Admin 08 Jun 2026 03:00

 

Angka Kecukupan Gizi (AKG)

Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah nilai referensi yang menunjukkan berapa banyak energi, protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalankan fungsi tubuh secara optimal. AKG disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berdasarkan data ilmiah internasional dan kebutuhan nutrisi penduduk Indonesia.

Tujuan Penetapan AKG

AKG berfungsi sebagai acuan dalam:

  • Perencanaan program gizi nasional dan daerah.
  • Pengembangan kebijakan pangan, terutama dalam penyusunan standar label gizi pada produk makanan.
  • Penilaian status gizi masyarakat melalui survei rumah tangga.
  • Penyusunan menu bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Kelompok Populasi yang Diatur dalam AKG

AKG dibedakan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan status fisiologis. Beberapa contoh kelompok penting meliputi:

  • Anak usia 06 bulan: Kebutuhan protein dan energi sangat tinggi karena pertumbuhan cepat.
  • Anak usia 712 bulan: Memerlukan asupan makanan tambahan selain ASI.
  • Anak usia 16 tahun: Fokus pada peningkatan energi, zat besi, dan kalsium.
  • Remaja (1019 tahun): Kebutuhan kalsium dan zat besi (khusus perempuan) meningkat.
  • Wanita usia subur (2049 tahun): AKG mencakup kebutuhan tambahan untuk kehamilan dan menyusui.
  • Lansia ( 60 tahun): Penekanan pada protein, vitamin D, dan serat.

Komponen Utama AKG

Berikut adalah beberapa komponen gizi utama yang tercantum dalam AKG beserta contoh nilai ratarata (per hari) untuk orang dewasa sehat:

Komponen Energi (kcal) Protein (g) Zat Besi (mg) Kalsium (mg) Vitamin C (mg)
Lakilaki 1930 th 2600 60 12 1000 90
Perempuan 1930 th 2100 55 18 1000 75
Ibu hamil (trimester 2) 2850 71 27 1200 85

Cara Menghitung AKG Pribadi

1. Identifikasi kelompok usia dan status. Pilih nilai AKG yang sesuai dalam tabel resmi Kementerian Kesehatan.
2. Sesuaikan dengan tingkat aktivitas. Nilai dasar biasanya mencakup aktivitas ringan; tambahkan persentase bila beraktivitas berat (biasanya +1020%).
3. Hitung kebutuhan kalori. Rumus HarrisBenedict atau MifflinSt Jeor dapat membantu memperkirakan kebutuhan energi total.
4. Alokasikan protein, lemak, dan karbohidrat. Pada umumnya, protein 1520% kalori, lemak 2030%, sisanya karbohidrat.

Implikasi Kekurangan dan Kelebihan Gizi

Kekurangan gizi dapat menyebabkan:

  • Stunting pada anak.
  • Anemia karena defisiensi zat besi atau vitamin B12.
  • Osteoporosis pada lansia akibat kurang kalsium dan vitamin D.
  • Penurunan imunitas, meningkatkan risiko infeksi.

Kelebihan gizi (overnutrition) dapat menimbulkan obesitas, hipertensi, dan penyakit tidak menular seperti diabetes tipe2.

Strategi Memenuhi AKG dalam Pola Makan Seharihari

  1. Variasi sumber makanan. Kombinasikan biji-bijian, protein hewani/hewani, sayur, dan buah.
  2. Pilih makanan kaya zat besi. Daging merah, hati, kacang-kacangan, serta sayuran berdaun hijau.
  3. Perhatikan asupan kalsium. Susu, yoghurt, tempe, dan ikan sarden dengan tulang.
  4. Gunakan teknik memasak sehat. Hindari menggoreng berulang-ulang, pilih cara kukus atau rebus.
  5. Kontrol porsi. Gunakan piring berukuran standar (piring 30cm) untuk mengatur jumlah makanan.
  6. Minum cukup air. 1,52liter per hari, sesuaikan dengan iklim dan aktivitas.

Penggunaan AKG dalam Kebijakan Publik

Berbagai program pemerintah mengacu pada AKG, antara lain:

  • Program Gizi Seimbang bagi ibu hamil dan menyusui.
  • Kebijakan Fortifikasi makanan pokok (beras, garam) dengan zat besi, vitamin A, atau yodium.
  • Penyusunan standar label gizi pada produk makanan olahan.
  • Program School Feeding yang menyesuaikan menu berdasarkan AKG anak sekolah.

Kesimpulan

Angka Kecukupan Gizi (AKG) merupakan alat penting untuk menilai, merencanakan, dan mengendalikan asupan nutrisi pada populasi Indonesia. Dengan memahami nilai-nilai AKG untuk berbagai kelompok umur dan kondisi fisiologis, kita dapat merancang pola makan yang memenuhi kebutuhan tubuh, mencegah masalah kesehatan akibat kurang atau berlebihnya nutrisi, serta mendukung kebijakan gizi yang lebih efektif. Konsistensi dalam mengonsumsi makanan beragam, seimbang, dan sesuai takaran AKG adalah kunci untuk mencapai kesehatan optimal bagi semua lapisan masyarakat.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI, World Health Organization

File Referensi Untuk Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Screenshoot
Nama File
3_bab_ii.pdf

Ukuran File
0.41 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Angka Kecukupan Gizi (AKG). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 03:00:26

Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia dan Link Download File Ref...


admin
Admin
2026-06-08 02:00:24

Angka Kecukupan Energi (AKE) dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 03:42:10

Kecukupan Gizi Pada Orang Dewasa dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-31 10:41:03

Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil Dan Frekuensi Pemeriksaan Kehamilan Dengan Status Gizi...


admin
Admin
2026-06-10 11:24:11