Admin 06 Jun 2026 12:04

 

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. L G P Usia Kehamilan 37 Minggu dengan Partus Laten Memanjang

Pendahuluan

Partus laten memanjang merupakan salah satu komplikasi dalam proses persalinan yang dapat terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini didefinisikan sebagai masa laten fase pertama persalinan yang berlangsung lebih dari 20 jam pada primigravida atau lebih dari 14 jam pada multigravida. Fase laten merupakan tahap awal persalinan ketika pembukaan serviks mencapai 0-3 cm, ditandai dengan kontraksi yang masih ireguler dan biasanya kurang bermakna. Asuhan kebidanan komprehensif menjadi sangat penting dalam penanganan kasus ini untuk memastikan keselamatan ibu dan janin. Makalah ini akan membahas asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. L G P dengan usia kehamilan 37 minggu yang mengalami partus laten memanjang.

Definisi Partus Laten Memanjang: Kondisi ketika fase laten kala I persalinan berlangsung lebih lama dari normal, yaitu lebih dari 20 jam pada primigravida atau lebih dari 14 jam pada multigravida, dengan kontraksi uteri kurang efektif atau tidak ada progress pembukaan serviks yang signifikan.

Studi Kasus

Ny. L G P adalah seorang wanita berusia 28 tahun dengan usia kehamilan 37 minggu yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan kontraksi yang terasa lemah dan tidak teratur sejak 18 jam yang lalu. Ny. L G P merupakan gravida 2 para 1 (pernah melahirkan satu kali dengan hidup). Kontraksi yang dirasakan mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB namun hingga pukul 14.00 WIB keesokan harinya, belum terjadi perubahan yang signifikan pada pembukaan. Pasien mengaku tidak merasakan pecah ketuban dan tidak mengalami perdarahan pervaginam.

Asuhan Kebidanan Komprehensif

1. Asuhan Awal (Anamnesis)

Pada saat kunjungan, bidan melakukan anamnesis komprehensif terhadap Ny. L G P. Data yang diperoleh meliputi data subyektif dan objyektif.

Data Subyektif

  • Identitas: Ny. L G P, usia 28 tahun, pendidikan SMA, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, suku Jawa, agama Islam, alamat di Surabaya, status pernikahan menikah.
  • Keluhan utama: Kontraksi terasa lemah dan tidak teratur sejak 18 jam yang lalu.
  • Riwayat penyakit sekarang: Pasien mengeluhkan kontraksi yang terasa sejak pukul 08.00 WIB kemarin, namun hingga saat ini kontraksi masih tidak teratur dan kadang-kadang hilang. Pasien mengaku tidak merasakan pecah ketuban. Pasien mengaku buang air besar normal dan buang air kecil normal.
  • Riwayat penyakit dahulu: Tidak ada riwayat penyakit berat seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
  • Riwayat penyakit keluarga: Tidak ada riwayat penyakit keturunan yang berat.
  • Riwayat obstetri: G2P1A0, persalinan pertama secara spontan pada usia kehamilan 39 minggu dengan berat bayi 3000 gram.
  • Riwayat kehamilan saat ini: Usia kehamilan 37 minggu, ANC rutin. Pemeriksaan terakhir pada usia kehamilan 36 minggu menunjukkan kehamilan normal.
  • Riwayat mens: Tidak diingat dengan pasti
  • HPHT: 18 Februari 2023
  • Riwayat alergi: Tidak ada riwayat alergi obat atau makanan
  • Riwayat perawatan/operasi: Tidak pernah menjalani operasi sebelumnya
  • Pola kehidupan sehari-hari:
    • Makan: 3x sehari dengan menu seimbang
    • Minum: 6-8 gelas per hari
    • Buang air besar: 1x sehari, konsistensi normal
    • Buang air kecil: 4-6x sehari, warna kuning jernih, tidak ada rasa nyeri
    • Istirahat: 8 jam per hari
    • Aktivitas: Mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan
  • Psikologis: Pasien tampak tenang namun sedikit cemas karena persalinan tidak kunjung maju

Data Objyektif

Bidan melakukan pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan obstetri terhadap Ny. L G P:

  • Keadaan umum: Baik, sadar
  • Tanda vital:
    • Tekanan darah: 110/70 mmHg
    • Nadi: 80x/menit
    • Respirasi: 20x/menit
    • Suhu: 36,5C
  • Antropometri:
    • Berat badan: 68 kg
    • Tinggi badan: 160 cm
    • Indeks Massa Tubuh: 26,6 kg/m (overweight)
    • Lingkar lengan atas: 25 cm
  • Status gizi: Baik
  • Pemeriksaan fisik kepala sampai kaki: Dalam batas normal, tidak ditemukan kelainan
  • Pemeriksaan khusus obstetri:
    • Tinggi fundus uteri: 32 cm
    • Letak janin: Kepala (CEP)
    • Persentase janin: Tidak terjadi (HTI)
    • Detak jantung janin: 140x/menit
    • Kontraksi: Tidak teratur, kadang-kadang hilang, durasi pendek
    • Pembukaan: 2 cm
    • Ketuban: Intak (masih utuh)
    • Pasase: H2
    • Selaput ketuban: Masih utuh
    • Borok: Tidak ada
    • Variabel: Tidak ada
    • Caput: Tidak ada
    • Dinding panggul: Sedikit kontraksi
    • Spina ischiadica: Prominent
    • Sakrum: Tertutup
    • Konjugata eksterna: 20 cm
    • Konjugata diagonalis: 12 cm
    • Coccygeus: Fleksibel
  • Diagnosis sementara: G2P1A0 Usia Kehamilan 37 minggu dalam partus laten memanjang

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dapat diidentifikasi masalah-masalah pada pasien sebagai berikut:

  1. Masalah fisik:
    • nV/Kontraksi uterus yang tidak teratur dan tidak efektif
    • /Membuka yang lambat (hanya 2 cm setelah 18 jam)
    • nR/Fatigue/kelelahan karena kontraksi yang lama
  2. Masalah psikologis:
    • nA/Ansietas berhubungan dengan ketidakpastian proses persalinan
  3. Masalah pengetahuan:
    • nK/Kurang pengetahuan tentang partus laten memanjang dan cara mengatasinya

3. Diagnosis

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, diagnosis yang ditegakkan adalah:

  1. Ny. L G P G2P1A0 Usia Kehamilan 37 minggu dalam partus laten memanjang
  2. Persalinan kala I fase laten

Dasar Diagnosis:
- Kehamilan 37 minggu (term)
- Kontraksi uterus yang tidak teratur dan tidak efektif
- Pembukaan serviks hanya 2 cm setelah 18 jam
- Multigravida dengan durasi fase laten >14 jam

4. Perencanaan Asuhan

Berdasarkan diagnosa yang sudah ditetapkan, maka dirancang rencana asuhan berikut:

A. Intervensi Langsung

  • Observasi tanda vital (TD, N, RR, S) setiap 4 jam
  • Memantau detak jantung janin (DJJ) setiap 30-60 menit
  • Pemeriksaan dalam secara berkala untuk menilai pembukaan dan penurunan
  • Pemberian cairan parenteral jika diperlukan
  • Mempertahankan nutrisi yang adekuat dan istirahat
  • Dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan
  • Motivasi untuk mobilisasi efektif (berjalan ringan, posisi miring kiri)

B. Intervensi Farmakologis

  • Sedasi ringan dengan fentanyl 50-100 mcg IV atau promethazine 25-50 mg IM untuk memberikan istirahat
  • Analgesik jika diperlukan untuk nyeri (paracetamol 500-1000 mg oral)
  • Epidural analgesia jika tersedia untuk nyeri dan ketegangan
  • Oksitosin drip (sesuai protokol) setelah konfirmasi posisi janin dan pelvimetri jika memungkinkan

C. Intervensi Psikologis

  • Edukasi mengenai proses persalinan normal
  • Dukungan emosional untuk mengurangi kecemasan
  • Motivasi untuk tetap tenang dan sabar
  • Mengajarkan teknik relaksasi (lama napas dalam, pijat ringan)

D. Intervensi Edukasi

  • Mengajarkan teknik relaksasi dan bernapas
  • Mengajarkan posisi yang nyaman untuk memfasilitasi persalinan
  • Mengajarkan teknik mobilisasi yang aman
  • Edukasi mengenai tanda-tanda bahaya (perdarahan, pecah ketuban, penurunan DJJ)

E. Kolaborasi dengan Dokter

  • Konsultasi dengan dokter obstetri jika memerlukan intervensi lebih lanjut
  • Persiapan rujukan jika persalinan tidak kunjung maju dalam 24 jam
  • Konsultasi untuk pemberian oksitosin jika indikasi memungkinkan

5. Implementasi Asuhan

Implementasi asuhan kebidanan pada Ny. L G P dilakukan sebagai berikut:

  1. Bidan melakukan pemeriksaan tanda vital dan mencatat hasilnya pada buku ressep kebidanan.
  2. Bidan memberikan sedasi dengan promethazine 25 mg IM untuk istirahat yang cukup.
  3. Bidan memasang infuse RL 20 tetes/menit untuk menjaga hidrasi adekuat.
  4. Bidan memberikan edukasi mengenai pentingnya istirahat dan nutrisi yang cukup selama persalinan.
  5. Bidan memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan pasien melalui pendekatan terapeutik.
  6. Bidan memantau kontraksi dan DJJ setiap 30-60 menit menggunakan Doppler atau fetoskop.
  7. Bidan melakukan pemeriksaan dalam setiap 2-4 jam untuk memantau kemajuan persalinan.
  8. Bidan mengajarkan teknik relaksasi dan bernapas yang tepat untuk membantu mengelola nyeri.
  9. Bidan memotivasi pasien untuk melakukan mobilisasi ringan (berjalan di kamar, posisi miring kiri)
  10. Jika setelah 2-3 jam tidak ada perbaikan signifikan, bidan berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

6. Evaluasi

Evaluasi 4 Jam Pertama

  • Tanda vital: TD 110/70 mmHg, N 78x/menit, RR 20x/menit, S 36,5C
  • DJJ: 138x/menit
  • Kontraksi: Lebih teratur (15-20 detik), 2-3x dalam 10 menit
  • Pembukaan: 3 cm
  • Ketuban: Utuh
  • Pasase: H2
  • Variabel: Tidak ada
  • Keadaan ibu: Lebih rileks, mengeluh nyeri ringan

Kesimpulan: Terdapat perbaikan pada kontraksi uteri dan pembukaan serviks. Pasien mulai masuk ke fase aktif kala I persalinan.

Evaluasi 8 Jam Pertama

  • Tanda vital: TD 112/72 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit, S 36,6C
  • DJJ: 140x/menit
  • Kontraksi: Teratur (30-40 detik), 3-4x dalam 10 menit
  • Pembukaan: 5 cm
  • Ketuban: Utuh
  • Pasase: H3
  • Variabel: Tidak ada
  • Keadaan ibu: Mengeluh nyeri kontraksi

Kesimpulan: Persalinan berjalan dengan baik, sudah memasuki fase aktif dengan pembukaan 5 cm. Persalinan mengikuti partograf normal (laju pembukaan 1 cm/jam).

Follow-up Asuhan

Setelah memasuki fase aktif, bidan melanjutkan asuhan sesuai standar persalinan normal. Partograf dipergunakan secara teratur untuk memantau kemajuan persalinan. Berdasarkan partograf, kemajuan persalinan berjalan normal dengan laju penurunan 1 cm/jam pada pembukaan 3 cm dan mengikuti garja waspada partograf.

Ketuban pecah spontan pada pembukaan 7 cm (12 jam setelah fase laten memanjang). Cairan ketuban jernih, tidak bau, dengan warna yellowish clear. Setelah pecah ketuban, kontraksi menjadi lebih baik (35-45 detik, 4-5x dalam 10 menit). DJJ tetap pada normal range (136-144x/menit).

Pada pembukaan lengkap 10 cm, bidan mempersiapkan persalinan kala II. Persalinan kala II berlangsung selama 45 menit dengan teknik his menurut panduan persalinan normal. Bayi lahir spontan per vaginam dengan:

  • Berat: 3100 gram
  • Panjang: 50 cm
  • Lingkar kepala: 33 cm
  • Lingkar dada: 32 cm
  • APGAR score: 8/9
  • Jenis kelamin: Laki-laki

Plasenta lahir lengkap kala III selama 12 menit dengan kontraksi uterus baik dan perdarahan kurang dari 500 cc. Kala IV berjalan normal dengan kondisi ibu stabil. Perawatan payudara langsung diberikan setelah persalinan. Pasien dan bayu dalam keadaan stabil saat pulang.

Kesimpulan

Partus laten memanjang merupakan kondisi yang memerlukan penanganan yang tepat dan komprehensif. Pada kasus Ny. L G P, intervensi yang diberikan termasuk observasi yang teliti, pemberian sedasi, dukungan psikologis, dan edukasi yang tepat. Kolaborasi yang baik dengan sistem rujukan juga krusial dalam penanganan kasus tersebut.

Penting bagi bidan untuk memiliki kompetensi dalam mengenali tanda-tanda partus laten memanjang dan mampu memberikan asuhan yang tepat sesuai dengan standar profesi. Dengan asuhan yang cepat dan tepat, komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan janin dapat diminimalisir. Pada kasus ini, setelah intervensi yang dilakukan, persalinan dapat berjalan dengan baik tanpa komplikasi berat.

Penanganan komprehensif pada kasus partus laten memanjang mencakup aspek bio-psycho-social dan spiritual, yang bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan fisiologis ibu dalam persalinan sekaligus menyiapkan intervensi medik yang diperlukan jika persalinan tidak berjalan normal. Pendekatan holistik ini sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan dan kenyamanan persalinan bagi ibu dan bayi.

Rekomendasi

Berdasarkan kasus di atas, rekomendasi yang dapat diberikan adalah:

  1. Peningkatan kemampuan bidan dalam mengenali dan menangani partus laten memanjang melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan
  2. Penggunaan partograf secara rutin dan akurat dalam memantau kemajuan persalinan
  3. Pemberian edukasi yang komprehensif kepada ibu hamil tentang tanda-tanda persalinan dan kapan harus datang ke fasilitas kesehatan
  4. Peningkatan kolaborasi antara bidan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam penanganan kasus persalinan dengan komplikasi
  5. Pengembangan standar operating procedure (SOP) yang jelas dalam penanganan partus laten memanjang
```

File Referensi Untuk Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. L G P Usia Kehamilan 37 Minggu Dengan Partus Laten Memanjang
Screenshoot
Nama File
lta_haeriyah.pdf

Ukuran File
2.97 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. L G P Usia Kehamilan 37 Minggu Dengan Partus Laten Memanjang. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. L G P Usia Kehamilan 37 Minggu Dengan Partus Laten...


admin
Admin
2026-06-06 12:04:18

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M.g.p Usia Kehamilan 39 Minggu dan Link Download Fi...


admin
Admin
2026-06-06 12:08:18

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M G P Usia Kehamilan 32-33 Minggu Fisiologis dan Li...


admin
Admin
2026-06-06 12:14:18

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF Ny. A G2P1AO H 36 Minggu Di PUSKESMAS KECAMATAN BEJI Khayatu...


admin
Admin
2026-05-29 11:35:05

HUBUNGAN USIA KEHAMILAN, PARITAS, DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMI...


admin
Admin
2026-06-06 13:16:15