Analisis Kinerja Prakerin Siswa Jurusan Teknik Sepeda Motor SMKN 2 Wajo
Program Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian penting dalam kurikulum kejuruan. Pada jurusan Teknik Sepeda Motor SMKN 2 Wajo, prakerin menjadi jembatan antara teori di kelas dan penerapan nyata di dunia industri. Laporan ini menyajikan analisis kinerja siswa selama periode Prakerin 2023/2024, menyoroti aspek kompetensi teknis, sikap kerja, serta kontribusi terhadap perusahaan induk.
1. Metodologi Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui tiga sumber utama:
- Observasi langsung oleh pembimbing lapangan (guru pembimbing dan supervisor industri).
- Penilaian tertulis berupa lembar observasi harian dan laporan akhir.
- Wawancara singkat dengan pihak perusahaan mengenai kepuasan dan kontribusi siswa.
Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan skor standar 1100 untuk masingmasing indikator.
2. Indikator Penilaian
Indikator dibagi menjadi tiga kelompok utama:
- Kompetensi Teknis (60%): pemasangan mesin, pemeriksaan kelistrikan, diagnostik sistem bahan bakar, perakitan rangka, dan penggunaan peralatan ukur.
- Sikap Kerja (25%): kedisiplinan, kerjasama tim, inisiatif, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
- Hasil Produksi (15%): jumlah unit yang berhasil diselesaikan, tingkat kegagalan/rework, dan kecepatan pengerjaan.
3. Hasil Penilaian
| Kelas | RataRata Kompetensi Teknis | RataRata Sikap Kerja | RataRata Hasil Produksi | Skor Akhir | Kategori |
| XII1 | 84 | 78 | 70 | 80,2 | Baik |
| XII2 | 76 | 82 | 68 | 77,6 | Baik |
| XII3 | 90 | 74 | 75 | 82,5 | Sangat Baik |
| XII4 | 68 | 70 | 60 | 66,8 | Cukup |
| XII5 | 81 | 80 | 72 | 79,7 | Baik |
4. Analisis Berdasarkan Indikator
4.1 Kompetensi Teknis
Ratarata nilai kompetensi teknis berada pada kisaran 6890. Siswa kelas XII3 menonjol dengan nilai 90, terutama dalam diagnostik sistem bahan bakar dan penggunaan alat ukur digital. Sementara kelas XII4 menunjukkan kekurangan pada perakitan rangka, yang memerlukan peningkatan latihan praktis.
4.2 Sikap Kerja
Sikap kerja ratarata berada di atas 70. Kelas XII2 mencapai nilai tertinggi (82) karena disiplin waktu dan kemampuan berkomunikasi dengan tim produksi. Beberapa siswa menunjukkan kurangnya inisiatif dalam penyelesaian masalah, yang tercermin pada nilai di bawah 70 pada kelas XII4.
4.3 Hasil Produksi
Hasil produksi mencerminkan produktivitas harian. Nilai tertinggi (75) dicapai oleh kelas XII3 yang berhasil menyelesaikan 15 unit motor dalam 2 minggu, sementara kelas XII4 hanya menghasilkan 9 unit dengan tingkat rework yang relatif tinggi.
5. Faktor Pendukung dan Penghambat
- Fasilitas Workshop: Mesin CNC dan peralatan diagnostik modern tersedia, namun pemeliharaan alat tidak konsisten sehingga mengganggu proses belajar.
- Pengawasan Industri: Perusahaan mitra memberikan bimbingan intensif, terutama pada tahap perakitan akhir. Namun, rotasi supervisor yang terlalu sering mengurangi kontinuitas pembelajaran.
- Motivasi Siswa: Siswa yang terlibat dalam kompetisi motor (mis. Lomba Modifikasi) menunjukkan motivasi lebih tinggi dan hasil teknik yang lebih baik.
- Kurangnya Soft Skill: Beberapa kelompok mengalami konflik komunikasi, yang menghambat penyelesaian tugas secara kolektif.
6. Rekomendasi Perbaikan
- Peningkatan Workshop: Jadwalkan pemeliharaan rutin alat ukur dan mesin, serta sediakan spare part penting.
- Stabilisasi Supervisor: Tetapkan supervisor tetap selama minimal 4 minggu untuk menjaga kontinuitas bimbingan.
- Pelatihan Soft Skill: Selenggarakan workshop tentang kerja tim, komunikasi efektif, dan manajemen waktu.
- Program Mentoring Alumni: Libatkan alumni yang telah berhasil di industri untuk berbagi pengalaman dan teknik terbaru.
- Evaluasi MidTerm: Lakukan penilaian tengah semester untuk mengidentifikasi masalah lebih awal dan memberikan remedial.
7. Kesimpulan
Secara keseluruhan, Prakerin siswa Jurusan Teknik Sepeda Motor SMKN 2 Wajo menunjukkan kinerja yang memuaskan dengan ratarata skor akhir 75,3. Kekuatan utama terletak pada kompetensi teknis yang tinggi pada sebagian besar kelas, sementara aspek sikap kerja dan hasil produksi masih memerlukan perhatian khusus. Dengan implementasi rekomendasi di atas, diharapkan kualitas lulusan akan semakin kompetitif di pasar kerja industri otomotif.
Dokumen ini disusun sebagai bahan evaluasi bagi pihak sekolah, perusahaan mitra, serta pemangku kepentingan pendidikan kejuruan di Kabupaten Wajo.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.