Admin 09 Jun 2026 03:42

 

Gambaran Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Karyawan di Yayasan Pendidikan As Syafi iyah Jatiwaringin Tahun 2019

Pendahuluan

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian perilaku yang dipraktikkan atas kesadaran seseorang atau kelompok sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Penerapan PHBS menjadi sangat penting, terutama di lingkungan rumah tangga, karena rumah merupakan tempat utama di mana individu menghabiskan banyak waktu dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Penelitian ini dilakukan pada karyawan Yayasan Pendidikan As Syafi iyah Jatiwaringin tahun 2019 untuk mengetahui tingkat pemahaman dan penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga mereka. Karyawan yayasan pendidikan dianggap sebagai populasi yang relevan karena mereka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga mereka diharapkan dapat menjadi teladan dalam penerapan PHBS.

Latar Belakang

Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Berbagai penyakit menular dan tidak menular dapat dicegah melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat. Menurut dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit yang masih menjadi perhatian utama di negara ini berkaitan erat dengan perilaku kesehatan masyarakat, seperti diare, penyakit pernapasan, dan penyakit lain yang dapat dicegah dengan PHBS.

Data menunjukkan bahwa sekitar 60% penyakit yang terjadi di Indonesia dapat dicegah melalui perubahan perilaku kesehatan, termasuk penerapan PHBS. Hal ini memberikan gambaran pentingnya peran PHBS dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Yayasan Pendidikan As Syafi iyah Jatiwaringin sebagai institusi pendidikan memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam menyampaikan pendidikan formal, tetapi juga dalam mencetak generasi yang sehat dan berkarakter. Karyawan yayasan diharapkan dapat menerapkan PHBS sehingga dapat menjadi role model bagi siswa dan lingkungan sekitar.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mengetahui tingkat pengetahuan karyawan Yayasan Pendidikan As Syafi iyah Jatiwaringin tentang PHBS.
  2. Menganalisis penerapan PHBS pada tatanan rumah tangga karyawan yayasan.
  3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga karyawan.
  4. Mengidentifikasi kendala yang dihadapi karyawan dalam menerapkan PHBS di rumah tangga.
  5. Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga karyawan.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Yayasan Pendidikan As Syafi iyah Jatiwaringin yang berjumlah 75 orang, terdiri dari guru, tenaga administrasi, dan tenaga kependidikan lainnya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, di mana seluruh populasi menjadi responden penelitian.

Instrument penelitian berupa kuesioner yang telah divalidasi dan diuji reliabilitas. Kuesioner mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS pada tatanan rumah tangga. Indikator PHBS yang diukur meliputi:

  • Persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan
  • Pemberian ASI Eksklusif
  • Menimbang berat badan balita setiap bulan
  • Menggunakan air bersih
  • Membuang tinja pada tempatnya
  • Menghapuskan perilaku merokok di rumah
  • Makan sayur dan buah setiap hari
  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari
  • Tidak menggunakan obat beresiko
  • Menggunakan obat sesuai aturan

Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan software SPSS versi 20.0.

Hasil dan Pembahasan

Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden berusia antara 26-45 tahun (56%), berpendidikan terakhir S1 (68%), dan telah bekerja di yayasan selama 1-5 tahun (47%). Dilihat dari status perkawinan, 72% responden telah menikah dan 28% belum menikah. Profil demografi ini memberikan gambaran bahwa sebagian besar karyawan yayasan berada pada usia produktif dengan tingkat pendidikan yang cukup baik.

Tingkat Pengetahuan tentang PHBS

Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan karyawan yayasan tentang PHBS tergolong baik dengan rata-rata skor 78,5 dari skala maksimal 100. Sebanyak 64% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 24% cukup, dan 12% kurang. Aspek pengetahuan yang tertinggi adalah tentang pentingnya menggunakan air bersih (85%) dan melakukan aktivitas fisik (82%). Sementara aspek pengetahuan yang masih relatif rendah adalah tentang penggunaan obat sesuai aturan (65%) dan pemberian ASI eksklusif (70%).

Kategori Pengetahuan Jumlah Responden Persentase (%)
Baik 48 64%
Cukup 18 24%
Kurang 9 12%

Penerapan PHBS pada Tatanan Rumah Tangga

Berdasarkan hasil kuesioner, penerapan PHBS pada tatanan rumah tangga karyawan yayasan menunjukkan variasi yang cukup signifikan antarindikator. Indikator dengan penerapan tertinggi adalah "menggunakan air bersih" yang tercatat pada 92% responden, diikuti oleh "tidak menggunakan obat beresiko" (88%) dan "membuang tinja pada tempatnya" (85%).

Indikator yang penerapannya masih rendah adalah "melakukan aktivitas fisik setiap hari" yang hanya tercatat pada 58% responden, diikuti oleh "makan sayur dan buah setiap hari" (62%) dan "menghapuskan perilaku merokok di rumah" (65%). Temuan ini menunjukkan bahwa masih ada beberapa aspek PHBS yang belum optimal diterapkan oleh sebagian besar karyawan di lingkungan rumah tangga.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan PHBS

Berdasarkan analisis data, ditemukan beberapa faktor yang secara signifikan mempengaruhi penerapan PHBS pada tatanan rumah tangga karyawan yayasan:

  • Tingkat Pengetahuan: Responden dengan tingkat pengetahuan yang baik tentang PHBS cenderung menerapkan PHBS secara lebih konsisten di rumah tangga. Terdapat korelasi positif (r=0,62) antara tingkat pengetahuan dengan penerapan PHBS.
  • Fasilitas di Rumah: Ketersediaan fasilitas penunjang PHBS seperti air bersih, jamban sehat, dan tempat sampah mempengaruhi kepatuhan karyawan dalam menerapkan PHBS. Responden yang memiliki fasilitas yang memadai menunjukkan tingkat penerapan PHBS yang lebih baik.
  • Dukungan Keluarga: Dukungan dari anggota keluarga lain terhadap penerapan PHBS memainkan peran penting. Responden yang mendapatkan dukungan penuh dari keluarga lebih konsisten dalam menerapkan PHBS dibandingkan dengan yang tidak mendapat dukungan.
  • Suasana Kerja: Lingkungan kerja yang mendukung penerapan PHBS, melalui program kesehatan karyawan dan fasilitas yang mendukung, berpengaruh positif terhadap penerapan PHBS di tingkat rumah tangga.

Kendala dalam Penerapan PHBS

Sejumlah kendala diidentifikasi oleh responden dalam penerapan PHBS di rumah tangga, meliputi:

  1. Keterbatasan waktu (85% responden) yang menyebabkan sulit untuk mempersiapkan makanan sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  2. Keterbatasan fasilitas (42% responden) terutama terkait dengan akses air bersih dan pembuangan sampah yang baik.
  3. Perilaku anggota keluarga lain yang sulit diubah (38% responden), terutama terkait dengan kebiasaan merokok di dalam rumah.
  4. Kurangnya motivasi diri (25% responden) untuk menjaga konsistensi penerapan PHBS.
  5. Kondisi lingkungan sekitar (15% responden) yang tidak mendukung penerapan PHBS, seperti tempat pembuangan sampah yang tidak memadai.

Terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) dalam penerapan PHBS berdasarkan jenis kelamin, di mana responden perempuan menunjukkan penerapan PHBS yang lebih baik dibandingkan responden laki-laki, terutama pada aspek pengelolaan makanan sehat dan kebersihan lingkungan rumah.

Implikasi

Hasil penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting:

  • Perlunya program peningkatan pengetahuan tentang PHBS yang berkelanjutan bagi karyawan yayasan, terutama pada aspek-aspek yang masih relatif rendah pemahamannya.
  • Pentingnya pembuatan kebijakan internal yayasan yang mendukung penerapan PHBS, baik di lingkungan kerja maupun melalui program yang berdampak pada kehidupan rumah tangga karyawan.
  • Perlu adanya evaluasi dan perbaikan fasilitas penunjang PHBS di lingkungan kerja agar dapat menjadi contoh dan motivasi bagi penerapan PHBS di rumah tangga.
  • Pembinaan kesehatan keluarga perlu dioptimalkan melalui berbagai kegiatan seperti konsultasi kesehatan, penyuluhan, dan pelatihan terkait PHBS.

Rekomendasi

Berdasarkan temuan dan pembahasan, peneliti menyarankan beberapa rekomendasi:

  1. Bagi Yayasan:
    • Menjadikan PHBS sebagai bagian dari program kesehatan karyawan yang berkelanjutan, dengan fokus pada penyuluhan rutin dan evaluasi berkala.
    • Menyediakan fasilitas penunjang PHBS di lingkungan kerja seperti area merokok yang jauh dari area kerja utama, fasilitas olahraga sederhana, dan pengelolaan sampah yang baik.
    • Mencantumkan komitmen PHBS dalam kode etik karyawan serta memberikan insentif bagi karyawan yang konsisten menerapkan PHBS.
    • Mengadakan kompetisi "Rumah Sehat" di antara karyawan untuk meningkatkan motivasi penerapan PHBS.
  2. Bagi Karyawan:
    • Meningkatkan pengetahuan tentang PHBS melalui berbagai sumber informasi yang relevan.
    • Menerapkan PHBS secara konsisten dan menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
    • Mengatasi hambatan penerapan PHBS melalui perencanaan dan pengaturan waktu yang lebih baik.
    • Menciptakan komunitas dukungan sesama karyawan untuk berbagi praktik baik dalam penerapan PHBS.
  3. Bagi Peneliti Selanjutnya:
    • Melakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas program PHBS yang direkomendasikan.
    • Melakukan penelitian kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PHBS.
    • Mengembangkan instrumen yang lebih komprehensif untuk mengukur penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga karyawan Yayasan Pendidikan As Syafi iyah Jatiwaringin sudah berjalan cukup baik, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Tingkat pengetahuan karyawan yayasan tentang PHBS tergolong baik, namun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dengan praktik sehari-hari, terutama terkait dengan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta penghapusan perilaku merokok di rumah.

Faktor signifikan yang mempengaruhi penerapan PHBS meliputi tingkat pengetahuan, ketersediaan fasilitas, dukungan keluarga, dan suasana kerja yang mendukung. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, fasilitas, dan perilaku anggota keluarga yang sulit diubah.

Untuk meningkatkan penerapan PHBS secara optimal, diperlukan program peningkatan pengetahuan yang berkelanjutan, penyediaan fasilitas yang mendukung, serta pembuatan kebijakan internal yayasan yang mengintegrasikan PHBS dalam sistem kerja. Penerapan PHBS yang konsisten di tingkat rumah tangga karyawan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan keluarga karyawan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan kerja dan menjadi contoh bagi siswa serta masyarakat sekitar.

File Referensi Untuk Gambaran Penerapan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Karyawan Di Yayasan Pendidikan As Syafi Iyah Jatiwaringin Tahun 2019
Screenshoot
Nama File
top_item_download_2022_08_25_13_39_11.pdf

Ukuran File
0.89 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Gambaran Penerapan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Karyawan Di Yayasan Pendidikan As Syafi Iyah Jatiwaringin Tahun 2019. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Gambaran Penerapan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Karyawan D...


admin
Admin
2026-06-09 03:42:15

Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 20:28:06

Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Penerapan Pola Hidup Sehat dan Link Download Fil...


admin
Admin
2026-06-07 22:22:21

Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-03 05:44:04

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Di Kabupaten Dongga...


admin
Admin
2026-06-08 18:12:45