Brownies dengan berbagai tingkat substitusi tepung tempe
Brownies merupakan salah satu kue basah yang populer di Indonesia dan negara-negara Barat. Kebanyakan brownies dibuat menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul tren penggunaan bahan alternatif yang lebih sehat untuk menggantikan tepung terigu dalam pembuatan berbagai produk pangan, termasuk brownies.
Salah satu bahan alternatif yang menarik untuk diteliti adalah tepung tempe. Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari fermentasi kedelai, yang memiliki kandungan gizi tinggi dan berbagai manfaat kesehatan. Penggunaan tepung tempe sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan brownies tidak hanya dapat meningkatkan nilai gizi tetapi juga membantu diversifikasi pangan berbasis tempe.
Tepung tempe mengandung protein hingga 40-50%, kaya akan isoflavon, vitamin B, mineral, serat pangan, dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan tepung terigu. Substitusi tepung terigu dengan tepung tempe dapat meningkatkan nilai gizi produk pangan tradisional menjadi lebih berkhasiat.
Tempe adalah produk fermentasi dari kedelai yang telah dikonsumsi sejak berabad-abad di Indonesia. Proses fermentasi oleh ragi Rhizopus oligosporus tidak hanya meningkatkan daya cerna dan ketersediaan nutrisi tetapi juga menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
Tepung tempe dibuat dengan cara mengeringkan tempe, lalu menghaluskannya menjadi bubuk. Proses ini mempertahankan sebagian besar nutrisi tempe namun memiliki masa simpan lebih panjang dan lebih mudah digunakan dalam berbagai aplikasi pangan.
Pada penelitian ini, dilakukan eksperimen pembuatan brownies dengan substitusi tepung terigu menggunakan tepung tempe. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, yaitu persentase substitusi tepung tempe terhadap tepung terigu.
Evaluasi organoleptik dilakukan terhadap parameter aroma, warna, tekstur, dan rasa dari brownies yang dihasilkan. Uji ini dilakukan oleh 30 panelis semi-terlatih dengan skala hedonik 1-9 (1: sangat tidak suka, 9: sangat suka).
Brownies dengan substitusi tepung tempe menghasilkan aroma yang berbeda dibandingkan dengan brownies kontrol. Pada tingkat substitusi 25% dan 50%, aroma khas tempe masih dapat diterima oleh panelis. Namun, pada tingkat substitusi 75% dan 100%, aroma tempe menjadi lebih kuat dan menurunkan nilai penerimaan panelis.
Semakin tinggi tingkat substitusi tepung tempe, warna brownies menjadi semakin gelap. Hal ini disebabkan oleh warna alami tepung tempe yang lebih gelap dibandingkan tepung terigu. Brownies dengan substitusi 100% memiliki warna cokelat sangat gelap.
Brownies kontrol memiliki tekstur yang lembut dan sedikit kenyal. Dengan penambahan tepung tempe, terjadi perubahan pada tekstur brownies. Pada tingkat substitusi 25% dan 50%, tekstur masih cukup lembut namun sedikit lebih padat. Pada substitusi 75% dan 100%, tekstur menjadi lebih kasar dan kurang kenyal.
Dilihat dari parameter rasa, brownies dengan substitusi 25% mendapatkan skor tertinggi diikuti oleh substitusi 50%. Namun, pada substitusi 75% dan 100%, rasa tempe yang kuat menutupi rasa cokelat dan dianggap kurang sesuai dengan karakter brownies.
Berikut adalah komposisi gizi rata-rata brownies dengan berbagai tingkat substitusi tepung tempe:
| Komposisi per 100g | T0 (0%) | T1 (25%) | T2 (50%) | T3 (75%) | T4 (100%) |
|---|---|---|---|---|---|
| Proteing | 6.2g | 9.4g | 12.7g | 15.9g | 19.2g |
| Lemak | 12.8g | 13.1g | 13.5g | 13.8g | 14.2g |
| Karbohidrat | 52.4g | 48.7g | 44.9g | 41.2g | 37.5g |
| Serat | 1.8g | 3.2g | 4.6g | 6.0g | 7.4g |
| Kalori | 298 kcal | 295 kcal | 291 kcal | 287 kcal | 284 kcal |
Brownies dengan substitusi 25% tepung tempe memiliki peningkatan kandungan protein sebesar 52% dibandingkan kontrol, tanpa penurunan penerimaan organoleptik yang signifikan. Hal ini menunjukkan potensi pengembangan produk brownies bernutrisi tinggi dengan tetap mempertahankan karakteristik sensoris yang baik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat substitusi tepung tempe, volume pengembangan brownies semakin menurun. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh karakteristik gluten yang berkurang dengan substitusi tepung terigu. Tepung terigu mengandung gluten yang berperan penting dalam kemampuan mengembang dan tekstur produk pangan.
Untuk ketahanan terhadap remuk, brownies dengan substitusi 25% memiliki nilai tertinggi, diikuti oleh kontrol, lalu substitusi 50%, 75%, dan 100%. Penambahan tepung tempe dalam jumlah yang tepat (25%) tampaknya dapat meningkatkan elastisitas brownies, namun substitusi yang lebih tinggi justru menurunkan ketahanan terhadap remuk.
Kadar air brownies cenderung meningkat seiring dengan peningkatan substitusi tepung tempe. Tepung tempe memiliki kemampuan retensi air yang lebih tinggi dibandingkan dengan tepung terigu, yang menyebabkan brownies dengan substitusi tinggi memiliki kadar air yang lebih tinggi dan tekstur yang lebih lembab.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
Penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan produk brownies dengan bahan baku lokal yang bernutrisi tinggi. Dengan formulasi yang tepat, brownies berbahan dasar tepung tempe dapat menjadi produk pangan fungsional yang menarik dan dapat diterima oleh konsumen.
