Laporan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) di PT Surveyor Indonesia (Persero)
Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa teknik sipil, teknik geodesi, dan bidang-bidang terkait yang berhubungan dengan survei dan pemetaan. PT Surveyor Indonesia (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa survei, pemetaan, dan geospasial menyediakan lingkungan kerja yang ideal untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus ke dalam proyekproyek nyata.
1. Profil Singkat PT Surveyor Indonesia (Persero)
PT Surveyor Indonesia (Persero) berdiri pada tahun 1969 dengan visi menjadi perusahaan penyedia layanan survei dan pemetaan terdepan di Asia Tenggara. Misi utama meliputi:
- Menyediakan solusi survei yang akurat dan tepat waktu.
- Mengembangkan teknologi geospasial terkini.
- Memberdayakan sumber daya manusia melalui pelatihan dan inovasi.
Produk dan layanan utama perusahaan meliputi survei topografi, geodesi, fotogrametri, pemetaan, pemodelan 3D, serta layanan GIS (Geographic Information System) untuk sektor pemerintahan, energi, pertambangan, dan infrastruktur.
2. Tujuan PRAKERIN di PT Surveyor Indonesia
Tujuan utama pelaksanaan PRAKERIN di PT Surveyor Indonesia adalah:
- Mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan praktik lapangan.
- Meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa dalam penggunaan peralatan survei modern.
- Memberikan pemahaman tentang prosedur standar operasional (SOP) dan manajemen proyek.
- Menumbuhkan etika profesional serta kemampuan kerja tim.
3. Metodologi Pelaksanaan
Proses PRAKERIN dibagi menjadi tiga fase utama:
| Fase | Deskripsi | Durasi |
| Pengenalan & Orientasi | Pemaparan budaya perusahaan, kebijakan K3, serta penugasan mentor. | 2 minggu |
| Pelaksanaan Lapangan | Penggunaan total station, GPS RTK, drone, dan pemrosesan data GIS pada proyek nyata. | 8 minggu |
| Evaluasi & Pelaporan | Penyusunan laporan akhir, presentasi hasil, dan umpan balik dari pembimbing. | 2 minggu |
4. Kegiatan Utama Selama PRAKERIN
Berikut beberapa kegiatan yang biasanya diikuti mahasiswa:
- Pengukuran Topografi: Mengoperasikan total station dan level untuk membuat peta kontur.
- Survei GPS RTK: Pengambilan koordinat titik kontrol dengan akurasi subcentimeter.
- Penggunaan Drone: Fotogrametri udara untuk pembuatan orthophoto dan model digital elevasi (DEM).
- Pengolahan Data GIS: Mengintegrasikan data lapangan ke dalam software ArcGIS/QGIS.
- Manajemen Proyek: Penjadwalan, pencatatan log harian, dan pelaporan kemajuan kepada manajer proyek.
- K3 dan Lingkungan: Penerapan prosedur keselamatan kerja serta pengelolaan dampak lingkungan.
5. Hasil dan Manfaat yang Dicapai
Setelah selesai, mahasiswa biasanya melaporkan pencapaian berikut:
- Kemampuan Teknis: Terampil mengoperasikan peralatan survei modern dan mengolah data spasial.
- Pengalaman Proyek Nyata: Terlibat dalam proyek pemerintah dan swasta, sehingga memahami persyaratan kualitas.
- Kemampuan Analitis: Mampu memecahkan masalah pengukuran di lapangan, seperti koreksi error instrument.
- Kemampuan Komunikasi: Menyusun laporan teknis yang terstruktur dan mempresentasikan hasil kepada stakeholder.
- Soft Skill: Kerja tim, disiplin waktu, dan etika profesional.
6. Tantangan dan Solusi
Tantangan: Kondisi medan yang sulit, cuaca berubah-ubah, serta kebutuhan akurasi tinggi.
Solusi yang Diterapkan:
- Perencanaan rute survei yang fleksibel.
- Penggunaan perangkat backup (mis. GNSS multikonstel).
- Penyesuaian jadwal kerja sesuai prakiraan cuaca.
- Penerapan prosedur kalibrasi ulang perangkat secara berkala.
7. Rekomendasi untuk Peningkatan Program PRAKERIN
- Penambahan Modul Simulasi: Menggunakan software simulasi survei sebelum berangkat ke lapangan.
- Kerjasama Internasional: Mengundang ahli atau mengirim mahasiswa ke proyek luar negeri untuk memperluas wawasan.
- Pengembangan Soft Skill: Workshop komunikasi, negosiasi kontrak, dan kepemimpinan.
- Evaluasi Berkelanjutan: Survei kepuasan peserta dan penyesuaian kurikulum setiap tahun.
8. Kesimpulan
PRAKERIN di PT Surveyor Indonesia (Persero) memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa teknik sipil, geodesi, dan bidang terkait. Dengan fasilitas dan proyek yang beragam, mahasiswa dapat mengasah kompetensi teknis serta mengembangkan kualitas profesional yang dibutuhkan di industri survei dan pemetaan. Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara perguruan tinggi, perusahaan, dan mahasiswa itu sendiri. Implementasi rekomendasi di atas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelatihan, memperluas jaringan, dan menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.