Dalam tata bahasa Arab, plural rusak atau jam sali adalah bentuk jamak yang tidak dibuat dengan menambahkan akhiran seperti pada jamak regular (jam ana). Sebaliknya, bentuk jamak ini terbentuk melalui perubahan internal pada akar kata, baik berupa perubahan vokal, penambahan huruf, atau kombinasi keduanya. Karena pola perubahan tidak konsisten, disebut rusak (broken).
Lebih dari 70% kata benda bahasa Arab menggunakan plural rusak. Oleh karena itu, kemampuan mengenali dan menggunakan bentuk ini sangat penting bagi pelajar bahasa Arab, peneliti, serta penerjemah. Tanpa memahami plural rusak, komunikasi dapat menjadi tidak natural dan terjemahan menjadi kurang tepat.
Walaupun disebut rusak, ada polapola yang dapat dikenali. Polapola ini biasanya diklasifikasikan berdasarkan pola konsonanvokal (CV) yang membentuk kata dasar (fasl). Berikut beberapa pola yang paling sering ditemui:
Contoh: (kitb) (kutub)
Contoh: (qalam) (aqlm)
Contoh: (madris) (madrasah) (meski ini contoh campuran)
Contoh: (qi) (qi)
Contoh: (jaml) (jaml)
Catatan: Tidak semua kata mengikuti pola di atas secara mutlak; ada pengecualian dan variasi regional.
| Kata Tunggal | Arti | Plural Rusak | Arti Plural |
|---|---|---|---|
| (kitb) | buku | (kutub) | bukubuku |
| (qalam) | pena | (aqlm) | penpen |
| (madna) | kota | (mudun) | kotakota |
| (ifl) | anak | (afl) | anakanak |
| (qamar) | bulan | (aqmr) | bulanbulan |
| (rajul) | lakilaki | (rijl) | lakilaki (jamak) |
Berikut beberapa kesalahan yang sering dibuat oleh pelajar:
Plural rusak merupakan ciri khas bahasa Arab yang menantang tetapi juga kaya secara estetika. Dengan memahami polapola utama, memperbanyak latihan, dan mengandalkan sumber otentik, pelajar dapat menguasai bentuk jamak ini dan meningkatkan kefasihan serta akurasi dalam berbahasa Arab.
