Informasi Kesehatan yang Penting untuk Kita Ketahui BersamaMemahami HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, khususnya sel CD4 yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jika tidak diobati, HIV dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh secara bertahap, membuat tubuh rentan terhadap berbagai penyakit infeksi dan kanker.
Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap paling lanjut dari infeksi HIV. Seseorang didiagnosis mengidap AIDS ketika sistem kekebalan tubuhnya sudah sangat terdampak oleh virus dan muncul sindrom penyakit tertentu. Tidak semua orang dengan HIV akan mengembangkan AIDS, terutama dengan tersedianya pengobatan yang efektif saat ini.
HIV menular melalui beberapa cara tertentu. Virus ini dapat ditemukan dalam darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Berikut adalah cara utama penularan HIV:
Penting untuk memahami bahwa HIV tidak menular melalui:
Gejala infeksi HIV bervariasi tergantung pada tahap infeksi. Banyak orang dengan HIV tidak menunjukkan gejala apa pun selama bertahun-tahun hingga virus berkembang lebih jauh. Tahapan infeksi HIV meliputi:
Tahap ini biasanya terjadi 2-4 minggu setelah seseorang terinfeksi. Sekitar 40-70% orang mengalami gejala seperti flu, yang dapat meliputi:
Pada tahap ini, virus masih aktif namun bereplikasi pada tingkat yang sangat rendah. Seseorang mungkin tidak memiliki gejala apa pun atau hanya gejala ringan. Tahap ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun jika pengobatan tidak dilakukan.
Tahap ini terjadi ketika virus terus mengalikan dan merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala dapat mencakup:
Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh sudah sangat rusak, membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan kanker yang biasanya tidak mengancam orang dengan sistem kekebalan yang sehat. Gejala dapat mencakup:
Untuk mendiagnosis HIV, beberapa jenis tes dapat dilakukan:
Mengetahui status HIV Anda penting untuk kesehatan Anda dan orang-orang terdekat:
Saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan HIV sepenuhnya, tetapi pengobatan yang tersedia sangat efektif dalam mengontrol virus. Terapi standar untuk HIV adalah terapi antiretroviral (ART) yang kombinasi beberapa obat untuk menghambat replikasi virus.
Penting untuk disiplin dalam minum obat sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter untuk mencegah resistensi terhadap obat.
Ada beberapa cara untuk mencegah penularan HIV:
PrEP adalah metode pencegahan di mana orang yang berisiko tinggi terkena HIV mengonsumsi obat antiretroviral secara teratur untuk mencegah infeksi. PrEP sangat efektif bila diambil secara konsisten.
PEP adalah penggunaan obat antiretroviral setelah kemungkinan terpapar HIV untuk mencegah infeksi. PEP harus dimulai secepat mungkin, idealnya dalam 72 jam setelah paparan, untuk paling efektif.
Gunakan kondom baru setiap kali melakukan hubungan seksual, baik vaginal, maupun oral. Kondom lateks atau poliuretan memberikan perlindungan yang baik terhadap HIV.
Jangan berbagi jarum suntik, alat tato, atau alat lain yang dapat menembus kulit. Gunakan jarum steril atau peralatan yang bersih dan steril.
Orang dengan HIV yang menjalani terapi antiretroviral secara konsisten dapat mencapai status "tidak terdeteksi" (undetectable). Pada titik ini, mereka tidak dapat menularkan virus melalui hubungan seksual (konsep U=U).
Myth: HIV/AIDS adalah hukuman atas perilaku salah.
Fakta: HIV adalah kondisi medis yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang gender, orientasi seksual, perilaku, atau status sosial.
Myth: Orang dengan HIV/AIDS tidak boleh bekerja.
Fakta: Orang dengan HIV dapat bekerja dan berkontribusi secara produktif seperti orang lain, terutama bila mereka menjalani pengobatan yang tepat.
Myth: HIV/AIDS adalah penyakit homoseksual.
Fakta: HIV dapat menular melalui berbagai cara dan tidak secara eksklusif menyerang kelompok tertentu.
Mengatasi stigma terkait HIV/AIDS adalah penting untuk:
Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, hingga tahun 2020 terdapat sekitar 540.000 orang yang hidup dengan HIV di Indonesia. Tingkat infeksi baru terus terjadi namun dengan upaya pemerintah dan masyarakat, akses pengobatan terus ditingkatkan.
Pemerintah Indonesia telah berupaya meningkatkan akses terapi antiretroviral, memperluas layanan pemeriksaan HIV, dan mengurangi stigma diskriminatif terhadap ODHA. Program pencegahan difokuskan pada populasi kunci seperti pekerja seks, pria yang berhubungan seks dengan pria, serta pengguna narkoba suntik.
Dengan kemajuan pengobatan saat ini, orang yang didiagnosis HIV dapat hidup panjang, sehat, dan produktif. Kunci untuk hidup baik dengan HIV meliputi:
Dengan terapi yang tepat dan disiplin tinggi, orang dengan HIV dapat mencapai taraf kesehatan yang hampir sama dengan orang yang tidak terinfeksi, serta dapat mempertahankan hubungan seksual yang aman dengan pasangan dan bahkan memiliki anak tanpa menularkan virus.
