Dalam ilmu mekanika teknik dan teknik material, hubungan antara tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konsep fundamental untuk memahami sifat mekanik suatu material. Grafik yang menggambarkan hubungan ini dikenal sebagai kurva tegangan-regangan, yang diperoleh melalui uji tarik standar pada spesimen material.
Tegangan () didefinisikan sebagai gaya per satuan luas penampang, sedangkan regangan () adalah perubahan panjang relatif dari material tersebut. Saat material diberi beban, ia akan merespons sesuai dengan karakteristik strukturnya, mulai dari fase elastis hingga mencapai titik kegagalan (fraktur).
Kurva ini biasanya dibagi menjadi beberapa tahapan penting yang menunjukkan bagaimana material berperilaku di bawah pengaruh beban eksternal:
Pada tahap awal, hubungan antara tegangan dan regangan bersifat linear. Sesuai dengan Hukum Hooke, tegangan berbanding lurus dengan regangan. Jika beban dilepaskan pada titik ini, material akan kembali ke bentuk aslinya. Kemiringan garis ini dikenal sebagai Modulus Young atau Modulus Elastisitas.
Setelah melewati titik batas proporsional, hubungan linear mulai melengkung. Batas elastis adalah titik terjauh di mana material masih dapat kembali ke bentuk semula tanpa mengalami deformasi permanen. Jika tegangan melampaui batas ini, material akan mengalami deformasi plastis.
Di daerah ini, material mengalami perubahan bentuk permanen. Sekalipun beban dihilangkan, material tidak akan kembali ke panjang atau bentuk awalnya. Pada banyak logam, tahap ini ditandai dengan fenomena "yield point" atau titik luluh, di mana regangan meningkat secara signifikan meskipun tegangan tidak bertambah besar.
Setelah titik luluh, material mengalami penguatan regangan di mana diperlukan tegangan yang lebih tinggi untuk menambah deformasi. Titik tertinggi pada kurva ini disebut sebagai Kekuatan Tarik Maksimum (Ultimate Tensile Strength), yang merupakan tegangan maksimum yang dapat ditahan oleh material sebelum mengalami pengecilan penampang (necking).
Setelah mencapai kekuatan maksimum, penampang material akan mengecil secara lokal (necking) dan tegangan yang diperlukan untuk menarik material akan menurun hingga akhirnya terjadi kegagalan atau patah pada titik fraktur.
Pemahaman terhadap kurva tegangan-regangan sangat vital bagi para insinyur dalam pemilihan material untuk konstruksi. Dengan mempelajari grafik ini, kita dapat menentukan:
Secara keseluruhan, grafik hubungan tegangan-regangan bukan sekadar garis di atas kertas, melainkan "sidik jari" material yang memberikan informasi mengenai bagaimana suatu benda akan berperilaku di dunia nyata saat menerima beban kerja.
