Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting di PT Semen Bosowa Maros, salah satu produsen semen terkemuka di Indonesia yang beroperasi di Maros, Sulawesi Selatan. Perusahaan ini menghadapi tantangan khusus dalam memastikan keselamatan para karyawannya, terutama di bagian packer yang memiliki risiko tinggi terpapar debu semen dan bahaya lainnya. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu upaya utama untuk melindungi karyawan dari potensi bahaya kerja.
Bagian packer di PT Semen Bosowa Maros merupakan area yang cukup kritis dari sisi keselamatan kerja, karena karyawan dalam area ini terpapar debu semen secara langsung selama proses pengisian semen ke kantong. Meskipun perusahaan telah menyediakan APD yang memadai, observasi awal menunjukkan bahwa tidak semua karyawan menggunakannya dengan konsisten dan benar. Hal ini menunjukkan adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi tingkat kepatuhan penggunaan APD di kalangan karyawan.
Alat Pelindung Diri (APD) adalah perlengkapan yang wajib digunakan oleh pekerja untuk melindungi diri dari potensi bahaya kerja sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-05/MEN/1996. APD mencakup berbagai jenis perlindungan seperti pelindung kepala, mata, telinga, pernapasan, tangan, kaki, dan tubuh.
Dalam industri semen, khususnya di bagian packer, risiko bahaya utama adalah paparan debu semen yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti pneumoconiosis, iritasi kulit, dan masalah kesehatan lainnya. PT Semen Bosowa Maros, sebagai perusahaan dengan komitmen terhadap K3, telah menyediakan berbagai jenis APD termasuk masker pernapasan (respirator), kacamata pelindung, sarung tangan, dan sepatu pelindung.
Beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan APD menurut penelitian sebelumnya meliputi pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, kepemimpinan pengawas, budaya keselamatan, dan faktor-faktor individu karyawan.
Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada karyawan bagian packer PT Semen Bosowa Maros tahun 2014.
Sampel penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian packer yang bekerja di PT Semen Bosowa Maros tahun 2014, dengan jumlah sebanyak 75 orang yang terdiri dari 58 laki-laki dan 17 perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner, observasi langsung terhadap penggunaan APD, dan wawancara mendalam dengan beberapa responden terpilih.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa beberapa faktor memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan APD pada karyawan bagian packer PT Semen Bosowa Maros tahun 2014:
1. Pengetahuan tentang K3 dan APD
Sebanyak 62% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang K3 dan penggunaan APD. Karyawan dengan pengetahuan yang baik tentang K3 dan APD memiliki kecenderungan 3,5 kali lebih tinggi untuk menggunakan APD secara lengkap dibandingkan dengan karyawan yang pengetahuannya kurang.
2. Sikap Terhadap Penggunaan APD
Analisis menunjukkan bahwa 57% responden memiliki sikap positif terhadap penggunaan APD. Karyawan yang memiliki sikap positif menunjukkan tingkat kepatuhan 4,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan yang memiliki sikap negatif.
3. Ketersediaan APD
Ketersediaan APD yang memadai dalam jenis yang tepat dan ukuran yang sesuai meningkatkan penggunaan APD sebesar 2,8 kali. Sebanyak 68% responden menyatakan bahwa APD selalu tersedia dengan baik di tempat kerja mereka.
4. Pengawasan
Tingkat pengawasan yang intensif dari atasan meningkatkan penggunaan APD sebesar 3,1 kali. Dari total responden, 54% merasa bahwa pengawasan terhadap penggunaan APD di tempat kerja mereka sudah cukup baik.
5. Budaya Keselamatan
Karyawan yang bekerja di unit dengan budaya keselamatan yang kuat memiliki tingkat penggunaan APD 3,8 kali lebih tinggi. Sekitar 60% responden menilai budaya keselamatan di tempat kerja mereka sudah baik.
6. Masa Kerja
Karyawan dengan masa kerja lebih dari 5 tahun cenderung lebih konsisten menggunakan APD dibandingkan dengan karyawan yang baru bekerja kurang dari 1 tahun.
7. Pendidikan
Karyawan dengan pendidikan minimal SMA sederajat memiliki tingkat penggunaan APD 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan dengan pendidikan di bawahnya.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan APD pada karyawan bagian packer PT Semen Bosowa Maros tahun 2014 dipengaruhi oleh pengetahuan K3, sikap terhadap APD, ketersediaan APD, pengawasan, budaya keselamatan, masa kerja, dan pendidikan karyawan.
Untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD di PT Semen Bosowa Maros, disarankan:
Penerapan saran-saran ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan penggunaan APD, mengurangi insiden kerja, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan PT Semen Bosowa Maros.
