Gaya Dalam pada Struktur Mekanika Rekayasa
Gaya dalam (internal force) adalah gaya yang bekerja pada bagianbagian internal suatu struktur sebagai akibat dari beban eksternal yang diterapkan. Gaya ini tidak dapat dilihat secara langsung, melainkan diukur melalui reaksi struktur pada titik potong imajiner. Dalam analisis mekanika rekayasa, gaya dalam ditentukan untuk memastikan bahwa elemen struktural mampu menahan beban tanpa mengalami kegagalan.
Secara matematis, gaya dalam dapat direpresentasikan oleh sekumpulan resultant force dan moment pada tiaptiap penampang. Nilai ini bergantung pada sifat material, geometri penampang, serta kondisi batas (boundary conditions).
Setiap penampang struktur dapat mengalami kombinasi gaya berikut:
Gaya yang bekerja sejajar dengan sumbu penampang. Bila tarikan, disebut tensile; bila tekan, disebut compressive. Nilai gaya normal, N, dihubungkan dengan tegangan normal melalui:
= N / A
dimana A adalah luas penampang.
Gaya yang bekerja tegak lurus terhadap sumbu penampang. Besarnya gaya geser, V, menghasilkan tegangan geser :
= V / A
Gaya yang menyebabkan struktur melengkung. Momen lentur, M, menghasilkan tegangan lentur _b sesuai persamaan:
_b = My / I
dimana y adalah jarak dari sumbu netral dan I merupakan momen inersia penampang.
Pada elemen berbentuk silinder, torsi T menghasilkan tegangan geser torsi _t:
_t = Tr / J
di mana r adalah jarak radial dan J adalah momen polar inersia.
Memotong struktur pada lokasi yang diinginkan, menggambar diagram FreeBody Diagram (FBD) pada salah satu bagian, dan menuliskan persamaan keseimbangan:
Jika beban terdiri dari beberapa komponen, gaya dalam dapat diperoleh dengan menjumlahkan kontribusi masingmasing beban secara terpisah, kemudian menambahkan hasilnya.
FEM membagi struktur menjadi elemenelemen kecil dengan sifat material yang diketahui. Persamaan keseimbangan dirumuskan dalam bentuk matriks, menghasilkan sistem persamaan linear yang dapat diselesaikan secara numerik. FEM sangat berguna untuk analisis struktur yang kompleks, termasuk efek nonlinier dan geometri yang berubah.
Diagram gaya internal (shear force diagram, bending moment diagram) membantu visualisasi variasi V dan M sepanjang balok. Prosedurnya meliputi:
| Langkah | Tujuan |
|---|---|
| Identifikasi beban eksternal | Menentukan nilai dan lokasi beban. |
| Hitung reaksi penyangga | Menjamin keseimbangan global. |
| Potong struktur & susun FBD | Mengisolasi bagian yang akan dianalisis. |
| Selesaikan persamaan keseimbangan | Mendapatkan N, V, M, T pada penampang. |
| Verifikasi dengan kriteria kegagalan | Pastikan tegangan < , > tidak melebihi nilai material. |
Misalkan sebuah balok sepanjang 6m, dengan penampang persegi 200mm200mm, ditopang pada kedua ujung (simply supported). Beban terpusat P = 30kN ditempatkan pada tengah balok.
Keseimbangan vertikal memberikan:
R_A + R_B = P R_A = R_B = P/2 = 15kN
Pada bagian kiri (03m):
V(x) = R_A = 15kN (positif)
Pada bagian kanan (36m):
V(x) = R_A P = -15kN (negatif)
Di titik tengah (x=3m):
M_max = R_Ax = 15kN3m = 45kNm
Dengan momen inersia penampang I = bh/12 = 200200/12 = 1.3310mm dan jarak setengah tinggi c = h/2 = 100mm, tegangan maksimal:
_b = Mc/I = (4510Nmm)100mm / 1.3310mm 3.38MPa
Jika material balok adalah baja struktural dengan batas leleh 250MPa, maka nilai _b jauh di bawah batas aman, sehingga balok dapat menahan beban tersebut.
