Studi Pendekatan Kuantitatif Kualitatif Tahun 2025 Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memiliki peran strategis sebagai pusat koleksi, preservasi, dan penyebaran pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, layanan informasi Perpusnas tidak lagi terbatas pada peminjaman buku fisik, melainkan mencakup layanan digital, katalog daring, layanan referensi online, serta akses ke basis data internasional. Oleh karena itu, pemahaman tentang tingkat kepuasan pemustaka menjadi penting untuk menilai efektivitas layanan, mengidentifikasi kekurangan, serta merumuskan kebijakan perbaikan yang responsif terhadap kebutuhan pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixedmethods): Analisis regresi berganda menunjukkan empat variabel signifikan (p<0,05) yang menjelaskan 62% varians kepuasan: Saya menghargai koleksi digital yang lengkap, tetapi sering kali server terasa lambat saat mengunduh jurnal besar. Kalau ada sistem antrian virtual, prosesnya akan lebih efisien. Responden A (Mahasiswa) Petugas referensi sangat membantu, namun tidak semua staff menguasai bahasa Inggris sehingga saya harus menunggu lama untuk mendapatkan sumber internasional. Responden B (Peneliti) Portal Perpusnas intuitif, namun pencarian masih terbatas pada kata kunci tunggal. Saya ingin fitur pencarian berbasis konsep atau sinonim. Responden C (Guru) Ratarata waktu respons permintaan dokumen digital adalah 3,2 menit, dengan puncak keterlambatan pada jam 14.0016.00 (ratarata 5,8 menit). Penggunaan portal meningkat 27% pada kuartal pertama 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 63% trafik berasal dari perangkat mobile. Hasil survei menunjukkan mayoritas pemustaka berada pada tingkat puas hingga sangat puas, namun masih terdapat segmen signifikan (15%) yang mengungkapkan ketidakpuasan. Faktor kecepatan respon menjadi unsur paling dominan; hal ini konsisten dengan temuan literatur yang menekankan pentingnya responsivitas layanan referensi dalam lingkungan digital. Kualitas sumber tetap menjadi aspek krusial. Meskipun koleksi digital Perpusnas terus berkembang, beberapa pengguna mengeluhkan keterbatasan akses ke jurnal berbayar dan kurangnya update pada koleksi lokal. Pengembangan kemitraan dengan penerbit internasional dapat menjadi solusi. Masalah teknis pada portal, khususnya latensi server selama jam sibuk, menurunkan persepsi kepuasan. Implementasi infrastruktur cloud atau loadbalancing dapat memperbaiki performa. Selain itu, peningkatan antarmuka pencarian berbasis semantik akan meningkatkan kemudahan akses. Sikap dan kompetensi staf, meskipun dinilai positif, masih memerlukan peningkatan khususnya dalam penguasaan bahasa asing dan layanan daring. Program pelatihan berkelanjutan serta penambahan staff khusus untuk layanan internasional disarankan. Kajian ini menegaskan bahwa layanan informasi Perpusnas secara keseluruhan sudah memenuhi harapan mayoritas pemustaka. Namun, terdapat ruang perbaikan yang signifikan pada aspek kecepatan respons, kualitas koleksi digital, dan kemudahan akses melalui portal. Implementasi rekomendasi yang bersifat teknis, kolektif, dan sumber daya manusia diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pemustaka secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Perpustakaan Nasional sebagai pusat pengetahuan yang adaptif terhadap dinamika era digital.Kajian Kepuasan Pemustaka Terhadap Layanan Informasi Perpustakaan Nasional
Latar Belakang
Tujuan Penelitian
Metodologi
Hasil Penelitian
1. Tingkat Kepuasan Secara Umum
Kategori Persentase Responden Skor Kepuasan RataRata Sangat Puas 18% 4,6 Puas 42% 4,0 Cukup Puas 25% 3,4 Kurang Puas 11% 2,8 Sangat Tidak Puas 4% 1,9 2. FaktorFaktor Penentu Kepuasan
3. Temuan Kualitatif
4. Analisis Log Penggunaan
Pembahasan
Rekomendasi
Kesimpulan
