2 nasal kanula 2 liter/menit
Evaluasi: Pernapasan efektif, tidak ada ronkhi, saturas O2 98%.
4. Gangguan mobilitas fisik
Tujuan: Mobilitas fisik optimal sesuai kondisi
Intervensi:
- Latih pasien untuk gerak aktif sesuai kemampuan
- Lakukan latihan gerak pasif pada ekstremitas yang lumpuh
- Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari
- Kolaborasi dengan fisioterapi untuk program rehabilitasi
Implementasi:
- Melatih gerak aktif pada ekstremitas kiri
- Melakukan latihan gerak pasif pada ekstremitas kanan 2-3 kali sehari
- Membantu pasien dalam kebersihan diri
- Kolaborasi fisioterapi 2 kali seminggu
Evaluasi: Pasien mulai mampu melakukan gerak aktif minimal pada ekstremitas kiri, kekuatan otot menigkat dari 0 menjadi 1.
5. Kurang pengetahuan
Tujuan: Pasien dan keluarga memahami kondisi dan perawatan
Intervensi:
- Kaji tingkat pemahaman pasien dan keluarga tentang penyakit
- Edukasi tentang penyebab, tanda-tanda, dan penanganan ICH
- Jelaskan pentingnya kontrol tekanan darah
- Informasikan tentang modifikasi gaya hidup untuk pencegahan
Implementasi:
- Mengkaji pemahaman awal keluarga
- Memberikan penjelasan tentang ICH
- Mengedukasi tentang pentingnya kontrol tekanan darah
- Menganjurkan diet rendah garam dan lemak
Evaluasi: Keluarga menyatakan mengerti tentang penyakit dan perawatan di rumah.
KESIMPULAN
Asuhan keperawatan pada pasien dengan intra cerebral hemoragik membutuhkan pendekatan komprehensif yang mencakup pengkajian menyeluruh, diagnosis yang tepat, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang berkelanjutan. Fokus utama perawatan adalah menjaga stabilitas hemodinamik, mencegah peningkatan tekanan intrakranial, meminimalkan komplikasi, serta memulai rehabilitasi dini untuk memaksimalkan pemulihan fungsi neurologis.
Dalam kasus ini, melalui asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaborasi yang baik dengan tim medis lain, pasien menunjukkan perbaikan klinis. Tekanan darah terkontrol, kesadaran meningkat, dan fungsi motorik mulai membaik. Edukasi kepada keluarga pasien sangat penting untuk memastikan kepatuhan terapi jangka panjang dan pencegahan kejadian ulang.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.