Pengantar: Pendidikan yang Adil
Dalam sebuah ruang kelas, tidak jarang kita menemukan fakta bahwa kemampuan siswa sangat beragam. Ada siswa yang dengan cepat memahami materi pelajaran, ada juga yang memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna informasi yang sama. Jika seorang guru hanya menerapkan satu metode pengajaran untuk semua, maka kemungkinan besar terjadi ketimpangan: siswa cerdas merasa bosan karena kurang tertantang, sementara siswa yang tertinggal merasa putus asa karena tidak mampu mengikuti.
Untuk mengatasi gap ini, dunia pendidikan mengenal konsep Pembelajaran Berdiferensiasi. Dua pilar utama dalam pendekatan ini adalah Bahan Pengayaan dan Bahan Remedial. Keduanya bukan sekadar tambahan pekerjaan rumah, melainkan strategi pedagogis yang dirancang secara khusus untuk memastikan setiap siswa mencapai potensi maksimalnya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
